Antrean Beli Logam Mulia di JCC, FOMO atau Paham Investasi?
Suasana JICC Senayan Jakpus dalam acara pameran Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) pada Sabtu (14/2/2026) siang.(KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA)
10:32
16 Februari 2026

Antrean Beli Logam Mulia di JCC, FOMO atau Paham Investasi?

- Antrean panjang masyarakat yang ingin membeli logam mulia mewarnai gelaran di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, yang berlangsung sejak Kamis (12/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026).

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, fenomena tersebut adalah respons rasional masyarakat terhadap pergerakan harga dan situasi global yang tengah berkembang.

Ibrahim mengatakan antrean yang terjadi bukan sekadar fenomena ikut-ikutan atau fear of missing out (FOMO), melainkan pola yang sudah lazim terjadi ketika harga logam mulia mengalami koreksi.

Baca juga: Demi War Emas Antam, Pengunjung Serbu Pameran Jewellery Fair di JCC Senayan

“Ini bukan FOMO. Antrean ini memang sudah biasa terjadi ketika harga logam mulia turun. Masyarakat melihat ini sebagai momentum yang tepat untuk melakukan pembelian,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, masyarakat memahami bahwa dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang, harga logam mulia berpotensi mengalami kenaikan signifikan.

Terlebih, situasi geopolitik global kembali memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah.

“Kondisi geopolitik, terutama di Timur Tengah, kembali memanas. Kapal induk Amerika yang kedua sudah mendekati kawasan tersebut dan ada persiapan serangan terhadap Iran. Ini meningkatkan ketegangan global,” katanya.

Baca juga: Harga Emas Hartadinata 16 Februari 2026 Turun, Kini Rp 2,89 Juta Per Gram

Selain faktor geopolitik, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut mendorong potensi kenaikan harga logam mulia di dalam negeri.

Kombinasi dua faktor tersebut, menurut Ibrahim, membuat masyarakat kembali memburu aset safe haven sebagai instrumen lindung nilai.

“Rupiah yang kembali melemah otomatis membuat harga logam mulia berpotensi naik. Jadi wajar kalau masyarakat mencari aset aman untuk hedging,” ujarnya.

Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas FisikDOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas Fisik

Ia juga menyinggung dinamika politik di Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memicu ketidakpastian pasar.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 16 Februari 2026, Cek Rinciannya

Pemilu sela anggota DPR AS yang akan segera digelar diperkirakan memunculkan tensi baru, termasuk spekulasi arah kebijakan ekonomi dan bank sentral AS.

“Spekulasi kebijakan Bank Sentral Amerika dan dinamika politik di sana juga menjadi perhatian. Ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan kembali ke aset aman seperti emas,” jelasnya.

Ibrahim menilai edukasi yang dilakukan berbagai pihak, baik media, pemerintah, maupun pelaku industri, turut meningkatkan literasi masyarakat dalam berinvestasi.

Saat ini, kata dia, kecenderungan masyarakat untuk menempatkan dana pada logam mulia semakin kuat.

Baca juga: Prospek Saham ANTM di Tengah Lonjakan Permintaan Emas

Fenomena masyarakat berbondong-bondong membeli emas fisik di JCC pun dinilai sebagai hal yang wajar.

Salah satu alasannya adalah preferensi terhadap kepemilikan emas dalam bentuk fisik.

“Di sini masyarakat bisa langsung membeli dan mendapatkan emasnya secara fisik. Selama ini, di gerai maupun pegadaian sering kali stoknya tidak tersedia. Walaupun sudah ada bullion bank atau emas digital, masyarakat tetap lebih memilih yang fisik,” ungkapnya.

Menurut Ibrahim, masyarakat kini semakin cermat membaca situasi global maupun kondisi ekonomi domestik.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 16 Februari 2026, Cek Rincian Galeri 24 dan UBS

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sempat berada di kisaran 5,11 persen serta meningkatnya kepercayaan konsumen menjadi sinyal perputaran uang kembali bergerak.

“Ini mengindikasikan bahwa perputaran uang kembali beredar, dan ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan investasi di logam mulia sebagai lindung nilai," tuturnya. 

Ilustrasi emas Antam, harga emas Antam hari ini, harga Antam hari ini, harga logam mulia Antam.Shutterstock/Tyasindayanti Ilustrasi emas Antam, harga emas Antam hari ini, harga Antam hari ini, harga logam mulia Antam.

War emas Antam di JCC

Pada gelaran pameran logam mulia Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) Kamis (12/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, stan Antam menjadi incaran banyak pengunjung.

Acara tersebut menyedot perhatian ratusan orang yang sudah memadati teras Assembly Hall JCC sejak pagi.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 16 Februari 2026 Turun Jadi Rp 2,94 Per Gram

Mereka berdesakan untuk mendapatkan nomor antrean mengunjungi stan Antam.

Petugas keamanan bernama Bernard yang ditugaskan untuk mengatur kepadatan pengunjung, mengatakan antrean mulai terjadi sejak pukul 6.30 WIB.

“Saat pagi tadi, saya datang jam 06.30 WIB, itu sudah ramai, memang buat Antam doang. Jadi ya sudah kami atur kerumunannya,” kata Bernard saat ditemui di lokasi, Sabtu siang.

