Resah Raja dan Warga Fakfak Lihat Kapal TNI AL, Koarmada III Klarifikasi
Sebuah kapal perang diduga milik TNI AL melintas didepan Kampung Arguni Kabupaten Fakfak Papua Barat pada Sabtu sore(Kompas.com/dok warga)
09:06
16 Februari 2026

Resah Raja dan Warga Fakfak Lihat Kapal TNI AL, Koarmada III Klarifikasi

- Warga Kampung Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dihebohkan dengan kemunculan kapal perang bernomor lambung 869 yang diduga milik TNI Angkatan Laut pada Sabtu (14/2/2026).

Kapal tersebut terlihat melintas dan sempat membuang jangkar di perairan depan kampung sekitar pukul 15.40 waktu setempat.

Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mbarmbar S. Dino Sarasa mempertanyakan tujuan kedatangan kapal perang yang berlabuh di depan Kampung Arguni.

"Ini baru pertama mungkin sejak Perebutan Irian Barat, kapal perang ada di depan kampung," ujar dia.

Kehadiran kapal itu pun disebut berkaitan dengan aksi Raja dan masyarakat adat Arguni yang beberapa hari terakhir memasang sasi di wilayah petuanan laut mereka sebagai bentuk protes terhadap pengoperasian kapal seismik di kawasan tersebut.

Baca juga: Koarmada III Bantah KRI Gulamah di Arguni Fakfak Lakukan Survei Seismik Migas

"Kita ini tuntut hak, bukan kita tuntut merdeka. Jadi aparat keamanan awasi kampung seperti kita ini menuntut kemerdekaan Papua, jadi mereka awasi kita," ucap dia.

Pemasangan Sasi

Masyarakat Adat Petuanan Raja Arguni di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memasang sasi atau kera-kera pada Selasa, 10 Februari 2026.

Sasi tersebut menjadi tanda larangan beraktivitas di laut sekaligus bentuk penolakan terhadap kapal seismik yang mendeteksi potensi gas di wilayah itu.

Di Fakfak dan sejumlah daerah lain seperti Kaimana, Wondama, dan Teluk Bintuni, sasi dipasang melalui ritual adat. Di Fakfak, penanda yang digunakan antara lain janur kuning, siri, dan pinang.

Pemasangan sasi dilakukan sebagai respons atas dugaan larangan dari awak kapal seismik terhadap nelayan Teluk Arguni untuk melaut. Nelayan yang diminta menjauh saat itu adalah Yunus Turua dan Mufli Bau.

Baca juga: Koarmada III: KRI Gulamah di Arguni Fakfak Berlindung dari Cuaca Buruk

Raja Petuanan Arguni, Hanafi Pauspaus, menyatakan tidak mengetahui tujuan aktivitas kapal seismik tersebut. Ia juga menegaskan belum ada sosialisasi resmi kepada masyarakat.

Menurut dia, meski ada informasi pertemuan di Kokas, perusahaan seharusnya memahami aturan adat karena pemilik wilayah belum menandatangani persetujuan, namun aktivitas sudah berjalan.

"Kami dapat informasi sudah ada pertemuan di Kokas, tapi seharusnya perusahaan tahu aturan. Kenapa yang punya wilayah belum tanda tangan, tetapi sudah masuk melakukan aktivitas," ujar Hanafi.

Klarifikasi

Komando Armada (Koarmada) III memastikan bahwa kehadiran Kapal Republik Indonesia (KRI) Gulamah-869 di Kampung Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, tidak terkait dengan pengoperasian Kapal Seismik di kawasan tersebut.

Baca juga: Diduga Kapal Perang TNI Muncul di Arguni Fakfak Usai Kasus Kapal Seismik, Perdana Sejak Perebutan Irian Barat

“KRI Gulamah-869 di wilayah tersebut tidak berkaitan dengan dugaan yang berkembang terkait kegiatan survei seismik,” kata Kadispen Koarmada III Kolonel Slamet saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/2/2026).

Slamet menyampaikan, KRI Gulamah-869 tengah melaksanakan tugas operasi di seluruh wilayah perairan yurisdiksi nasional Indonesia dalam rangka menjaga kedaulatan dan keamanan laut.

“KRI Gulamah-869 berada di perairan Teluk Arguni Fakfak, murni untuk berlindung dari kondisi cuaca buruk di laut sesuai pertimbangan keselamatan pelayaran,” tegas dia.

Setelah kondisi cuaca membaik, KRI Gulamah-869 melanjutkan perjalanan dan kembali melaksanakan tugas sesuai rencana operasi.

Tag:  #resah #raja #warga #fakfak #lihat #kapal #koarmada #klarifikasi

KOMENTAR