Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah Ke Pasar Induk Kramat Jati
ilustrasi cabai rawit merah(KOMPAS.com/ACHMAD FAUZI)
18:52
23 Februari 2026

Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah Ke Pasar Induk Kramat Jati

- Kementerian Pertanian (Kementan) mengguyur 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur pada Minggu (22/2/2026).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muhammad Agung Sunusi, menyebut tindakan itu ditempuh guna mengendalikan harga dan pasokan cabai rawit merah.

Pemerintah berkomitmen terus menjaga suplai bumbu dapur itu ke PIKJ selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Baca juga: BPS: Harga Cabai Rawit Melonjak di 214 Kabupaten/Kota, di Papua Rp 200.000 Per Kg

Ilustrasi cabai rawit merahSHUTTERSTOCK/Seplin1989 Ilustrasi cabai rawit merah

“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadhan tetap terpenuhi,” kata Agung dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Adapun cabai rawit yang diguyur ke PIKJ berasal dari hasil panen champion cabai.

Mereka merupakan petani yang mendapatkan pendampingan dan fasilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menetapkan, cabai rawit merah yang diguyurkan itu dihargai Rp 50.000 per kilogram.

Tujuannya, agar harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.

Baca juga: Cabai Rp 110.000 Per Kg Karena Pasokan Anjlok 50 Persen

Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan subsidi transportasi logistik dari pusat produksi cabai ke PIKJ.

Dengan guyuran stok cabai, harga Rp 50.000 per kilogram, dan subsidi logistik diharapkan bisa menjaga harga jual cabai di tingkat konsumen paling tinggi Rp 65.000 per kilogram.

“Intervensi distribusi ini, kami optimistis harga segera stabil,” tutur Agung.

Ilustrasi cabai rawit. Cabai mengandung capsaicin yang bermanfaat bagi metabolisme, gula darah, dan pencernaan jika dikonsumsi secara teratur dan sesuai toleransi tubuh, menurut berbagai penelitian.SHUTTERSTOCK/VERRA WIDHI Ilustrasi cabai rawit. Cabai mengandung capsaicin yang bermanfaat bagi metabolisme, gula darah, dan pencernaan jika dikonsumsi secara teratur dan sesuai toleransi tubuh, menurut berbagai penelitian.

Sementara cabai rawit merah sempat melambung, komoditas hortikultura lainnya relatif normal.

Cabai rawit putih misalnya seharga Rp 30.000 per kilogram, cabai besar merah Rp 40.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp 50.000 per kilogram, dan cabai keriting hijau Rp 25.000 per kilogram.

Pemerintah menyebut, kenaikan harga cabai rawit merah dipicu hujan tinggi di pusat pertanian bumbu dapur tersebut.

Cuaca tersebut juga mengakibatkan proses panen tidak maksimal sehingga pasokan cabai tertahan.

Di sisi lain, banyak petani di daerah juga menggelar tradisi awal Ramadhan. “Curah hujan tinggi membuat petani tidak bisa melakukan pemetikan optimal. Ditambah peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadhan, menyebabkan harga sempat naik,” kata Agung.

Dihubungi Kompas.com, pedagang cabai di PIKJ, Guntur menyebut hari ini harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kilogram.

Harga itu turun dibanding Jumat (20/2/2026) pekan lalu di angka Rp 100.000 sampai Rp 110.000 per kilogram.

Menurutnya, meski guyuran cabai Kementan tidak benar-benar signifikan namun berdampak pada penurunan harga. “Meski enggak signifikan tapi berpengaruh juga,” kata Guntur.

Tag:  #kementan #guyur #cabai #rawit #merah #pasar #induk #kramat #jati

KOMENTAR