Gen Z Sulit Gapai ''Financial Freedom'', Penyebabnya Ternyata Gaji
Ilustrasi Gen Z menyiapkan tabungan. (Dok. Shutterstock/ Kmpzzz)
13:24
9 Februari 2026

Gen Z Sulit Gapai ''Financial Freedom'', Penyebabnya Ternyata Gaji

Generasi Z atau Gen Z, yang lahir kira-kira antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, kini berada di fase awal kehidupan dewasa dan awal karier yang menentukan nasib finansial masa depan mereka.

Selama beberapa dekade terakhir, struktur ekonomi global berubah cepat: biaya hidup meningkat tajam, pasar kerja bergejolak, dan tuntutan finansial yang dulu dianggap normal kini terasa lebih berat.

Sementara banyak dari mereka berusaha membangun fondasi ekonomi yang kuat, realitas kehidupan seringkali menimbulkan hambatan yang membuat banyak Gen Z merasa tertahan dalam mencapai kebebasan finansial alias financial freedom.

Baca juga: Gen Z Susah Punya Rumah, BCA Tawarkan KPR Fix Berjenjang

Ilustrasi Gen Z iStock Ilustrasi Gen Z

Dikutip dari Nasdaq, Senin (9/2/2026), survei yang dilakukan Bank of America menemukan hal yang menjadi sumber kekhawatiran terbesar generasi ini.

Lebih dari separuh responden Gen Z atau 53 persen merasa bahwa mereka tidak menghasilkan cukup uang untuk hidup sesuai keinginan mereka.

Lebih dari sekadar statistik, angka ini menggambarkan tantangan fundamental yang terus menggelayuti banyak lulusan muda dan pekerja awal karier, generasi yang memasuki dunia kerja saat kondisi ekonomi tidak bersahabat seperti yang dialami pendahulu mereka.

Penghasilan tidak cukup, hambatan yang terus dibicarakan

Dalam studi bertajuk Better Money Habits yang dilakukan oleh Bank of America, responden Gen Z menyatakan bahwa keterbatasan pendapatan merupakan hambatan utama dalam usaha mereka mencapai kebebasan finansial.

Baca juga: Gen Z dan Milenial Enggan Jadi Bos: Ancaman Krisis Kepemimpinan?

Definisi kebebasan finansial bagi banyak dari mereka bukan sekadar memiliki rekening tabungan yang sehat, tetapi juga kemampuan untuk menabung, berinvestasi, dan merencanakan masa depan tanpa tekanan yang berlebihan.

Ilustrasi tabungan. Kehilangan pekerjaan bisa datang tiba-tiba. Agar keuangan tetap aman, dana darurat jadi penyelamat utama. Simak lima cara sederhana membangunnya sejak sekarang.UNSPLASH/TOWFIQU BARBHUIYA Ilustrasi tabungan. Kehilangan pekerjaan bisa datang tiba-tiba. Agar keuangan tetap aman, dana darurat jadi penyelamat utama. Simak lima cara sederhana membangunnya sejak sekarang.

Namun, banyak faktor eksternal ikut memperkaya konteks tantangan ini.

Selama beberapa tahun terakhir, biaya hidup meningkat secara drastis karena inflasi yang memengaruhi harga barang sehari-hari, sewa tempat tinggal, dan biaya kepemilikan rumah.

Lonjakan biaya sewa dan hipotek telah membuat akses terhadap rumah tinggal yang terjangkau menjadi semakin sulit, situasi yang hampir mirip dengan kondisi perekonomian paling tidak bersahabat dalam sejarah modern.

Baca juga: Gen Z Cenderung Paling Kurang Bahagia di Tempat Kerja

Di sisi lain, karena generasi ini berada di tahap awal karier, pendapatan mereka cenderung lebih rendah dibandingkan pekerja yang telah berpengalaman.

Ini berarti bahwa meskipun keinginan mereka untuk menabung, berinvestasi, dan membuka peluang masa depan kuat, kenyataan finansial mereka masih dibayangi oleh pendapatan yang terbatas.

Strategi untuk mengatasi pendapatan yang terbatas

Meskipun masalah pendapatan terasa nyata, GOBankingRates memaparkan lima strategi praktis yang direkomendasikan agar Gen Z dapat mengelola finansial dengan lebih efektif, bahkan di tengah situasi pendapatan yang belum memadai.

1. Rutin memeriksa saldo rekening bank

Langkah awal dalam memahami kondisi keuangan sendiri adalah dengan terbiasa mengecek saldo rekening bank secara rutin.

Baca juga: Gen Z Ubah Cara Industri Properti Memandang Layanan Parkir

Aktivitas ini membantu seseorang memahami ke mana uangnya pergi, serta memperlihatkan jumlah saldo sesungguhnya dibanding asumsi yang mungkin keliru.

Selain itu, memeriksa rekening secara teratur membantu mencegah biaya tak terduga seperti overdraft atau biaya lain yang mungkin tidak disadari.

