Pemesanan Tiket Bus Secara Online di Indonesia Baru Capai 50 Persen 
Sleeper bus PO Juragan 99 Trans(PO Juragan 99 Trans)
12:35
17 November 2025

Pemesanan Tiket Bus Secara Online di Indonesia Baru Capai 50 Persen 

Pemesanan tiket bus secara online di Indonesia saat ini baru mencapai 50 persen.

"Operator bus di Indonesia memainkan peran penting dalam menjaga konektivitas bangsa, selain itu redBus hadir juga untuk mendorong digitalisasi bus di tanah air, yang saat ini baru 50 persen,” ujar CEO redBus Prakash Sangam dalam acara redBus People’s Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, pada Jum'at (14/11/2025).

Prakash melanjutkan, digitalisasi pemesanan tiket bus penting dilakukan guna memudahkan calon penumpang dalam memilih rute hingga jenis bus yang akan ditumpangi.

"Cara paling tepat untuk memilih jenis bus yang akan ditumpangi yaitu dengan melakukan pemesanan secara online. Sebab, melalui aplikasi, kamu bisa membandingkan jenis bus, rute, memilih jalur tol atau tidak, hingga aminities yang disediakan di dalam bus," kata Prakash.

Selain itu, sambungnya, pemesanan tiket bus secara digital melalui aplikasi dapat memudahkan calon penumpang dalam melihat ulasan yang diberikan oleh penumpang sebelumnya.

CEO redBus Prakash Sangam saat ditemui awak media dalam acara redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025). Kompas.com/ Suci Wulandari Putri CEO redBus Prakash Sangam saat ditemui awak media dalam acara redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025).

Jadi, calon penumpang bisa mempertimbangkan pilihan berdasarkan foto yang diunggah serta rating setiap bus.

"Traveller bisa mengunggah video, foto, dan ulasan di aplikasi, jadi semua informasi seputar bus tersedia untuk calon penumpang. Ini membantu calon penumpang untuk memiliih jenis bus yang tepat," ujar Prakash.

Menurut Prakash, Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan bus sebagai moda transportasi. 

Potensi yang sama, kata Prakashh, uga dilihat di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Bedanya, negara seperti Malaysia, tambahnya, punya kawasan yang lebih kecil, sehingga rute yang tersedia pun juga lebih pendek dibanding Indonesia.

"Di Pulau Jawa, ada banyak rute bus yang terhubung, begitu juga di Pulau Sumatera, jadi orang-orang bisa berkeliling ke berbagai daerah tanpa harus naik pesawat ataupun kereta," kata Prakash.

Bagaimana potensi bus di Indonesia?

Tidak dapat dipungkiri bahwa transportasi di Indonesia semakin canggih, yang mana memungkinkan penumpang berpindah ke destinasi tujuan dalam waktu yang relatif singkat.

Contohnya, adanya kereta cepat yang memungkinkan penumpang bisa sampai di lokasi tujuan lebih cepat tanpa perlu terjebak macet.

Selain itu, ada pula pesawat yang memungkinkan penumpang bisa berpindah antar daerah hingga lintas benua.

Sebagian orang mungkin mempertanyakan bagaimana potensi industri bus di tengah canggihnya pilihan transporasi saat ini?

Menurut Prakash, bus sebagai moda transportasi memiliki keunggulan dibanding kereta ataupun pesawat.

"Bus dapat menjangkau rute yang lebih banyak, sementara kereta ataupun pesawat umumnya menghubungkan penumpang antardua daerah," kata Prakash.

Bus baru PO Sumber Alam pakai bodi Triun DX buatan Karoseri Trijaya UnionTRIJAYA UNION Bus baru PO Sumber Alam pakai bodi Triun DX buatan Karoseri Trijaya Union

Ia melanjutkan, seiring luasnya konektivitas yang dilayani bus, saat ini bus juga bertransformasi menjadi kendaraan yang lebih mewah. Sehingga, memberikan kenyamanan kepada penumpang.

"Tarif tiket pesawat relatif lebih mahal dibanding bus, jadi bus punya peluang lebih besar untuk dipilih oleh semua jenis kalangan," kata Prakash.

Kata Prakash, bagi seorang pebisnis yang hendak naik bus dengan fasilitas mewah, bisa memilih jenis bus kelas luxury.

