Tanggapan PSSI Atas Gol Kontroversial Garudayaksa FC ke Bekasi City
Momen duel Garudayaksa FC vs FC Bekasi City di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Sabtu (10/1/2026). Laga Championship Liga 2 2025-2026 ini tuntas dengan skor 1-1.(Dok. Garudayaksa FC)
15:40
11 Januari 2026

Tanggapan PSSI Atas Gol Kontroversial Garudayaksa FC ke Bekasi City

- PSSI menanggapi proses gol kontroversial Garudayaksa FC ke gawang FC Bekasi City pada laga lanjutan Grup Barat Championship 2025-2026.

Pertandingan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/1/2026), dan berakhir imbang 1-1.

Garudayaksa FC mencetak gol pada menit ke-33 melalui tandukan Obet Choiri. Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok. Tendangan sudut diambil oleh Feby Eka Putra.

Dalam tayangan pertandingan, bola terlihat diletakkan tidak sepenuhnya di dalam area sudut.

Setelah bola dilepaskan, Obet Choiri langsung menyambut dengan sundulan dan bola masuk ke gawang FC Bekasi City.

Wasit tetap mengesahkan gol tersebut karena menilai tidak ada pelanggaran. Pertandingan dipimpin wasit asal Jakarta, Mansyur. 

Dari ruang VAR, tidak ada komunikasi kepada wasit utama terkait posisi bola saat sepak pojok dilakukan. Situasi ini kemudian jadi perhatian luas.

Respons PSSI atas Gol Kontroversial

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa Komite Wasit perlu melakukan evaluasi atas kejadian tersebut. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga kualitas kompetisi.

“Ini yang kami minta kepada teman-teman Komite Wasit untuk dievaluasi,” kata Arya Sinulingga kepada awak media termasuk BolaSport.com di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).

Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan tujuan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mencanangkan regulasi delapan pemain asing di Liga 1 2023-2024.KOMPAS.com/Ahmad Zilky Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan tujuan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mencanangkan regulasi delapan pemain asing di Liga 1 2023-2024.

Ia menjelaskan bahwa PSSI telah memutuskan penggunaan VAR pada Championship 2025-2026.

Pada musim sebelumnya, teknologi ini belum diterapkan di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Evaluasi Kinerja Wasit dan VAR

Arya Sinulingga menegaskan VAR dihadirkan sebagai alat bantu wasit agar pertandingan berjalan sesuai aturan. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara wasit utama dan petugas VAR.

“Karena VAR dihadirkan untuk membuat pertandingan lebih fair dan bisa dinikmati dengan baik.”

“Jangan sampai ada hal-hal yang merugikan.”

“Jadi kami minta Komite Wasit melakukan evaluasi dan pasti akan ada laporannya ke kami,” tutup Arya Sinulingga.

Tag:  #tanggapan #pssi #atas #kontroversial #garudayaksa #bekasi #city

KOMENTAR