Akhirnya, Astronot Boleh Bawa iPhone Lagi ke Luar Angkasa
- Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, astronot diizinkan lagi membawa iPhone dan smartphone modern lainnya dalam misi luar angkasa, termasuk misi ke orbit Bulan.
Hal ini dimungkinkan karena lembaga antariksa Amerika Serikat NASA, akhirnya melonggarkan aturan terkait penggunaan perangkat pribadi yang boleh dibawa astronot ke luar angkasa.
Administrator NASA, Jared Isaacman mengumumkan kebijakan baru ini di sosial media X (dulu Twitter).
Menurut Isaacman, pelonggaran ini merupakan upaya memberi kru alat dokumentasi yang lebih relevan dengan era saat ini.
Baca juga: NASA Longgarkan Aturan Gadget Astronot, iPhone Terbang ke Bulan
Dengan iPhone, astronot diberi kesempatan untuk menangkap momen spesial bagi keluarga mereka serta membagikan foto dan video inspiratif kepada dunia.
"Yang tak kalah penting, kami menantang aturan yang sudah lama ada dan menguji hardware modern untuk penerbangan luar angkasa dalam jangka waktu yang dipercepat. Urgensi operasional tersebutakan bermanfaat bagi NASA saatkami mngejar sains dan penelitian bernilai tinggi di orbit dan permukaan bulan," kata Isaacman.
Implementasi perdana du Misi Crew-12 dan Artemis II
Menurut Isaacman, kebijakan ini akan mulai diterapkan pada misi Crew-12 dan Artemis II.
SpaceX Crew-12 sendiri adalah misi berawak hasil kerja sama NASA dan SpaceX (perusahaan antariksa milik Elon Musk) dalam program Commercial Crew.
Misi yang diluncurkan pada 13 Februari lalu ini menggunakan kapsul Crew Dragon milik SpaceX yang diluncurkan dengan roket Falcon 9.
Crew-12 termasuk bagian dari rangkaian misi rutin pengiriman astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Sementara Artemis II adalah penerbangan berawak pertama dalam program Artemis menjadi langkah penting menuju kembalinya manusia ke Bulan, sekaligus membuka jalan bagi misi masa depan ke Mars. Artemis II dijadwalkan memulai perjalanan pada 6 Maret 2026.
Baca juga: NASA Siap Kirim Manusia ke Bulan Lagi setelah 50 Tahun Lebih
Tinjau aturan lama
Selama ini, dokumentasi di luar angkasa memang sudah dilakukan menggunakan kamera profesional.
Adapun perangkat yang disetujui untuk misi Artemis II sebelumnya hanya berupa kamera DSLR Nikon keluaran 2016 serta kamera GoPro generasi lama.
Dengan restu NASA untuk iPhone, astronot berpotensi merekam visual luar angkasa secara lebih spontan dan personal.
Meski tentu tidak akan menandingi hasil teleskop seperti James Webb Space Telescope, kamera smartphone modern dinilai cukup mumpuni untuk menangkap fenomena langit dan aktivitas di stasiun luar angkasa.
NASA belum merinci model iPhone mana yang akan dibawa, tetapi perangkat tersebut tetap harus melalui proses pengujian ketat agar memenuhi standar keselamatan penerbangan luar angkasa.
Isaacman turut mengungkapkan, keputusan ini menuntut NASA untuk meninjau ulang prosedur persetujuan perangkat yang selama ini dikenal ketat dan panjang.
Baca juga: Roket New Glenn Blue Origin Mengangkasa, Gendong 2 Wahana Antariksa NASA ke Mars
Proses sertifikasi perangkat luar angkasa biasanya memerlukan serangkaian uji keselamatan, kompatibilitas, hingga ketahanan terhadap kondisi ekstrem. Namun NASA kini mencoba mempercepat proses tersebut untuk perangkat keras modern, sebagaimana dihimpun dari SlashGear.
NASA astronauts will soon fly with the latest smartphones, beginning with Crew-12 and Artemis II. We are giving our crews the tools to capture special moments for their families and share inspiring images and video with the world. Just as important, we challenged long-standing…
— NASA Administrator Jared Isaacman (@NASAAdmin) February 5, 2026
3 HP yang lebih dulu ke luar angkasa
Pada 2011, dua iPhone 4 menemani kapten Chris Ferguso bersama awak pesawat ulang-alik Atlantis NASA lainnya ke ISS.
Sebelumnya, sudah ada beberapa ponsel yang terlibat dalam beberapa misi ke luar angkasa.
Pada 2011, dua iPhone 4 menemani kapten Chris Ferguson bersama awak pesawat ulang-alik Atlantis NASA lainnya ke ISS.
Smartphone bikinan Apple itu dibekali aplikasi khusus yang disebut "SpaceLab for iOS". Aplikasi ini dirancang khusus oleh Odysey Space Research, sebuah perusahaan teknik yang berbasis di Houston, Amerika Serikat.
Melalui aplikasi itu, para astronot melakukan sejumlah eksperimen, salah satunya memotret rangkaian foto garis pantai Bumi.
Selain itu, iPhone 4 juga dimanfaatkan untuk memberikan data tentang posisi dan kecepatan pesawat di orbit.
Google Nexus S juga jadi ponsel lain yang pernah menemani astronot ke luar angkasa. HP rilisan tahun 2011 ini digunakan astronot untuk menambah kemampuan satelit itu dan meningkatkan komunikasi antara Bumi dengan luar angkasa.
Ilustrasi peluncuran Samsung/Google Nexus S ke luar angkasa
NASA juga diketahui sempat meluncurkan tiga ponsel HTC Nexus One ke orbit Bumi, sebagai bagian dari program satelit eksperimental berbiaya rendah menggunakan komponen komersial, pada April 2013.
Smartphone ini dimodifikasi dan dijadikan satelit mini dan disebut sebagai PhoneSat. Ketiga ponsel itu mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 150 mil dan terbakar saat kembali memasuki atmosfer setelah dua pekan di luar angkasa.
Dalam misi ini, HTC Nexus One yang menjalankan sistem operasi Android, dibungkus dalam kubus logam berukuran empat inci.
Baca juga: 3 HP yang Pernah Dipakai Astronot di Luar Angkasa
PhoneSat bertugas memotret foto Bumi dan mengirimkan pesan radio secara berkala. Misi eksperimen ini bertujuan untuk melihat kemampuan ponsel apakah bisa dijadikan "otak" satelit masa depan atau tidak.
Pada akhirnya misi ini ditujukan untuk membangun satelit yang harganya lebih terjangkau.
Kini, kebijakan terbaru ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya smartphone modern diizinkan secara resmi sebagai bagian dari perlengkapan dokumentasi misi utama NASA.
Dengan kebijakan baru ini, publik berpotensi melihat dokumentasi luar angkasa dengan sudut pandang yang lebih personal, bahkan mungkin dalam format vlog langsung dari orbit atau perjalanan menuju Bulan.
Tag: #akhirnya #astronot #boleh #bawa #iphone #lagi #luar #angkasa