Menurut Bernard, penumpukan pengunjung juga terjadi hari sebelumnya di pintu lain.

Baca juga: Emas Diperebutkan, Saham ANTM Punya Ruang Tembus Rp 5.725

Di dalam pameran, stan Antam tetap menjadi yang paling ramai dikunjungi.

Pihak Antam memberlakukan pembagian nomor antrean mulai pukul 08.00 WIB, sebelum pameran resmi dibuka.

Pengunjung diperbolehkan masuk sekitar pukul 08.30 WIB, lebih awal dari jadwal buka resmi pukul 10.00 WIB.

Sempat ada kericuhan

Ramainya antrean pengunjung membuat sebagian orang sulit menahan emosinya. Dalam sebuah unggahan video di Instagram, kondisi sempat ricuh pada Sabtu (14/2/2026) pagi.

Baca juga: Pegadaian Bantah Emas Langka, Akui Proses Cetak Fisik Tersendat

Kericuhan ini diunggah akun Instagram @jakpus. Dalam video, terlihat pengunjung sedang memarahi dan meneriaki petugas keamanan dan panitia acara karena pintu masuk ke lokasi acara ditutup sehingga mereka tidak bisa masuk ke dalam.

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Panitia acara dan pengunjung saling berteriak. Sesekali terdengar sorakan pengunjung kepada pihak panitia dan petugas keamanan.

Tidak begitu jelas kalimat yang diteriakkan oleh pengunjung maupun panitia karena suasana cukup ramai dan ricuh.

"Kau siapa?" kata salah seorang pengunjung sambil menunjuk-nunjuk seseorang yang sepertinya panitia acara.

Baca juga: Pergerakan Harga Emas dan Perak Melambat, Tren Bullish Dinilai Belum Berakhir

Lalu orang tersebut berbalik menanyakan hal yang sama ke pengunjung tersebut. Sontak pertanyaan panitia dibalas dengan sorakan dari para pengunjung.

Terdengar juga teriakan "Tarik Pak," dari salah seorang pengunjung yang mendesak memasuki tempat acara.

Mengutip penjelasan dari pengunggah video, kericuhan tersebut terjadi karena pengunjung ingin war tiket emas Antam.

Bahkan disebutkan sejumlah pengunjung bahkan telah datang ke tempat pameran sejak malam.

Baca juga: Harga Emas Dunia Bangkit ke 5.000 Dollar AS, Ini Pemicunya

"Gak kondusif! Pantauan antrean warga yang hendak war emas Antam di JCC Senayan," tulis keterangan di dalam video tersebut.

Harga saham dan rekomendasi

Hiruk pikuk masyarakat yang sibuk war logam mulia Antam, dinilai berdampak pada harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai, harga saham ANTM masih berada dalam tren naik jangka panjang.

Dia menjelaskan, saham ANTM berada dalam fase major uptrend atau tren naik.

Berdasarkan analisisnya per 12 Februari 2026, terdapat tiga target kenaikan, pertama (TP1) berada di level Rp 4.160 atau naik sekitar 4,26 persen dari area entry.

Baca juga: Harga Emas Bergejolak, Menkeu AS Sebut China Motor Spekulasi

Kedua (TP2) berada di posisi Rp 5.000 dengan potensi kenaikan 25,31 persen. Sementara ketiga, (TP3) diproyeksikan di harga Rp 5.725 atau sekitar 43,48 persen.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia mencatat pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis mengaitkan volatilitas tersebut dengan aktivitas spekulatif di China.

Adapun area support kuat berada di 3.910 dan 3.610 yang menjadi batas pengamanan risiko jika terjadi koreksi.

Rekomendasi yang diberikan adalah buy (marginal buy), terutama dengan strategi entry di sekitar Rp 3.910 hingga Rp 4.110, selama harga tetap berada di atas support kunci.

Secara fundamental, Nafan menilai prospek kinerja ANTM tetap solid di tengah harga emas global yang tinggi.

 Baca juga: Emas Bukan Cuma Antam, Ini 6 Jenis Emas Batangan di Indonesia

Dengan asumsi harga emas stabil di atas 5.000 dollar AS per ons, akibat ketidakpastian geopolitik.

Margin laba dari divisi pemurnian dan logam mulia juga diproyeksikan menguat pada kuartal I-2026.

“Dengan harga emas yang stabil di atas 5.000 per ons karena ketidakpastian geopolitik, adapun margin laba dari divisi pemurnian logam mulia ANTM diprediksi akan sangat kuat di Q1-2026,” ujar Nafan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/2/2026).

Selain harga produk fisiknya yang diperkirakan terus meroket, harga sahamnya pun digadang-gadang akan ikut melonjak.

Baca juga: Beli Emas Tanpa Rugi: 9 Kesalahan yang Harus Dihindari

Kini tinggal Anda yang menentukan pilihan, apakah berinvestasi pada logam mulia Antam, saham ANTM, atau memanfaatkan keduanya sekaligus?

Tag:  #antrean #beli #logam #mulia #fomo #atau #paham #investasi

KOMENTAR