Menjaga saldo yang cukup di rekening utama pun membantu meminimalkan risiko biaya tersembunyi yang memakan bagian dari penghasilan yang sudah kecil tersebut.

2. Melacak pengeluaran dengan teliti

ilustrasi mengatur keuangan Shutterstock ilustrasi mengatur keuangan

Langkah berikutnya adalah memahami setiap pengeluaran melalui proses pelacakan yang mendetil.

Baca juga: Gen Z dan Uang: Strategi Menabung, Investasi, dan Kelola Pengeluaran

Gen Z bisa menggunakan aplikasi pengelolaan uang atau spreadsheet untuk mencatat setiap transaksi secara rinci. Tujuannya adalah membuat pengguna menjadi lebih akrab dengan kebiasaan pengeluaran mereka sendiri.

Dengan data pengeluaran yang lengkap, seseorang bisa menjalankan laporan singkat dan menemukan area di mana ia mungkin menghabiskan terlalu banyak uang, atau menemukan biaya tersembunyi yang sebelumnya tidak disadari.

3. Menghilangkan pemborosan

Pelacakan pengeluaran sering kali mengungkap area pemborosan yang tak terduga, seperti:

  • Langganan yang tidak lagi digunakan
  • Biaya langganan gym yang jarang dipakai
  • Pembayaran otomatis lain yang tidak lagi dibutuhkan.

GOBankingRates menyarankan agar biaya-biaya ini segera dihentikan sampai pendapatan lebih stabil.

Baca juga: Gen Z Dinilai Tak Siap Masuk Dunia Kerja, Pengangguran Meningkat?

Selain itu, membandingkan tarif pada layanan seperti asuransi kendaraan, paket data, dan layanan internet dapat menurunkan biaya tetap bulanan mereka.

4. Membangun dana darurat

Gen Z perlu memahami pentingnya dana darurat sebagai bagian dari struktur finansial yang sehat. Dana darurat ini bukan untuk tujuan konsumtif, tetapi untuk kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau kerusakan kendaraan

Gen Z disarankan memulai dengan jumlah kecil sekalipun. Target akhirnya adalah memiliki dana yang dapat menutup satu hingga tiga bulan biaya hidup.

GOBankingRates juga menyoroti manfaat menempatkan dana darurat ini di rekening tabungan berimbal hasil tinggi agar uang tersebut masih bisa tumbuh sedikit sambil disimpan sebagai cadangan.

Baca juga: Pengangguran Gen Z Terdidik Tinggi, CSIS Sebut Pendidikan Belum Jawab Kebutuhan Industri

Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol.

5. Meningkatkan keterampilan untuk menggenjot pendapatan

Langkah terakhir dan menjadi cara paling langsung untuk ‘menangkap’ kendala pendapatan, adalah meningkatkan keterampilan diri untuk mendapatkan pekerjaan dengan bayaran lebih baik atau peluang kerja sampingan.

Ada beberapa pendekatan yang disarankan, yakni sebagai berikut.

  • Mengambil kelas atau kursus online untuk keterampilan yang sedang banyak dicari (seperti coding, marketing, atau manajemen alat AI)
  • Mencari pengalaman freelance di bidang yang diminati
  • Memperoleh sertifikasi profesional yang dapat meningkatkan daya tawar di pasar kerja.

Proses ini memerlukan dedikasi, konsistensi, dan kesediaan keluar dari zona nyaman, termasuk mengorbankan waktu luang demi memperkaya kompetensi diri.

Gen Z dalam konteks lebih luas

Pandangan ini tentang pendapatan yang terbatas selaras dengan temuan lain tentang perilaku finansial Gen Z.

Baca juga: Biaya Hidup Naik, Soft Saving ala Gen Z Bisa Jadi Strategi Menabung

Dalam survei Bank of America bertajuk 2024 The State of Gen Z’s Financial Health, hampir separuh Gen Z dewasa menerima bantuan finansial dari keluarga untuk kebutuhan pokok seperti sewa dan biaya hidup.

Selain itu, banyak dari mereka mengurangi pengeluaran diskresioner demi menyesuaikan diri dengan realitas ekonomi saat ini.

Di sisi aspirasi, survei yang dilakukan Harris Poll menemukan, banyak di antara Gen Z berencana mencapai kebebasan finansial di usia awal 30-an tanpa bergantung pada pekerjaan tradisional, meskipun keyakinan akan rencana tersebut seringkali berhadapan dengan keterbatasan pengetahuan finansial dan realitas pasar kerja.

Dengan pendekatan mulai dari pemantauan rekening dan pelacakan pengeluaran hingga perbaikan keterampilan, Gen Z dihadapkan bukan hanya pada tantangan, tetapi juga sekumpulan langkah praktis yang dapat membantu mereka membangun fondasi finansial lebih kuat di tengah kenyataan ekonomi yang sulit.

Tag:  #sulit #gapai #financial #freedom #penyebabnya #ternyata #gaji

KOMENTAR