Persija Jakarta Wajib Sempurna! Asa Juara BRI Super League di Ujung Tanduk
Persija Jakarta (IG Persija Jakarta)
17:30
23 Februari 2026

Persija Jakarta Wajib Sempurna! Asa Juara BRI Super League di Ujung Tanduk

Baca 10 detik
  • Persija Jakarta menempati posisi kedua klasemen Super League 2025/2026 dengan perolehan 47 poin dari 22 pertandingan.
  • Persib Bandung memimpin puncak klasemen dengan poin sama, tetapi masih memiliki dua laga lebih banyak.
  • Tim asuhan Mauricio Souza dituntut menjaga kesiapan mental dan konsistensi untuk mengamankan gelar juara musim ini.

Persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026 kian memanas. Persija Jakarta dituntut tampil tanpa cela jika ingin terus menjaga asa juara hingga akhir musim.

Saat ini Macan Kemayoran menempati posisi kedua klasemen dengan 47 poin dari 22 pertandingan. Raihan angka tersebut sama dengan milik Persib Bandung yang bercokol di puncak.

Namun situasinya belum sepenuhnya ideal, karena Persib masih memiliki dua laga lebih banyak yang bisa mengubah komposisi klasemen sewaktu-waktu.

Tim asuhan Mauricio Souza itu dinilai harus menjaga konsistensi di tengah jadwal padat dan tekanan besar. Sebab, musim ini tak ada lagi jarak mencolok antara tim papan atas dan pesaing lain. Hampir setiap pertandingan menyajikan duel seimbang.

“Kalau kekuatan tim di Super League saat ini, hampir sama ya semuanya (merata). Cuma itu tadi, siapa yang paling siap, dia yang akan menang. Itu saja. Harus menyiapkan diri lebih daripada yang lain,” kata Ardhi Tjahjoko dalam kanal YouTube resmi Persija.

Persija Jakarta meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Madura United dalam lanjutan kompetisi Liga 1 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (23/1/2025) malam. [Instagram Persija] PerbesarPersija Jakarta meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Madura United dalam lanjutan kompetisi Liga 1 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (23/1/2025) malam. [Instagram Persija]

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa faktor kesiapan menjadi pembeda utama. Sedikit saja kehilangan fokus, posisi di klasemen bisa langsung tergeser.

Selain aspek teknis, mental pemain juga menjadi sorotan.

Tekanan untuk selalu menang, apalagi saat di atas kertas lebih diunggulkan, bisa berdampak pada kondisi psikologis tim.

“Kalau mental, biasa ya. Pada saat kalah kita tentu ada rasa kecewa, agak down lah pemain. Karena di atas kertas kita harusnya menang. Tapi itu tadi, dinamika di sepak bola kan tidak bisa diprediksi dengan jelas," jelasnya.

Namun, kunci utama dalam perburuan gelar bukan sekadar soal taktik, melainkan kemampuan bangkit setelah terpukul hasil buruk.

“Jadi, kecewa ada, cuman saya bilang, ya bangkit lagi, harus bangkit lagi. Itu kan merupakan suatu hal biasa dalam olahraga."

"Mau menang, seri, kalah, itu biasa. Tapi pada saat kalah, ya kita harus kuat. Kita bangkit lagi, kita berusaha,” pungkasnya.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #persija #jakarta #wajib #sempurna #juara #super #league #ujung #tanduk

KOMENTAR