Komisi Reformasi: Persoalan Kultur Jadi Masalah Serius di Internal Polri
- Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Otto Hasibuan, menilai persoalan kultur atau budaya di internal Kepolisian menjadi masalah serius yang perlu segera dibenahi menyusul rentetan kasus yang melibatkan aparat pada awal 2026.
Pernyataan itu disampaikan Otto saat dimintai tanggapan terkait sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik, di antaranya dugaan penganiayaan oleh oknum Brimob terhadap pelajar hingga tewas serta kasus kekerasan yang terjadi di asrama polisi.
“Saya melihat persoalan culture adalah masalah serius dan perlu waktu dan konsistensi untuk melakukan perubahan dan terkait juga dengan pendidikan,” kata Otto kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).
Menurut dia, pembenahan kultur di tubuh Polri tidak bisa dilakukan secara instan.
Baca juga: Kapolri Instruksikan Anggota Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas Dihukum Berat
Perubahan tersebut memerlukan komitmen berkelanjutan serta pembaruan dalam sistem pendidikan dan pembinaan anggota.
Otto menegaskan, reformasi kultural di internal Polri menjadi kebutuhan mendesak agar kasus-kasus serupa tidak terus berulang.
“Jadi memang reformasi kultural di internal Polri sangat perlu segera dilakukan," tegasnya.
Seperti diketahui, dalam dua bulan pertama 2026, sejumlah kasus yang melibatkan anggota kepolisian menjadi perhatian publik.
Baca juga: Pengusutan Kasus Brimob Aniaya Pelajar di Tual Didesak Transparan dan Profesional
Selain dugaan penganiayaan oleh oknum Brimob di Maluku, kasus kekerasan di lingkungan asrama polisi juga memicu kritik terhadap sistem pembinaan dan pengawasan internal.
Tak hanya itu, kasus narkoba juga menyelimuti Korps Bhayangkara di mana Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro menjadi tersangka.
Saat ini Didik sudah dicopot dari jabatannya dan juga dipecat dari Polri.
Tag: #komisi #reformasi #persoalan #kultur #jadi #masalah #serius #internal #polri