Joko Pinurbo, Tokoh Kunci Festival Sastra Yogyakarta Itu Berpulang
Joko Pinurbo membacakan puisi khusus untuk Butet Kertaradjasa pada 21 November 2021. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
13:24
28 April 2024

Joko Pinurbo, Tokoh Kunci Festival Sastra Yogyakarta Itu Berpulang

Joko Pinurbo, penyair terkemuka Indonesia, meninggal dunia kemarin (27/4). Sastrawan yang dikenal dengan sebutan Jokpin itu berpulang setelah dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Jogja, sejak Kamis (25/4).

Kemarin jenazahnya disemayamkan di rumah duka Pancaran Untaian Kasih Yogyakarta (PUKY), Sonosewu, Bantul.

Menurut rencana, jenazah Jokpin dimakamkan di Pemakaman Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, hari ini (28/4) pukul 10.00 WIB. Kemarin Jawa Pos Radar Jogja mengunjungi rumah duka sekitar pukul 10.30 WIB. Waktu itu suasana masih sepi. Kerabat besar Jokpin belum banyak yang hadir. Hanya terlihat istri Jokpin, Nurnaeni Amperawati Firmina, yang didampingi dua anaknya, Maria Azalea Anggraeni dan Paskasius Wahyu Wibisino. Suasana duka masih sangat terasa.

Lea, sapaan Maria Azalea Anggraeni, menyebut Jokpin sempat mengeluh sesak napas pada Kamis (25/4). Pria yang bulan depan berusia 62 tahun itu lantas dilarikan ke RS Panti Rapih, Kota Jogja. ’’Masuk rumah sakitnya udah dari Kamis siang, (keluhannya) paru-paru,’’ ujar Lea saat ditemui awak media di PUKY, Sabtu (27/4).

Istri Jokpin terlihat masih terpukul. Dia duduk di kursi sebelah jenazah suaminya dengan ditemani Paskasius Wahyu Wibisino. Sesekali Nurnaeni melempar senyum tipis kepada tamu yang datang melayat.

Nurnaeni tak banyak berkomentar saat disapa wartawan. Namun, di balik kesedihannya, dia tetap berusaha ramah. ’’Maaf njih, saya masih nge-blank. Beliau masuk rumah sakit hari Kamis, keluhannya masih sama, sesek,’’ ujar Nurnaeni. ’’Saya mengenal beliau tidak neko-neko. Jangan ditanya berat-berat dulu ya, saya belum bisa,’’ lanjutnya.

Jokpin lahir pada 11 Mei 1962. Dia menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (sekarang Universitas) Sanata Dharma Yogyakarta. Kegemarannya mengarang puisi ditekuni sejak SMA. Namanya kian melambung setelah meraih berbagai penghargaan.

DUKA MENDALAM: Istri Jokpin, Nrnaeni Amperawati Firmina (kanan), menerima ucapan belasungkawa dari kerabat. (GILANG/JAWA POS RADAR JOGJA)

Di antaranya, Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (2001), Sih Award (2001), Hadiah Sastra Lontar (2001), Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001, 2012), Penghargaan Sastra Badan Bahasa (2002, 2014), Kusala Sastra Khatulistiwa (2005, 2015), dan South East Asian (SEA) Write Award (2014). Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Jerman, Rusia, dan Mandarin. Sejumlah puisinya juga dimusikalisasi oleh Oppie Andaresta dan Ananda Sukarlan.

Sementara itu, Okky Madasari, sastrawan perempuan terkemuka di Indonesia, kemarin mendatangi rumah duka. Kepada media, Okky menceritakan kenangannya bersama Jokpin. Dia sempat belajar menulis puisi dengan Jokpin secara intens pada 2011-2012. Dia menganggap Jokpin adalah guru yang menginspirasi.

’’Karya Mas Jokpin itu bisa menjadi teman dalam segala situasi. Juga, diam-diam ada semangat untuk terus melanjutkan hidup, bahkan semangat melakukan perlawanan,’’ ujar penulis novel Entrok dan Pasung Jiwa itu. Dia merasa beruntung karena sempat berinteraksi langsung dengan Jokpin.

Mantan anggota Dewan Kebudayaan Kota Jogja Paksi Raras Alit menyampaikan, dirinya intens bekerja sama dengan Jokpin sejak tiga tahun lalu. Terutama dalam penyelenggaraan FSY 2022. ’’Tokoh kunci di FSY itu salah satunya ya beliau (Jokpin, Red),’’ ujarnya.

Jokpin merupakan konseptor acara, sedangkan Paksi yang bergerak di lapangan. ’’Yang menarik, kami sebagai anak muda otomatis nggandul nama besar Pak Jokpin, dan beliau tidak pernah keberatan. Bahkan kami banyak diajari dan diberi relasi,’’ tutur Paksi.

Salah satu program FSY yang lekat dengan nama Jokpin adalah Angkringan puisi. Dia menceritakan, pada 2023 Jokpin pernah membuat sayembara puisi nasional. Target pesertanya hanya 200 orang. ’’Tapi, yang ikut ternyata lebih dari 2.600 orang,’’ tandasnya. Kendati jumlah peserta membeludak, Jokpin selaku juri bersedia membaca satu per satu karya yang dikirim para peserta. (oso/c18/oni)

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #joko #pinurbo #tokoh #kunci #festival #sastra #yogyakarta #berpulang

KOMENTAR