BRIN Sebut 58.000 Bangunan di Aceh Tamiang Rusak akibat Banjir dan Longsor
Kondisi permukiman di Kampung Lintang Bawah, Kuala Simpang, Aceh Tamiang yang hancur diterjang banjir bandang, Senin (5/1/2026)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)
14:06
8 Januari 2026

BRIN Sebut 58.000 Bangunan di Aceh Tamiang Rusak akibat Banjir dan Longsor

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Joko Widodo menyebutkan, sekitar 58.000 bangunan rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu.

"Hasil analisis dari BRIN ada 58.000 bangunan kemungkinan terdampak (bencana)," kata Joko, Kamis (8/1/2026), dikutip dari Antara.

Joko memaparkan angka tersebut didapatkan dari hasil analisis tim Gugus Tugas Penanggulangan Bencana BRIN melalui pemetaan citra satelit.

"Kami mengamati dengan baik apa yang terjadi di lapangan, kalau kami boleh katakan Aceh Tamiang boleh dikatakan 90 persen terdampak," ujar dia.

Joko menyebutkan, data ini perlu divalidasi lebih lanjut karena metode yang digunakan berbeda dengan metode yang dilakukan oleh pemangku kepentingan terkait lainnya.

Namun demikian, data yang dapat diakses melalui laman https://spectra.brin.go.id itu bisa menjadi acuan kepada seluruh pemangku kepentingan dalam merekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera.

BRIN juga telah menyampaikan data ini kepada pihak Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) untuk bisa menjadi acuan pengambilan keputusan yang tepat.

"Dalam pembicaraan itu kemudian kami sampaikan 'Pak, untuk Aceh Tamiang, kalau kita merelokasi, kita akan seperti memindahkan kota, karena Aceh Tamiang itu memang di dataran banjir ya, flat plains. Kemudian, di tengahnya ada Sungai Tamiang yang lebar, daerahnya flat, jadi itu sebenarnya memang rentan banjir'," ungkap Joko.

Di samping itu, ia juga menyampaikan opsi untuk melakukan rekayasa teknik (engineering) untuk menciptakan pembatas agar kondisi meluapnya Sungai Tamiang tidak sampai berdampak kepada masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

"Karena di Aceh Tamiang itu sangat memprihatinkan, banyak bangunan rumah yang tinggi lantai dan fondasinya dan itu bersih semua tersapu banjir dengan sangat bersih. Tidak ada bekas dinding, tidak ada atap, isinya rumah juga tidak tahu kemana, dan itu sangat banyak, sangat luas area yang mengalami seperti itu," tutur dia.

Tag:  #brin #sebut #58000 #bangunan #aceh #tamiang #rusak #akibat #banjir #longsor

KOMENTAR