Antonio Conte Terancam Diselidiki FIGC Usai Hina Wasit saat Kalah dari Como 1907
- Pelatih Napoli, Antonio Conte, kini tengah terancam sanksi disiplin berat setelah kedapatan menghina wasit Gianluca Manganiello.
Insiden ini mewarnai kegagalan Napoli pada ajang Coppa Italia usai didepak oleh Como 1907 di Stadion Digeo Armando Maradona, Selasa (10/2/2026) malam atau Rabu (11/2/2026) dini hari WIB.
Antonio Conte dilaporkan meluapkan emosinya di pinggir lapangan setelah merasa timnya dirugikan oleh sejumlah keputusan pengadil pertandingan.
Jaksa FIGC, Giuseppe Chine, kemungkinan besar akan segera membuka penyelidikan resmi terhadap Antonio Conte.
Meski ucapan pedas sang pelatih tidak terdengar langsung oleh wasit di lapangan maupun ofisial keempat, bukti rekaman video dari Sport Mediaset memperlihatkan dengan jelas reaksi kerasnya.
Baca juga: Alasan Antonio Conte Kritik Wasit Usai Napoli Tumbang dari Como 1907
Hal ini menjadi sorotan tajam di tengah persaingan sengit Liga Italia 2025-2026.
Kronologi Amuk Conte di Pinggir Lapangan
Ketegangan bermula ketika bek Como 1907, Jacobo Ramon, melakukan pelanggaran keras terhadap Rasmus Hojlund di tepi kotak penalti.
Conte yang merasa pelanggaran itu layak diganjar kartu merah langsung meminta pemeriksaan VAR dengan nada tinggi.
“Setidaknya periksalah, dasar bodoh, setidaknya periksalah,” teriak Conte di pinggir lapangan dikutip dari Football Italia, Rabu (11/2/2026).
Kekesalan mantan pelatih Inter Milan itu tidak berhenti di situ.
Saat ofisial keempat mencoba menenangkannya, ia terus memprotes urgensi penggunaan teknologi dalam pertandingan tersebut.
Baca juga: Amarah Antonio Conte Setelah Dilibas Sang Murid Cesc Fabregas
“Bisa jadi kartu merah atau bukan, tapi apa-apaan ini! VAR harus memeriksa dan memberikan hukuman,” tegasnya.
Memasuki babak kedua, situasi semakin memanas ketika Ramon kembali melakukan pelanggaran serupa namun luput dari kartu kuning kedua.
Conte yang geram kemudian menuduh wasit memiliki sentimen pribadi terhadapnya.
“Itu kartu kuning, itu kartu kuning,” teriaknya.
Ia pun sempat berujar kepada ofisial keempat, “Dia wasit sengaja melakukannya padaku.”
Protes tersebut ditutup dengan pernyataan pedas yang menyindir kinerja pengadil. “Itu kartu kuning. Bagaimana bisa bukan kartu kuning? Anda menghancurkan kami,” pungkas Conte.
Antonio Conte mencatatkan prestasi luar biasa setelah berhasil membawa Napoli mengalahkan Fiorentina 3-1 pada pekan ketiga Liga Italia 2025-2026. Antonio Conte bersinar kala melatih timnya di laga Fiorentina vs Napoli di Firenze pada Minggu, 14 September 2025.
Sindiran untuk Rival dan Krisis Skuad
Napoli akhirnya harus angkat koper dari perempat final Coppa Italia setelah kalah dramatis 6-7 melalui adu penalti dari klub asuhan Cesc Fabregas.
Usai laga, Conte tidak hanya menyoroti kinerja wasit, tetapi juga membanggakan pencapaiannya dalam 18 bulan terakhir sembari menyindir rivalnya dengan gestur angka nol dan dua, yang merujuk pada sindiran klasik Jose Mourinho.
“Ada banyak hal positif. Memang benar, kami tersingkir dari Coppa Italia dan Liga Champions," tegas Conte.
Baca juga: Antonio Conte Salahkan Jadwal Usai Napoli Tersingkir dari Liga Champions
"Sekarang Serie A adalah yang tersisa, dan kami harus melakukan yang terbaik yang kami bisa."
“Jadi, mulai sekarang, setiap kali saya mengadakan konferensi pers, saya akan memulainya seperti ini, dan kemudian saya akan menyebutkan tim-tim yang, seperti yang pernah dikatakan seorang pelatih, belum memenangkan satu gelar pun, oke?”
Di sisi lain, Conte mengeluhkan terbatasnya opsi pemain akibat badai cedera, termasuk absennya Scott McTominay yang krusial.
Mengenai kepemimpinan wasit secara umum, ia menyampaikan kritik terbuka.
“Jangan selalu membicarakan wasit, karena akan selalu ada saja yang mengeluh,” tuturnya.
“Ini jelas bukan musim yang baik bagi wasit dan VAR, saya harap mereka dapat menemukan sesuatu yang akan memperbaiki situasi."
Baca juga: Jelang Napoli Vs Chelsea, Liam Rosenior Akui Kehebatan Antonio Conte
"Faktanya, semua orang mengeluh, pelatih, pemain, dan penggemar, jadi olahraga ini perlu meningkatkan dan memperbaikinya, karena sama seperti kita meningkatkan tim kita, Rocchi juga harus meningkatkan wasit dan petugas VAR-nya.” lanjut Conte.
Menutup pernyataannya, ia tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan para pemainnya meski dengan skuat yang compang-camping.
“Saya hanya bisa memuji para pemain ini, karena kami berupaya melampaui potensi kami saat ini. Kami memiliki sumber daya yang sangat terbatas, yang sama sekali tidak sesuai dengan ambisi yang seharusnya kami miliki untuk musim ini,” kata Antonio Conte.
Tag: #antonio #conte #terancam #diselidiki #figc #usai #hina #wasit #saat #kalah #dari #como #1907