Nadiem Minta Anak Muda Indonesia Tidak Putus Asa, Ajak Diaspora Pulang Mengabdi
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/2/2026). ()
13:06
23 Februari 2026

Nadiem Minta Anak Muda Indonesia Tidak Putus Asa, Ajak Diaspora Pulang Mengabdi

- Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim meminta anak-anak muda Indonesia yang tengah berada di luar negeri untuk tidak putus asa dan nantinya pulang ke tanah air.

Nadiem mengatakan, meski dirinya sekarang dipenjara, dia masih akan mengabdikan diri untuk negara.

“Sampai saya dipenjara pun, saya masih akan mengabdi untuk negara. Karena pengabdian itu tidak mungkin sia-sia. Jadi mohon anak-anak muda jangan putus asa," ujar Nadiem ketika ditemui di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/2/2026).

Nadiem mengatakan, masih banyak harapan di Indonesia. Dia mengajak agar para diaspora Indonesia untuk pulang dan membangun kampung halaman mereka.

Baca juga: Nadiem Transfer Dana Tambahan Pakai Uang Pribadi ke Jurist Tan dan Stafsus Lain Selama Jabat Menteri

“Masih banyak harapan di Indonesia. Kembalilah ke Indonesia dan berkontribusi kepada negara ini. Saya masih cinta negara ini,” imbuh Nadiem.

Ajakan ini Nadiem sampaikan setelah melihat dua rekannya yang dulu mendirikan Gojek duduk di bangku saksi untuk kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

Dua saksi ini adalah Komisaris PT Gojek Tokopedia TBK, Andre Sulistyo dan Co-founder Gojek, Kevin Aluwi. Melihat wajah-wajah ini, Nadiem bernostalgia sejenak.

“Karena hari ini saksi-saksinya itu dari Gojek, saya menjadi teringat, masa muda kita membangun Gojek. Anak-anak muda yang mau mengabdi untuk negara,” katanya.

Nadiem mengatakan, ide untuk membuat aplikasi Gojek didapatnya ketika tengah mengenyam pendidikan S2 di Amerika Serikat.

Baca juga: Komisaris dan Co Founder Gojek Jadi Saksi Sidang Nadiem Makarim

Setelah ide itu muncul, Nadiem memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

“Karena pada saat itu ide Gojek itu datang waktu saya masih S2 di Amerika. Dan, saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk membangun Gojek,” kata Nadiem.

Dia mengajak, anak-anak muda Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di luar untuk pulang, mengabdi, dan membangun Indonesia.

Dakwaan Chromebook

Dalam kasus ini, Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,1 triliun.

Nadiem didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp 809 miliar. Angka ini disebut berasal dari investasi Google ke Gojek atau PT AKAB.

Baca juga: Kenapa Penjelasan Eks Kepala LKPP Bikin Lega Nadiem di Kasus Chromebook?

Nadiem disebutkan telah menyalahgunakan kewenangannya sehingga membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan TIK, salah satunya laptop, di ekosistem teknologi di Indonesia.

Hal ini dilakukan dengan mengarahkan agar kajian pengadaan mengarah pada satu produk, yaitu perangkat berbasis Chrome yang merupakan produk Google.

Perbuatan ini Nadiem lakukan bersama tiga terdakwa lainnya, yaitu Ibrahim Arief, eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek; Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); serta Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 yang juga menjabat sebagai KPA.

Atas perbuatannya, Nadiem dan terdakwa lainnya diancam dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tag:  #nadiem #minta #anak #muda #indonesia #tidak #putus #ajak #diaspora #pulang #mengabdi

KOMENTAR