BPS Mulai Ground Check PBI Nonaktif, Warga Diminta Berikan Data Akurat
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti membahas soal polemik penonaktifan BPJS Kesehatan Segmen PBI di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
12:50
19 Februari 2026

BPS Mulai Ground Check PBI Nonaktif, Warga Diminta Berikan Data Akurat

- Badan Pusat Statistik (BPS) memulai proses verifikasi lapangan atau ground check terhadap peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang sebelumnya dinonaktifkan.

Verifikasi lapangan ini merupakan bagian dari pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Bahwa pada hari ini adalah pencanangan pelaksanaan ground check untuk peserta PBI yang sempat dinonaktifkan,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (19/2/2026).

Amalia menjelaskan, pelaksanaan ground check akan dilakukan serentak oleh seluruh jajaran BPS di Indonesia.

Dalam prosesnya, BPS berkolaborasi dengan Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta mitra statistik.

Baca juga: Ground Check Jadi Jurus Pemerintah Tangani Masalah PBI JK Nonaktif

Verifikasi Tahap Pertama

Ia menjelaskan, tahap pertama dimulai dengan pencanangan pada Kamis (19/2/2026), kemudian dilanjutkan pelatihan petugas pada hari berikutnya.

Verifikasi lapangan dijadwalkan mulai pekan depan dan ditargetkan selesai pada 14 Maret 2026.

"Ground check tahap pertama ini akan dilakukan kepada 106.153 individu, atau kira-kira 104.000 keluarga,” ungkap dia.

Verifikasi Tahap Kedua

Secara paralel, BPS juga menyiapkan ground check tahap kedua.

Persiapan dilakukan pada akhir Februari, sementara pelaksanaan lapangan dimulai 1 April 2026 setelah libur Lebaran dan berlangsung sekitar satu bulan.

Di mana tahap kedua ini adalah ground check untuk sekitar 11 juta individu atau kalau kita konversi kepada keluarga kira-kira 5,9 juta keluarga,” ucap dia.

Baca juga: Penonaktifan BPJS PBI: Penertiban Data atau Mempersempit Akses Kesehatan?

Amalia menegaskan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor.

BPS, kata dia, berkomitmen terus meningkatkan akurasi DTSEN agar dapat dimanfaatkan kementerian terkait dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

"Kami juga ingin mengimbau kepada nanti masyarakat atau keluarga yang didatangi oleh petugas untuk bisa memberikan data yang sejujur-jujurnya, data yang lengkap, karena ini tentunya akan membantu kami untuk menghadirkan DTSEN yang lebih akurat,” imbuh dia.

Tag:  #mulai #ground #check #nonaktif #warga #diminta #berikan #data #akurat

KOMENTAR