Menkes Usul BPJS Kesehatan PBI 120.000 Pasien Cuci Darah Diaktifkan Otomatis
Pimpinan DPR mengumpulkan para menteri terkait penonaktifan kepesertaan BPJS PBI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
11:38
9 Februari 2026

Menkes Usul BPJS Kesehatan PBI 120.000 Pasien Cuci Darah Diaktifkan Otomatis

- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi sekitar 120.000 pasien cuci darah diaktifkan kembali secara otomatis tanpa proses administrasi tambahan.

Usulan tersebut disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), menyusul kisruh layanan BPJS Kesehatan PBI yang berdampak pada pasien penyakit katastropik.

“Kesimpulannya usulan kami, satu, untuk bisa meng-address kebutuhan masyarakat kita mengusulkan agar bisa dikeluarkan SK Kemensos, untuk tiga bulan ke depan layanan katastropik yang 120.000 tadi itu otomatis direaktivasi,” kata Budi, di Gedung DPR, Senin.

Budi menegaskan, mekanisme aktivasi otomatis tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah tanpa mengharuskan pasien datang ke fasilitas kesehatan atau mengurus dokumen administrasi.

Baca juga: Mensos Ungkap 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima BPJS PBI

“Kalau maksudnya otomatis itu tidak perlu orangnya datang ke fasilitas kesehatan, tapi oleh pemerintah langsung direaktivasi, sehingga tidak ada berhenti atau keraguan baik rumah sakit maupun masyarakat, dan ini cukup dengan SK Kemensos,” kata dia.

Menurut Budi, pasien cuci darah merupakan kelompok yang sangat rentan karena harus menjalani hemodialisis dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Jika layanan tersebut terhenti, dampaknya bisa berujung pada kematian dalam waktu singkat.

“Kalau dia miss itu bisa fatal dalam waktu satu sampai tiga minggu,” ujar Budi.

Dia mengatakan, jumlah pasien cuci darah di Indonesia saat ini mencapai sekitar 200.000 orang, dengan penambahan sekitar 60.000 pasien baru setiap tahun.

“Totalnya ada 200.000-an gitu ya, setiap tahunnya bertambah 60.000 yang baru, kemudian yang dari tahun sebelumnya ini ada sekitar 120.000-an ya,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, dari total pasien cuci darah tersebut, jumlah peserta PBI yang benar-benar dikeluarkan hanya sekitar 12.000 orang.

Baca juga: Dirut BPJS: Dikira Kesehatan Itu Murah dan Gratis padahal Mahal

Namun, terdapat kelompok lain yang tidak banyak disorot publik, meski menghadapi risiko yang sama.

“Dari 200.000 pasien cuci darah, kemudian ada perubahan 11 juta tadi sebenarnya yang keluar dari PBI cuma 12.262 ya, sehingga inilah yang ramai kemarin di publik,” ujar dia.

“Tapi kita perlu tekankan ada yang belum ramai atau tidak ramai ke publik yaitu yang sisanya, yang 110.000 lagi, padahal risiko mereka sama kalau ini berhenti ini menyebabkan kematian,” lanjut Budi.

Budi menambahkan, kebutuhan anggaran untuk mengaktifkan kembali kepesertaan PBI bagi 120.000 pasien tersebut relatif kecil.

Atas dasar itu, usulan tersebut seharusnya bisa diwujudkan demi menjamin kebutuhan layanan pasien terpenuhi.

“Kalau ditanya biayanya berapa, kan tadi 120.000 kalau kali 42.000 PBI sebulan paling 5 miliar. Jadi, kita minta kalau bisa ya 15 miliar lah dikeluarkan untuk otomatis mereaktivasi yang tadi PBI-nya keluar ya,” pungkas dia.

Baca juga: Mensos Tegaskan Tak Kurangi Jatah Penerima BPJS Kesehatan PBI, tapi Direlokasi

Diberitakan sebelumnya, DPR RI memanggil Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas persoalan penonaktifan BPJS Kesehatan PBI.

Masalah tersebut memicu keresahan di kalangan pasien, salah satunya dialami Dada Lala (34), nama disamarkan, pasien gagal ginjal yang bergantung pada layanan BPJS Kesehatan PBI untuk menjalani cuci darah rutin.

Lala mengaku cemas setelah mengetahui status kepesertaan PBI miliknya mendadak nonaktif saat hendak menjalani kontrol kesehatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, Bekasi, Senin (2/2/2026) malam.

“Tiba-tiba per 1 Februari diputus. Besoknya jadwal HD. Sekarang saja sudah sesak napas. Kalau besok enggak ada HD, saya sudah enggak tahu lagi,” ujar Lala kepada Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Dasco Panggil Mensos, Menkes, hingga Purbaya Bahas Kisruh BPJS PBI

Selama tiga tahun terakhir, Lala rutin menjalani hemodialisis dua kali sepekan.

Upaya mengaktifkan kembali kepesertaan PBI ia lakukan dengan mendatangi puskesmas, namun justru diarahkan ke Dinas Sosial untuk melengkapi berbagai dokumen.

Menurut Lala, proses tersebut sulit dilakukan dalam waktu singkat, sementara kondisi kesehatannya tidak memungkinkan penundaan pengobatan.

“Di puskesmas penuh orang-orang yang BPJS-nya juga mendadak tidak aktif. Jadi bukan cuma saya. Semua pada pusing dan capek,” katanya.

Tag:  #menkes #usul #bpjs #kesehatan #120000 #pasien #cuci #darah #diaktifkan #otomatis

KOMENTAR