Asing Net Sales Rp 1,14 triliun, OJK: Pasar Modal RI Sangat Prospektif
Ilustrasi bursa efek Indonesia (BEI). (SHUTTERSTOCK/HARYANTA.P)
13:16
9 Februari 2026

Asing Net Sales Rp 1,14 triliun, OJK: Pasar Modal RI Sangat Prospektif

- Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sales) di pasar saham domestik pada awal Februari 2026, nilainya mencapai Rp 1,14 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan investor asing membukukan net sales sebesar Rp 1,14 triliun secara month to date (MTD), serta Rp 11,02 triliun secara year to date (YTD).

“Investor asing di pasar saham tercatat membukukkan net sales sebesar Rp 1,14 triliun month to date dan juga Rp 11,02 secara year to date,” ujar Hasan saat konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2/2026).

Baca juga: IHSG Anjlok di Sesi Pertama, Asing Justru Borong Saham Perbankan dan Blue Chip

Namun demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak mencerminkan melemahnya prospek pasar modal Indonesia, yang dinilai tetap menarik dan menjanjikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Berdasarkan pengamatan OJK pada pekan pertama Februari 2026, pergerakan pasar saham domestik terlihat masih berlangsung dinamis.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu Jumat (6/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.935,26, atau terkoreksi 4,73 persen secara mingguan. Secara month to date, indeks melemah 8,23 persen.

Meski indeks mengalami tekanan, aktivitas perdagangan saham secara umum tetap terpantau tinggi. OJK mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham menyentuh Rp 32,88 triliun secara year to date, yang menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga dan minat transaksi investor tetap aktif.

“Nilai perdagangan di pasar saham luar biasa terpantau tetap sangat tinggi dengan angka RNTH rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai angka Rp 32,88 triliun secara year to date,” paparnya.

Baca juga: Modal Asing Kabur dari RI Sebesar Rp 12,55 Triliun di Penghujung Januari 2026

Di sisi lain, OJK justru mencatat perkembangan yang positif untuk industri pengelolaan investasi. Hingga pekan pertama Februari, total aset kelolaan (assets under management/AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp 1.089,64 triliun.

Sementara itu, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana per 5 Februari 2026 berada di level Rp 722,21 triliun, tumbuh 2,98 persen secara month to date dan meningkat 6,94 persen secara year to date.

Menurutnya, kinerja positif tersebut menunjukkan bahwa investor reksa dana masih aktif melakukan subscription di tengah dinamika dan fluktuasi pasar. Hal ini menjadi indikator kepercayaan investor terhadap instrumen pasar modal, bahkan ketika pasar saham mengalami tekanan jangka pendek.

“Perkembangan yang baik di industri pengelolaan investasi ini menunjukkan setidaknya bahwa investor reksadana tetap aktif melakukan subscription di tengah dinamika pergerakan pasar keuangan di dalam negeri,” beber Hasan.

Ke depan, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) terus memantau perkembangan pasar secara intensif. OJK juga menegaskan kesiapan untuk merespons secara cepat melalui langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

Karena itu, Hasan mengimbau masyarakat dan investor, khususnya investor ritel, agar tetap bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam mengambil keputusan investasi. Ia menilai volatilitas pasar merupakan bagian dari dinamika normal, terutama dalam kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian.

OJK meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif sebagai sarana investasi alternatif dalam jangka menengah dan panjang. Prospek tersebut ditopang oleh fundamental perekonomian domestik yang relatif terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, serta kinerja dan fundamental emiten yang diharapkan tetap positif secara berkelanjutan.

“Kita meyakini bahwa pasar modal kita secara jangka menengah panjang masih sangat prospektif dan akan menarik sebagai sarana alternatif investasi dari para investor, tentu ini juga didukung oleh kinerja perekonomian domestik yang berjaga basis investor,” lanjut Hasan.

Tag:  #asing #sales #triliun #pasar #modal #sangat #prospektif

KOMENTAR