Ketika Napi Merasa Nyaman di Nusakambangan…
Hendro bersama warga binaan di Lapas Terbuka Nusakambangan melakukan kegiatan peternakan bebek petelur, Senin (9/2/2026).(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)
05:18
10 Februari 2026

Ketika Napi Merasa Nyaman di Nusakambangan…

- Hendro, seorang warga binaan asal Banjarnegara, Jawa Tengah bercerita tentang ketakutannya saat mendengar Pulau Nusakambangan.

Dia bergidik saat mengetahui hendak dipindahkan dari Lapas di Banjarnegara, menuju Pulau Nusakambangan.

Istrinya menjerit, keluarga menangis, rasa takut semakin nyata setelah mendengar cerita-cerita eksekusi mati dilaksanakan di pulau tersebut.

"Ya karena kan tempat eksekusi juga di sini, tempat eksekusi dan image-nya orang-orang luar (itu), Nusakambangan serem," kata Hendro saat ditemui di sela-sela kegiatan Lapas Terbuka Nusakambangan, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Cerita Semangkuk Es Krim dari Pulau Nusakambangan

Tapi setelah sampai di Nusakambangan, Hendro menghela napas lega, Nusakambangan tak semenyeramkan cerita-cerita orang luar.

Pandangannya mengenai Nusakambangan berubah 180 derajat, karena yang diterima bukan cerita horor, melainkan cerita bagaimana beternak bebek dengan baik dan benar.

Dia adalah salah satu dari empat orang yang dipercaya mengelola peternakan bebek petelur dengan luas lahan 1 hektare milik Lapas Terbuka Nusakambangan.

Jumlah bebek yang diurus Hendro dan kawan-kawan sebanyak 3.368 ekor, dan mampu menghasilkan 180-200 telur per hari.

Hendro tak kerja rodi atau kerja tanpa upah. Mereka juga dapat premi dengan nilai Rp 150.000 per orang yang diberikan per bulannya.

Baca juga: Mental Ammar Zoni Drop Saat Dengar Akan Dibawa Lagi ke Nusakambangan

Ragam kegiatan di saat Hendro masih menyandang warga binaan membuat dia merasa betah di Nusakambangan.

Tapi Hendro bilang, bukan berarti dia ingin selamanya di Nusakambangan. Ia sebentar lagi bebas, tepatnya pada Juni 2026.

"Saya sudah merasa nyaman di sini, cuman senyaman-nyamannya di sini lebih nyaman kalau kita kumpul dengan keluarga," imbuhnya.

Akan gunakan ilmunya untuk usaha di rumah

Setelah belajar menjadi peternak telur bebek, Hendro membawa asa ingin menerapkannya di rumah.

Mantan tukang kayu ini percaya, apa yang dia dapatkan sebagai warga binaan di Lapas Terbuka Nusakambangan, akan menjadi bekal kehidupannya setelah bebas nanti.

"Saya (sebelumnya) belum pernah ternak ini (bebek), pengalaman dari sini (Nusakambangan) nanti di rumah akan kita coba untuk ternak bebek," ucapnya.

Selain Hendro dengan peternakan bebeknya, Lapas Terbuka yang diperuntukan bagi warga binaan yang sebentar lagi selesai masa tahanannya mempunyai banyak program pembinaan, khususnya terkait ketahanan pangan.

Baca juga: 220 Napi Berisiko Tinggi Lapas Cipinang Dipindahkan ke Nusakambangan

Pertanian padi misalnya, dengan luas 7,1 hektare yang dikerjakan oleh lima warga binaan dengan premi Rp 600.000 per orang.

Kemudian ada pertanian jagung dengan luas lahan 3,7 hektare yang dikerjakan oleh empat warga binaan dengan premi yang sama dengan pertanian padi.

Lalu ada holtikutura terong oleh 1 warga binaan, holtikultura ubi jalar dikerjakan dua orang warga binaan, kangkung oleh 1 warga binaan, okra 1 warga binaan, dan singkong oleh 1 warga binaan.

Ada juga peternakan ayam petelur menghasilan 3.500 butir telur per hari melibatkan 5 warga binaan, dan peternakan sapi 57 ekor yang melibatkan 4 warga binaan.

Tag:  #ketika #napi #merasa #nyaman #nusakambangan

KOMENTAR