Singgah di Surabaya, Mang Moel Pajang Lima Karya dalam Pameran A Man, A Monster & The Sea
Mang Moel di depan karyanya di Orasis Art Space, Surabaya. (ADINDA AZMARANI/JAWA POS)
10:28
22 November 2024

Singgah di Surabaya, Mang Moel Pajang Lima Karya dalam Pameran A Man, A Monster & The Sea

 - Dua belas tahun berkarya, Mulyana atau yang akrab disapa Mang Moel akhirnya singgah di Surabaya. Seniman lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu menggelar pameran solo pertamanya di Kota Pahlawan. A Man, A Monster & The Sea yang digelar di Orasis Art Space akan dibuka untuk umum pada Sabtu (23/11) hingga 26 Januari mendatang.

Mang Moel membawa lima jenis karya dalam pameran kali ini. Yakni Mogus World, Satu, Kosong, Modular Monster, dan Kostum. Karya dalam pameran itu sebetulnya sudah pernah dipamerkan di Amerika Serikat dan Australia. Namun ini pertama kalinya di Indonesia. Bentuk instalasi dan penataannya pun akan berbeda karena Mang Moel merespons venue Orasis yang berbeda dengan dua venue sebelumnya.

Alterego Monster Gurita Sigarantang

’’Mogus World elemennya bagus. Ada sekitar 150 lebih Mogus sampai sekarang dan terus berkembang,’’ kata Mang Moel saat dijumpai di venue kemarin (21/11). Mogus sendiri merupakan singkatan dari Monster Gurita Sigarantang, diambil dari Bahasa Sunda yang artinya monster gurita seperti rantang. Mogus memang awalnya dibuat tersusun seperti rantang.

Karakter yang kali pertama diciptakannya pada 2008 itu menjadi alterego dari dirinya. Keseluruhan karya Mang Moel merupakan hasil rajut dari benang limbah dari pabrik di Bandung. Maka tak heran jika kebanyakan karya itu memiliki warna-warna cerah yang cenderung random. Namun ada juga karya dengan warna monokrom. Misalnya karya satu dan kosong yang berwarna putih dan hitam, serta turunannya. Mang Moel juga mencoba sesuatu di luar zona nyamannya dengan menciptakan karya seni berbahan plastik. Karya itu ditampilkan di sisi outdoor Orasis Art Space.

Heart House dan Sudarsana di Westin

Mang Moel di depan karyanya di Orasis Art Space, Surabaya. (ADINDA AZMARANI/JAWA POS)

Begitu pun dengan karya yang dipamerkan di The Westin Surabaya dalam rangka Westin FestiveArt. Mang Moel membawa dua karya. Yakni Heart House dan Sudarsana. Keduanya mengusung nuansa warna pink monokrom.

Heart House yang menyambut pengunjung di lobby hotel tersebut merupakan perwujudan dari gagasan rumah bagi Mang Moel. Rumah tidak hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol perlindungan dan rasa nyaman yang tercipta melalui karyanya.

Sementara itu, Sudarsana diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti teladan, sebuah simbol dari inspirasi dan pelajaran yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Konsepnya sama seperti Heart House yang masih mengusung konsep coral sebagai rumah dari para Mogus. Hanya saja, Sudarsana merupakan kostum yang menjadi perkembangan karakter alterego Mang Moel.

’’Ini Westin FestiveART pertama kami. Ingin mengangkat sesuatu yang berbeda, termasuk The Mogus ini sendiri. Sangat unik. Seniman lokal yang tak kalah hebat dengan seniman luar negeri,’’ kata Lala Samsura, cluster director of sales & marketing di The Westin Surabaya. (adn/tia)

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #singgah #surabaya #mang #moel #pajang #lima #karya #dalam #pameran #monster

KOMENTAR