Waspada Virus Nipah, Ini Upaya Pencegahan yang Disarankan
- Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia kesehatan global. Meski hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia, penyakit zoonosis ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi di sejumlah negara, terutama di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Beberapa organisasi kesehatan internasional mencatat virus Nipah dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia, mulai dari gangguan pernapasan hingga radang otak yang berakibat fatal.
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk mencegah infeksi virus Nipah.
Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah utama untuk melindungi masyarakat, terutama bagi mereka yang bepergian atau tinggal di wilayah yang pernah mengalami wabah.
Baca juga: Pramono Pastikan Jakarta Bebas Virus Nipah, Dinkes Diminta Tetap Siaga
Apa itu virus nipah dan mengapa berbahaya?
Virus Nipah adalah virus yang ditularkan dari hewan ke manusia, atau dikenal sebagai penyakit zoonosis.
Disadur Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Selasa (3/3/2026), penularan awal virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah dan babi.
Selain itu, manusia juga dapat terinfeksi melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh hewan pembawa virus.
Penularan dari hewan ke manusia ini disebut sebagai spillover event. Setelah seseorang terinfeksi, virus Nipah juga dapat menyebar antarmanusia, terutama melalui kontak dekat dengan cairan tubuh pasien, seperti air liur, darah, atau sekresi pernapasan.
Kondisi inilah yang membuat virus Nipah berpotensi menyebabkan wabah dengan dampak serius.
CDC mencatat, orang yang terinfeksi virus Nipah dapat mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, gangguan pernapasan, hingga kejang dan penurunan kesadaran.
Dalam kasus berat, infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis atau radang otak yang berujung pada kematian.
Baca juga: Waspada Virus Nipah, Warga Diminta Tak Konsumsi Buah yang Terbuka
Upaya pencegahan virus Nipah
Seperti dilaporkan Centre for Health Protection Hongkong, karena belum adanya vaksin, masyarakat perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk menurunkan risiko infeksi, terutama saat bepergian ke daerah terdampak.
1. Hindari kontak dengan kelelawar dan hewan ternak yang sakit
Virus Nipah secara alami hidup pada kelelawar buah (flying fox) dan dapat menular ke hewan lain seperti babi. Maka, masyarakat dianjurkan menghindari kontak langsung dengan kelelawar maupun hewan ternak yang tampak sakit.
Kontak ini termasuk menyentuh, memelihara, atau berada di area yang berpotensi terkontaminasi kotoran dan air liur hewan tersebut.
2. Tidak mengonsumsi nira atau aren mentah
Salah satu jalur penularan yang kerap terjadi di negara terdampak adalah konsumsi nira atau sari aren mentah yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar.
Menurut Situs resmi Kementerian Kesehatan RI, nira/aren harus dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi untuk mematikan virus yang mungkin ada.
Baca juga: WHO Ungkap Temuan Virus Nipah di India, Dua Perawat Terinfeksi dan Satu Masih Kritis
3. Cuci dan kupas buah sebelum dikonsumsi
Buah-buahan yang dikonsumsi dalam kondisi mentah berisiko menjadi media penularan jika terkontaminasi oleh kelelawar. Oleh karena itu, buah harus dicuci bersih dan dikupas sebelum dimakan.
Buah yang ditemukan di tanah atau menunjukkan bekas gigitan kelelawar sebaiknya dibuang dan tidak dikonsumsi.
4. Memasak daging ternak hingga matang sempurna
Mengonsumsi daging setengah matang berpotensi meningkatkan risiko penularan virus dari hewan ke manusia.
Daging ternak, terutama dari hewan yang rentan terinfeksi seperti babi, harus dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Tak Semua Daging Tinggi Protein Baik untuk Kesehatan, Mana yang Terbaik Menurut Ahli Gizi?
5. Menjaga kebersihan tangan dan etika batuk-bersin
Penerapan kebersihan diri menjadi langkah dasar yang krusial. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah kontak dengan hewan atau lingkungan berisiko, dapat menurunkan potensi infeksi.
Selain itu, etika batuk dan bersin serta penggunaan masker saat mengalami gejala penyakit juga dianjurkan.
6. Menggunakan alat pelindung diri saat menangani hewan
Bagi individu yang pekerjaannya mengharuskan kontak dengan hewan atau jaringan hewan, penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan pakaian pelindung sangat penting.
Langkah ini bertujuan mencegah paparan langsung terhadap virus.
Baca juga: Peneliti BRIN Ungkap Virus Nipah Terdeteksi di Indonesia, Ada di Hewan Ini
Peran tenaga kesehatan dan kewaspadaan dini
CDC dan Kemenkes sama-sama menyoroti peran penting tenaga kesehatan dalam pencegahan virus Nipah.
Tenaga medis, petugas laboratorium, serta keluarga yang merawat pasien berisiko tinggi tertular jika tidak menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan benar.
Fasilitas kesehatan diimbau untuk mempertimbangkan kemungkinan infeksi virus Nipah pada pasien dengan gejala yang sesuai, terutama jika memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara yang pernah melaporkan wabah, seperti Bangladesh atau India.
Deteksi dini dan penerapan standar perlindungan menjadi kunci untuk mencegah penularan lebih luas. Meski virus Nipah belum ditemukan di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan.
Edukasi masyarakat, perilaku hidup bersih dan sehat, serta kesiapsiagaan sistem kesehatan menjadi fondasi penting untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus mematikan ini di Tanah Air.
Baca juga: Wamenkes Sebut Virus Nipah Belum Sampai Indonesia: Di India Sangat Mematikan
Tag: #waspada #virus #nipah #upaya #pencegahan #yang #disarankan