Harga Beras Medium-Premium di Sejumlah Daerah Naik, Lewati HET
Situasi dan kondisi pedagang beras di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/9/2025).(KOMPAS.com/M. Elgana Mubarokah)
16:08
23 Februari 2026

Harga Beras Medium-Premium di Sejumlah Daerah Naik, Lewati HET

- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, harga beras medium dan premium di sejumlah daerah mengalami kenaikan hingga melewati Harga Eceran Tertinggi (HET).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kenaikan tersebut merupakan data per minggu ketiga (M3) Februari dibandingkan dengan harga pada Januari kemarin.

“Medium kalau kita cermati ini di perubahan atau kenaikannya masih cukup banyak,” kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Dua Raksasa Ritel Arab Saudi Ini Akan Serap Beras Premium Bulog

Menurut Ateng, beras medium di beberapa kabupaten/kota mengalami kenaikan cukup tinggi.

Di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, misalnya harga beras medium naik 16,58 persen menjadi Rp 13.305 per kilogram.

Beras medium di Boven Digoel, Papua Selatan juga naik 11,65 persen menjadi Rp 15.000 per kilogram meski lebih rendah 3,23 persen dari HET.

Sejumlah daerah dengan beras medium di atas HET adalah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) yang lebih tinggi 21,43 persen di atas HET dengan harga Rp 17.000 per kilogram.

Kemudian, Kabupaten Sawahlunto, Sumbar 19,41 persen di atas HET dengan harga Rp 16.718 per kilogram;

Kabupaten Simeulue, Aceh 17,14 persen di atas HET dengan harga Rp 16.400 per kilogram.

Lalu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku 16 persen di atas HET dengan harga Rp 17.981 per kilogram;

Kabupaten Paser, Kalimantan Timur 11,26 persen di atas HET dengan harga Rp 15.577 per kilogram;

dan lainnya.

Adapun HET beras medium Aceh, Riau, dan Kalimantan masuk dalam Zona 2 dengan harga Rp 14.000 per kilogram.

Sementara, Papua masuk dalam Zona 3 dengan HET Rp 15.500 per kilogram.

“Bahkan di Kabupaten Bintan ini juga harga berasnya masih di atas HET-nya,” ujar Ateng.

Kenaikan Beras Premium

Selain beras medium, sejumlah daerah juga mengalami kenaikan beras premium hingga melampaui HET.

Lonjakan tertinggi terjadi di Kabupaten Boven Digoel dengan persentase 10,14 persen menjadi Rp 17.000 per kilogram, di 7,59 persen di atas HET.

Sementara, harga beras premium tertinggi dibanding HET terdapat di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah dengan selisih 39,24 dari HET seharga Rp 22.000 per kilogram.

Harga beras premium di Kabupaten Sawahlunto, Sumbar juga tercatat tinggi yakni 19,63 persen di atas HET dengan harga Rp 18.423 per kilogram;

Halmahera Selatan 20,25 persen di atas HET dengan harga Rp 19.000 per kilogram.

Lalu, Nias Barat 15,26 persen di atas HET seharga Rp 17.750 per kilogram;

Seram Bagian Timur 29,25 persen di atas HET dengan harga Rp 19.000 per kilogram;

Tanah Datar, Sumbar 14,89 persen di atas HET dengan harga Rp 17.692 per kilogram, dan lainnya.

Adapun HET beras premium di Sumbar dan Aceh Rp 15.400 per kilogram, Maluku dan Papua Rp 15.800 per kilogram.

“Beras premium juga ada beberapa kabupaten/kota yang masih mengalami peningkatan cukup tinggi, yaitu di Kabupaten Boven Digoel, ini beras premiumnya meningkat 10,14 persen,” kata Ateng.

Baca juga: Bulog Mau Ekspor 2.280 Ton Beras untuk Jemaah Haji, Nilainya Rp 150 M

Tag:  #harga #beras #medium #premium #sejumlah #daerah #naik #lewati

KOMENTAR