Thailand Berencana Hapus Kebijakan Bebas Visa 60 Hari, Apa Dampaknya Bagi Turis?
KOMPAS.COM - Pemerintah Thailand kabarnya tengah mempertimbangkan langkah besar terkait kebijakan imigrasi mereka.
Setelah sempat memanjakan wisatawan dengan durasi tinggal yang lebih lama, kini muncul wacana untuk mengevaluasi kembali aturan tersebut.
Melansir laporan dari VnExpress, (30/4/26) yang merujuk pada situasi kebijakan visa di Thailand, otoritas setempat sedang meninjau rencana untuk mengakhiri kebijakan bebas visa 60 hari bagi turis dari berbagai negara.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Surasak Phancharoenworakul mengatakan kementeriannya mengusulkan untuk membatalkan skema bebas visa 60 hari yang diperkenalkan pada pemerintahan sebelumnya pada Juli 2024 dan kembali ke kerangka kerja sebelumnya.
Berdasarkan proposal tersebut, Thailand akan memberlakukan kembali daftar asli 57 negara dan wilayah yang memenuhi syarat untuk pembebasan visa.
Penambahan di masa mendatang akan dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus tergantung pada kesesuaian dan perilaku perjalanan.
Baca juga: Kunjungan Turis ke Thailand Diprediksi Turun akibat Perang AS-Israel Vs Iran
Surasak mengatakan perubahan kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan penyaringan imigrasi dan mengatasi kekhawatiran terkait pengunjung yang tinggal lama menggunakan hak istimewa pariwisata untuk tujuan non-pariwisata.
Langkah ini tentu mengejutkan, mengingat kebijakan tersebut baru saja diresmikan untuk mendongkrak sektor pariwisata pasca-pandemi.
Kebijakan bebas visa 60 hari awalnya diperkenalkan sebagai strategi untuk menarik "digital nomad" dan wisatawan yang ingin tinggal lebih lama (long-stay) agar menghabiskan lebih banyak uang di dalam negeri.
Namun, dalam perkembangannya, pemerintah mulai menyoroti aspek keamanan dan potensi penyalahgunaan izin tinggal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari VnExpress, pertimbangan ini muncul seiring dengan keinginan pemerintah Thailand untuk lebih memperketat pengawasan terhadap orang asing.
Selain itu, ada rencana untuk menggantikannya dengan sistem pendaftaran perjalanan elektronik (ETA) yang lebih terorganisir guna memantau arus masuk wisatawan secara real-time.
Ilustrasi mal Iconsiam di Thailand.
Apa Dampaknya Bagi Turis?
Jika rencana ini benar-benar dieksekusi, ada beberapa dampak yang kemungkinan besar akan dirasakan oleh para pelancong:
- Durasi Liburan Kembali Singkat: Wisatawan yang terbiasa menikmati waktu santai hingga dua bulan tanpa ribet urusan imigrasi mungkin harus kembali ke aturan lama (biasanya 30 hari) jika tidak memiliki visa khusus.
- Proses Administrasi Tambahan: Dengan berakhirnya bebas visa 60 hari, Thailand kemungkinan besar akan mewajibkan sistem ETA (Electronic Travel Authorization). Artinya, sebelum terbang, turis harus mendaftar secara daring terlebih dahulu.
- Biaya dan Waktu: Meski pendaftaran ETA mungkin gratis atau berbiaya rendah, hal ini tetap menambah daftar persiapan dokumen sebelum berangkat yang sebelumnya jauh lebih simpel.
Baca juga: Bangkok Thailand Dilanda Panas Ekstrem, Indeks Panas Capai 51,9 Derajat Celsius
Tetap Jadi Destinasi Favorit?
Meskipun aturan visa ini sedang digodok, Thailand diyakini akan tetap menjadi magnet pariwisata di Asia Tenggara. Keindahan kuil-kuil di Bangkok, surga belanja di Chatuchak, hingga pantai-pantai eksotis di Phuket masih terlalu menggoda untuk dilewatkan.
Pemerintah Thailand sendiri sebenarnya tidak bermaksud mengusir turis, melainkan ingin memastikan bahwa sistem pariwisata mereka berjalan dengan lebih aman dan tertib.
Bagi wisatawan Indonesia, biasanya durasi 30 hari sudah lebih dari cukup untuk liburan reguler. Namun bagi mereka yang berniat workfrom-anywhere, perubahan ini tentu perlu diantisipasi.
Rencana penghapusan bebas visa 60 hari ini masih dalam tahap pertimbangan dan evaluasi.
Thailand sedang mencari titik keseimbangan antara kenyamanan wisatawan dan keamanan nasional.
Jadi, bagi kamu yang punya rencana tinggal lama di Thailand dalam waktu dekat, pastikan untuk selalu memantau update terbaru dari pihak otoritas imigrasi setempat.
Baca juga: Di Balik Meriahnya Songkran di Thailand, 242 Orang Tewas dalam Sepekan
Baca juga: 5 Negara yang Terima QRIS Selain Indonesia, dari Thailand hingga Jepang
Tag: #thailand #berencana #hapus #kebijakan #bebas #visa #hari #dampaknya #bagi #turis