Ducati versus Aprilia Mengawali Musim, Jadi Persaingan Motor Tercepat dalam MotoGP 2026
Tim Ducati Lenonvo dan Pecco Bagnaia (Crash)
16:33
25 Februari 2026

Ducati versus Aprilia Mengawali Musim, Jadi Persaingan Motor Tercepat dalam MotoGP 2026

 

 

Jelang balapan pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan nanti (1/3), peta kekuatan siapa motor tercepat sudah terlihat. Setidaknya untuk awal musim ini.

Hasil tes pramusim terakhir di Buriram akhir pekan lalu (21–22/2) mengisyaratkan potensi duel ”Italia” antara motor Ducati dan Aprilia di barisan depan. Meski bukan gambaran sempurna untuk 22 seri MotoGP musim ini, karakter stop-and-go Buriram cukup memberi gambaran tentang performa pengereman, akselerasi, dan stabilitas saat masuk tikungan. Dalam seluruh aspek tersebut, Ducati dan Aprilia konsisten berada di depan.

Mesin Lama Tak Masalah
Kepercayaan diri pun terpancar dari hampir seluruh pembalap Ducati. Bahkan, pembalap VR46, Franco Morbidelli, yang menggunakan mesin lama GP25, mengklaim motornya mengalami peningkatan signifikan. ”Dibandingkan tahun lalu, aku empat persepuluh detik lebih cepat,” ujar Morbidelli seperti dikutip dari GPOne seusai tes pramusim di Bahrain.

Tetap Perlu Disempurnakan
Namun, itu bukan berarti Ducati tanpa cela. Francesco Bagnaia mengakui masih ada detail teknis yang perlu disempurnakan. ”Terkadang aku bisa mengerem dengan baik, sementara di lain waktu motor mulai gerak. Tetapi, itu karena aku mungkin memasuki tikungan dengan kecepatan lebih tinggi,” tutur pembalap Ducati Lenovo itu.

Bukan Lagi Telat Bersaing
Di sisi lain, Aprilia terlihat lebih matang dibanding awal musim lalu. Marco Bezzecchi dan Ai Ogura konsisten dalam simulasi jarak panjang. Keduanya juga memuncaki daftar waktu tercepat selama dua hari tes di Buriram. Aprilia pun tak lagi diprediksi sebagai ”penantang paruh musim” seperti tahun lalu, tapi berpotensi menekan Ducati sejak seri pembuka.

Pengakuan datang dari pembalap KTM Pedro Acosta. “Memang benar (saat long run) Aprilia dan Ducati terlihat menakutkan,” kata Acosta.

”Tetapi, aku juga cukup senang karena kami berhasil menyelesaikan 24-25 lap tanpa merusak ban. Ada perbedaan besar dibandingkan tahun lalu,” lanjutnya.

Honda Kecewa
Sementara itu, pembalap Honda Joan Mir sedikit kecewa dengan motor RC213V. Terutama soal grip belakang. ”Di Sepang, kami harus meningkatkan cengkeraman karena itu adalah kelemahan kami. Sayangnya, itu tidak terjadi (di Buriram). Saat ini Ducati dan Aprilia berada di level yang berbeda,” tuturnya.

Yamaha Belum Siap
Situasi paling berat dihadapi Yamaha. Motor V4 baru dinilai belum siap bersaing. Fabio Quartararo terlihat frustrasi. Dia hanya berada di posisi ke-17 daftar keseluruhan di tes Buriram.

”Kami tidak siap, dan kami mungkin juga tidak akan siap dalam waktu satu bulan,” jelasnya. 

PERSENTASE POIN KONSTRUKTOR MOTOGP TIGA MUSIM TERAKHIR

MOTOGP 2025
Ducati 36,8 persen (769/2.090)
Aprilia 20 persen (418/2.090)
KTM 17,8 persen (372/2.090)
Honda 13,6 persen (285/2.090)
Yamaha 11,8 persen (247/2.090)

MOTOGP 2024
Ducati 46,6 persen (722/1.550)
KTM 21,1 persen (327/1.550)
Aprilia 19,5 persen (302/1.550)
Yamaha 8 persen (124/1.550)
Honda 4,8 persen (75/1.550)

MOTOGP 2023
Ducati 39,5 persen (703/1.780)
KTM 20,8 persen (370/1.780)
Aprilia 18,3 persen (326/1.780)
Yamaha 11 persen (196/1.780)
Honda 10,4 persen (185/1.780)

KETERANGAN
- Persentase poin dihitung dari jumlah poin tiap pabrikan/konstruktor dibagi total poin keseluruhan semua pabrikan/konstruktor di musim tersebut.
- Dipilih sejak 2023 atau setelah konstruktor MotoGP konsisten dengan lima pabrikan. Suzuki jadi tim terakhir yang mundur mulai musim tersebut dan tidak ada lagi pabrikan baru hingga saat ini.

 

Editor: Hendra Eka

Tag:  #ducati #versus #aprilia #mengawali #musim #jadi #persaingan #motor #tercepat #dalam #motogp #2026

KOMENTAR