Viral ''Cukup Saya WNI'', Anggota DPR Ingatkan Beasiswa LPDP Berasal dari Uang Rakyat
LPDP memberikan tanggapan terkait awardee DS yang membuat konten cukup aku aja yang WNI, anakku jangan. (DOK. LPDP)
13:22
23 Februari 2026

Viral ''Cukup Saya WNI'', Anggota DPR Ingatkan Beasiswa LPDP Berasal dari Uang Rakyat

- Anggota Komisi X DPR Andi Muawiyah Ramly mengingatkan para awardee atau penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bahwa program yang mereka rasakan berasal dari uang rakyat.

Hal tersebut diingatkannya untuk menanggapi viralnya konten penerima beasiswa LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas terkait "cukup saya WNI, anak jangan" di media sosial.

"LPDP itu mandat negara. Setiap rupiah yang diberikan adalah uang rakyat. Maka penerimanya bukan hanya dituntut berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan dan orientasi pengabdian yang jelas," tegas Andi dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Teguran Keras dari LPDP hingga Wamen Stella buat Awardee yang Bangga Anak Jadi WN Inggris

Ia mendesak pemerintah dan LPDP untuk mengevaluasis erta memperketat proses seleksi penerima beasiswa.

Menurutnya, kasus tersebut telah menyentuh aspek moral publik karena beasiswa LPDP dibiayai APBN dan dana abadi pendidikan.

Negara harus memastikan bahwa investasi pendidikan kepada warganya benar-benar kembali untuk kemajuan Indonesia.

"Kalau ada penerima beasiswa yang lebih menonjolkan simbol kewarganegaraan negara lain dan justru tampak bangga dengan itu, publik wajar bertanya, ke mana arah loyalitas dan kontribusinya? Ini bukan soal anti-global atau membatasi hak pribadi, tetapi soal etika ketika seseorang menerima dana publik," tegas Andi.

Baca juga: Stella Christie Sentil Penerima LPDP Viral Cukup Saya WNI: Beasiswa Amanah, Bukan Fasilitas

Ia menjelaskan, ihwal kewarganegaraan seorang anak merupakan hak yang diatur hukum dan ranah pribadi.

Namun, ia mengingatkan bahwa para penerima beasiswa LPDP tetap membawa identitas sebagai representasi negara.

"Tidak ada yang melarang seseorang menjadi warga global, tapi ketika dibiayai negara, ada tanggung jawab moral yang melekat. Jangan sampai publik merasa dana pendidikan justru tidak kembali manfaatnya ke bangsa sendiri," ujar Andi.

Baca juga: Kisruh Penerima LPDP, Wamen Stella: Beasiswa Negara adalah Utang Budi

Konten Viral Dwi Sasetyaningtyas

Sebelumnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan teguran dan klarifikasi atas kasus Dwi Sasetyaningtyas yang ramai menuai kontroversi.

Dwi Sasetyaningtyas, yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat viral di berbagai media sosial karena postingannya.

Kronologi ini cukup panjang, karena awalnya netizen hanya fokus pada konten Dwi yang dianggap cukup merendahkan negara yang sudah membiayai dirinya kuliah.

Baca juga: Gaduh Beasiswa LPDP, Anggota DPR: Jangan Sampai Hanya Dinikmati Kelompok Tertentu

Masalah semakin membesar, ketika banyak netizen mengulik kehidupan pribadi awardee LPDP ini termasuk dugaan suaminya yang belum menuntaskan kewajiban sebagai penerima LPDP.

Kasus ini bermula dari Dwi yang membagikan satu konten di Instagram dan Threads miliknya. Isinya mengenai anak keduanya yang resmi jadi WNA Inggris/British Citizen.

"Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA," tulisnya dalam salah satu konten.

Netizen banyak geram, merasa narasi tersebut kurang bijak dilontarkan seorang awardee LPDP. Banyak netizen yang merasa, sebagai awardee LPDP tidak patut menghina negaranya sendiri yang sudah membantunya untuk kuliah.

Baca juga: LPDP Bakal Panggil Suami Alumni yang Viral Bangga Anak Jadi WN Inggris, Diduga Belum Jalankan Pengabdian

Kronologi viral pernyataan alumni LPDP ?cukup saya WNI? yang menuai polemik, klarifikasi LPDP soal kewajiban pengabdian, hingga sindiran Wamen Stella tentang makna beasiswa sebagai amanah. Kronologi viral pernyataan alumni LPDP ?cukup saya WNI? yang menuai polemik, klarifikasi LPDP soal kewajiban pengabdian, hingga sindiran Wamen Stella tentang makna beasiswa sebagai amanah.

Teguran Keras LPDP

LPDP buka suara terkait polemik di media sosial mengenai Dwi yang viral setelah mengunggah video kebanggaan atas status kewarganegaraan Inggris anaknya.

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menyampaikan, pihaknya menyayangkan polemik yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni berinisial DS.

“LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," kata Dwi Larso kepada Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: LPDP Sayangkan Tindakan Alumni Bangga Anak Jadi WN Inggris: Tidak Cerminkan Integritas dan Etika

Dwi Larso menjelaskan, sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban melaksanakan masa pengabdian atau kontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.

Ia juga menyinggung suami DS berinisial AP yang turut menjadi sorotan publik dan diketahui merupakan alumnus LPDP.

Menurut dia, AP diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi.

"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP akan melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," jelas Dwi.

Tag:  #viral #cukup #saya #anggota #ingatkan #beasiswa #lpdp #berasal #dari #uang #rakyat

KOMENTAR