PSSI Gelar Rapat Darurat Liga 4, Insiden Brutal di Jateng–Jatim Jadi Sorotan
Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq terlihat lakukan tendangan kungfu ke Gelandang Persikaba Blora, Rizal Dimas dalam laga terakhir fase grup Liga 4 Indonesia Grup A Jawa Tengah di Stadion Krida Rembang, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026)(Dok. Tangkapan layar video)
12:52
26 Januari 2026

PSSI Gelar Rapat Darurat Liga 4, Insiden Brutal di Jateng–Jatim Jadi Sorotan

– PSSI menggelar rapat darurat atau emergency online meeting bersama Asosiasi Provinsi atau Asprov PSSI Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk membahas sejumlah insiden serius dalam Putaran Provinsi Liga 4 2025-2026 yang belakangan viral di media sosial.

Rapat daring tersebut diikuti Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, anggota Exco Rudy Yulianto dan Kairul Anwar, Ketua Komite Disiplin Umar Husin, perwakilan Departemen Wasit Pratap Singh, serta perwakilan PSSI Jawa Tengah, PSSI Jawa Timur, manajer, dan panitia pelaksana pertandingan Liga 4 di kedua provinsi.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan, rapat darurat tersebut digelar atas arahan langsung Ketua Umum PSSI dan Eksekutif Komite PSSI menyusul berbagai peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kompetisi Liga 4, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ujar Yunus.

Menurut Yunus, insiden yang melibatkan tindakan tidak sportif pemain serta perilaku suporter telah berdampak luas dan merugikan ekosistem sepak bola nasional.

Ia menilai, kejadian tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan lokal semata.

“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” kata Yunus.

Yunus menegaskan, PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan penambahan regulasi Liga 4. Sanksi yang diterapkan tidak hanya menyasar pemain.

“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujarnya.

Sorotan Global dan Pengawasan Internasional

Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menambahkan, setiap kejadian yang terjadi di level mana pun akan tetap dipersepsikan sebagai peristiwa sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

“Kejadian di mana pun dan apa pun yang terjadi, itu akan selalu dilihat sebagai peristiwa sepak bola Indonesia. Terjadi di kabupaten, terjadi di provinsi, apalagi di tingkat nasional,” ujar Zainudin.

Insiden horor yang terjadi pada pertandingan Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung di Grup CC Liga 4 Jawa Timur putaran 32 besar yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).TANGKAPAN LAYAR Insiden horor yang terjadi pada pertandingan Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung di Grup CC Liga 4 Jawa Timur putaran 32 besar yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).

Ia mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia berada dalam pengawasan federasi internasional, yakni FIFA dan Asian Football Confederation (AFC). Setiap insiden di daerah, menurut dia, berpotensi memengaruhi penilaian global terhadap sepak bola nasional.

“Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, FIFA pasti menilainya sebagai kejadian sepak bola Indonesia,” katanya.

Zainudin juga menjelaskan, sejak awal PSSI menggulirkan Liga 4 dengan keyakinan bahwa asosiasi provinsi serta kabupaten dan kota memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan kompetisi. Namun, dalam perjalanannya, muncul persoalan serius yang tidak bisa diabaikan.

“Itulah sebabnya kami di PSSI melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Kita harus menyelamatkan sepak bola Indonesia ini dari penilaian yang buruk,” ucap Zainudin.

Insiden Brutal Liga 4 Jadi Pemicu Rapat Darurat

Emergency meeting ini digelar menyusul sejumlah insiden tendangan brutal yang terjadi dalam kompetisi Liga 4.

Salah satunya terjadi pada pertandingan Liga 4 Jawa Tengah antara Persikaba Blora melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/1/2026), ketika seorang pemain Persikaba ditendang di bagian dada oleh kiper PSIR.

Insiden serupa juga terjadi di Liga 4 Jawa Timur dalam laga PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2025). Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai kecaman publik.

PSSI memastikan akan melanjutkan konsolidasi dengan asosiasi provinsi, perangkat pertandingan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kompetisi berjalan dengan menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan keselamatan semua pihak.

 

Tag:  #pssi #gelar #rapat #darurat #liga #insiden #brutal #jatengjatim #jadi #sorotan

KOMENTAR