Sementara itu, sambung Prakash, bagi masyarakat yang hendak naik bus tapi bujet pas-pasan, juga bisa naik bus yang sesuai dengan bujet.

"Selain rute yang banyak dan fasilitas yang bisa disesuaikan dengan bujet, naik bus juga memberikan penumpang pengalaman untuk melihat pemandangan selama perjalanan," tutur Prakash.

redBus People’s Choice Awards 

Ajang penghargaan redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025). Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Ajang penghargaan redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025).

Sebagai informasi, redBus People’s Choice Awards merupakan ajang penghargaan perdana yang digelar oleh aplikasi pemesanan tiket bus online redBus.

Ajang ini digelar untuk mengapresiasi operator bus antarkota atas mutu layanan, ketepatan waktu, dan inovasi.

Ajang penghargaan ini melibatkan suara penumpang sebagai penentu pemenang lintas kategori operator dan terminal, yang juga mencerminkan kepercayaan publik terhadap penyedia layanan transportasi darat.

Penghargaan ini, kata Prakash, merupakan  bentuk pengakuan atas peran operator dalam menjaga konektivitas, sekaligus menangkap suara komunitas, penumpang, dan penggemar bus sebagai tolok ukur kepercayaan.

"Penghargaan ini merupakan perayaan dan pengakuan atas dedikasi mereka terhadap efisiensi dan kepuasan pelanggan, yang terus memperkuat kepercayaan publik dalam ekosistem perjalanan antarkota," kata Prakash.

Selain itu, pihaknya ingin mendengar suara para penumpang dan komunitas bus secara langsung. 

"Pengakuan ini lebih dari sekadar merayakan para operator, ini tentang menampilkan kepercayaan dan keyakinan yang diberikan penumpang kepada mereka setiap hari,” ujar Prakash.

CEO redBus Prakash Sangam saat ditemui awak media dalam acara redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025). Dokumentasi redBus. CEO redBus Prakash Sangam saat ditemui awak media dalam acara redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Angkutan Orang Antar Kota Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Irly S. Permata mengatakan, pengakuan terhadap sektor angkutan jalan, terutama bus, merupakan hal yang penting.

Menurutnya, industri bus merupakan salah satu sektor transportasi darat yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. 

Sehingga, sambungnya, perlu didukung dengan infrastruktur dan pengakuan seperti redBus's People Choice Award.

“Acara ini bukan sekedar ajang penghargaan tetapi juga menjadi bentuk pengakuan masyarakat terhadap upaya industri transportasi darat, karena saat ini dunia transportasi sedang bertransformasi akibat digitalisasi,” kata Irl dalam acara redBus People’s Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, pada Jum'at (14/11/2025).

Irly pun mengatakan, Kemenhub terus mendorong digitalisasi seperti yang dilakukan redBus agar semakin menjangkau masyarakat dalam memberikan layanan yang prima di bidang transportasi darat.

“Kami percaya kolaborasi seperti yang dilakukan redBus dalam mengumpulkan operator, terminal, dan penumpang secara digital akan menjadi kemitraan masa depan yang perlu kita kembangkan bersama,” kata Irly.

Ajang penghargaan redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025). Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Ajang penghargaan redBus People's Choice Awards di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025).

Pada ajang penghargaan ini, terdapat 19 penghargaan yang diumumkan. Ini  mencakup penghargaan tingkat nasional, regional, dan kelas armada.

Berikut beberapa pemenang dalam ajang  redBus People’s Choice Awards:

  • Sinar Jaya (Akap-Besar Nasional Terfavorit) 
  • Juragan99 (Akap Premium Terfavorit)
  • EKA (Akap Besar Jawa Terfavorit)
  • SAN (Akap Medium Sumatra Terfavorit)
  • Sumber Alam (Akap Medium Jateng Terfavorit)
  • Cititrans (Travel Besar Terfavorit) 
  • Kalisari (AKDP Terfavorit)
  • Terminal Pulogebang (Terminal Tipe A Terfavorit).

Inisiatif ini, kata Prakash, disebut sejalan dengan upaya menaikkan standar layanan di tengah pasar bus antarkota yang kian dinamis di Indonesia. Ajang penghargaan ini, katanya, diharapkan bisa mendorong digitalisasi operator bus di Indonesia.

Tag:  #pemesanan #tiket #secara #online #indonesia #baru #capai #persen

KOMENTAR