Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini
Meskipun pasar saham saat ini tengah menghadapi dinamika geopolitik dan spekulasi pergeseran kebijakan moneter, daya tarik investasi pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai masih cukup solid. MNC Sekuritas secara resmi memberikan rekomendasi "Beli" untuk emiten perbankan fokus UMKM ini pada Selasa (12/5/2026).
Pada perdagangan sesi pertama, saham BBRI sempat terkoreksi 2,48% ke level Rp3.140. Namun, para analis melihat koreksi ini sebagai peluang mengingat fundamental perseroan yang masih kokoh.
Guna menghadapi ketidakpastian global, manajemen BRI telah menyusun pemetaan dampak berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah dunia dalam tiga level skenario:
- Skenario Dasar: Harga minyak di level US$ 80 per barel.
- Skenario Moderat: Harga minyak pada kisaran US$ 100 - US$ 105 per barel.
- Skenario Pesimistis: Harga minyak melonjak ke rentang US$ 115 - US$ 133 per barel.
Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, menegaskan bahwa struktur permodalan BRI memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi ketiga kondisi tersebut. "Rasio permodalan BBRI diproyeksikan tetap terjaga kuat dalam skenario manapun," catat Victoria dalam laporan risetnya.
Proyeksi Rasio Keuangan dan Kontribusi Korporasi
Dari sisi kesehatan finansial, Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BBRI diprediksi tetap stabil di atas angka 18%. Sementara itu, rasio likuiditas jangka pendek (Liquidity Coverage Ratio/LCR) diperkirakan melampaui ambang batas 100%.
Meski demikian, terdapat catatan pada biaya risiko kredit (Cost of Credit/CoC) yang berpeluang merangkak naik ke level 2-3%, naik dari posisi 1,7% pada penutupan tahun 2025.
Di sisi lain, segmen kredit korporasi tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi stabil sebesar 23-25% terhadap total portofolio pinjaman sepanjang periode 2025-2026.
Salah satu faktor domestik yang menjadi perhatian adalah rencana pemerintahan Presiden Prabowo untuk menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 6% menjadi 5%. Jika kebijakan ini diterapkan tanpa perubahan nilai subsidi pemerintah, terdapat potensi tekanan pada kinerja keuangan:
Pendapatan Bunga Bersih (NII): Berisiko tertekan sebesar Rp 2,7 triliun pada tahun 2027.
Net Interest Margin (NIM): Berpotensi menyusut sekitar 13 basis poin.
Laba Bersih: Diprediksi mengalami koreksi tipis sekitar 2% dari target awal.
Saat ini, porsi penyaluran KUR BRI mencapai Rp 271 triliun hingga Rp 285 triliun, atau mewakili sekitar 16-18% dari total keseluruhan kredit konsolidasi perusahaan.
Target Harga dan Valuasi
Mempertimbangkan fundamental yang resilien, MNC Sekuritas menetapkan target harga saham BBRI di level Rp 4.050. Target ini mencerminkan potensi keuntungan (upside) hingga 25% dari harga saat ini. Valuasi ini mengacu pada proyeksi rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 1,9 kali untuk tahun 2026 dan 1,8 kali pada tahun 2027.
Langkah BRI dalam mempersiapkan simulasi krisis dan menjaga rasio likuiditas memberikan sinyal positif bagi investor jangka panjang yang mencari keamanan di tengah volatilitas pasar global.
Disclaimer: Analisis ini merupakan referensi berita dan bukan merupakan ajakan langsung untuk melakukan transaksi jual atau beli. Keputusan investasi tetap berada pada tangan investor dengan mempertimbangkan risiko pasar yang ada.
Tag: #saham #bbri #lagi #diskon #harganya #diproyeksi #bisa #segini