Saat Prabowo Curhat Dituduh Belanja Serampangan Pakai Hasil Efisiensi Anggaran untuk MBG
Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat dituduh melakukan belanja secara serampangan dari uang negara yang berhasil dihemat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menekankan, dana hasil efisiensi ini memang dialokasikan untuk program yang manfaatnya lebih dapat dirasakan masyarakat, alih-alih hanya untuk upacara, seremoni, hingga perjalanan dinas.
Hal ini dikatakan Prabowo saat menghadiri Business Summit dengan US Chamber of Commerce di Washington D.C. pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
"Saya melakukannya dengan menggunakan penghematan yang kami hasilkan dari inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara. Dana yang saya selamatkan itu seharusnya bisa hilang menguap karena korupsi," kata Prabowo dikutip dari Kompas TV, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Puan Bela Prabowo yang Hadiri KTT Perdamaian Gaza meski Ada Israel
"Dana penghematan inilah yang saya alokasikan kembali untuk program-program ini," imbuh Prabowo.
Kepala Negara menekankan, kebijakan itu bukan termasuk belanja serampangan.
Menurut Prabowo, kebijakan yang ia jalani adalah relokasi sumber daya.
"Jadi, saya dituduh belanja secara serampangan. Tidak, ini adalah relokasi sumber daya," ucap dia.
Sebagai buktinya, ia mendapati program MBG justru menjadi perhatian dunia.
Beberapa bulan setelah program berjalan, pihak Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ke Jakarta untuk mempelajari program MBG.
Baca juga: Prabowo di Depan Pengusaha AS: Kami Tidak Pernah Gagal Bayar Utang dalam Sejarah
Orang-orang itu bahkan memberitahunya bahwa MBG adalah pilihan paling bijaksana yang dilakukan sebuah negara.
"Mereka memberi tahu saya bahwa ini adalah pilihan paling bijaksana dan investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara. Karena untuk setiap satu dollar yang dihabiskan untuk makan gratis bagi anak-anak, imbal hasilnya (return) menurut penelitian mereka setidaknya tujuh dollar, bahkan dalam jangka panjang bisa memberikan imbal hasil hingga 35 kali lipat," ungkap Prabowo.
Saat ini kata Prabowo, Indonesia mulai merasakan dampaknya.
Beberapa anggota yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) datang menemuinya dengan berita gembira.
Para pengusaha itu menyatakan, konsumsi domestik menjadi yang tertinggi dalam 10-15 tahun terakhir karena program itu.
"Hal ini terjadi karena Program Makan Gratis. Kami sekarang sudah memiliki 23.000 dapur; setiap dapur mempekerjakan 50 orang di desa. Ibu-ibu yang sebelumnya tidak punya penghasilan, kini punya penghasilan," beber dia.
Baca juga: Prabowo Undang Pengusaha AS Investasi di RI: Kami Yakin Indonesia Kompetitif dan Menarik
Prabowo menjelaskan, program ini juga mampu menciptakan permintaan (demand) sejumlah komoditas di setiap desa, seperti telur, ayam, sayuran, dan tomat.
Dengan begitu, petani daerah memiliki jaminan serapan atas hasil panennya.
"Ini menghasilkan efek pengganda (multiplier effect) yang menciptakan semacam ledakan ekonomi dari bawah. Hal ini membesarkan hati kami dan meningkatkan stabilitas sosial serta politik. Kita memahami bahwa lapangan kerja sangatlah krusial," tandas Prabowo.
Tag: #saat #prabowo #curhat #dituduh #belanja #serampangan #pakai #hasil #efisiensi #anggaran #untuk