Mark Zuckerberg Bantah Instagram Bikin Kecanduan Anak, Ini Alasannya
- CEO Meta, Mark Zuckerberg, membantah tudingan bahwa platform media sosial miliknya dirancang untuk membuat anak dan remaja kecanduan.
Bantahan itu disampaikan dalam sidang pengadilan yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, terkait gugatan terhadap Meta dan sejumlah perusahaan teknologi lain.
Sidang tersebut menyoroti dugaan bahwa platform seperti Instagram, Facebook, hingga YouTube memiliki mekanisme yang bersifat adiktif bagi pengguna muda.
Tudingan soal adiksi bermula dari penggugat utama berinisial K.G.M.
K.G.M., yang mulai menggunakan Instagram saat berusia sembilan tahun, menghadiri persidangan pada hari Rabu. Ia duduk tepat di seberang Zuckerberg, yang tiba di pengadilan dengan rombongan pengawal dan koleganya.
Baca juga: Mark Zuckerberg Mau Tinggalkan Silicon Valley, Pindah ke Kampung Triliuner
CEO Meta Mark Zuckerberg tiba di area pengadilan di Los Angeles, Rabu, 18 Februari 2026. Persidangan ini membahas gugatan soal apakah platform media sosial sengaja membuat anak-anak kecanduan dan membahayakan mereka.
Dalam persidangan, Mark Lanier, pengacara utama K.G.M, menampilkan e-mail internal, pesan, serta hasil riset yang menunjukkan Zuckerberg dan karyawan Meta lainnya membahas penggunaan Instagram dan Facebook oleh remaja bahkan anak yang lebih muda.
Salah satunya e-mail pada 2019 yang dikirim kepada Zuckerberg dan tiga eksekutif Meta.
E-mail itu disebut menyoroti pembatasan usia perusahaan yang disebut tidak ditegakkan secara konsisten.
Hal itu membuat perusahaan “sulit mengeklaim bahwa kami sudah melakukan semua yang kami bisa”, menurut e-mail dari Nick Clegg, yang pernah menjabat sebagai kepala urusan global Meta setelah sebelumnya menjadi wakil perdana menteri Inggris.
Lanier juga menanyakan kepada Zuckerberg tentang laporan riset tahun 2019 dari perusahaan eksternal yang dilakukan atas nama Instagram.
Riset tersebut menemukan bahwa remaja yang menggunakan platform itu merasa “terikat atau ketagihan meski sadar dampaknya terhadap perasaan mereka”, serta memiliki “narasi seperti pecandu” terkait penggunaan Instagram.
“Platform ini bisa membuat mereka merasa baik, bisa juga membuat mereka merasa buruk, mereka berharap bisa menghabiskan lebih sedikit waktu untuk memikirkannya,” demikian isi laporan tersebut.
CEO Meta Mark Zuckerberg memberikan kesaksian dalam persidangan penting mengenai apakah platform media sosial sengaja membuat anak-anak kecanduan dan membahayakan mereka. Februari 2026. (Mona Edwards)
Di hadapan juri, Zuckerberg menyatakan bahwa pihak penggugat salah menafsirkan dokumen internal tersebut.
Ketika pengacara Meta, Paul Schmidt, menanyai Zuckerberg soal laporan yang sama, ia menyebut riset tersebut juga mencantumkan aspek “positif” dari penggunaan Instagram.
Schmidt memosisikan laporan itu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Meta untuk meneliti cara platformnya digunakan serta melakukan perbaikan secara terus menerus.
Kemudian, pengacara K.G.M juga menampilkan laporan lain tahun 2018 di mana Meta membahas keberhasilan mempertahankan pengguna usia pra remaja (8-12 tahun) atau “tweens/tweenager” di platform.
Baca juga: Mark Zuckerberg Nostalgia, Pamer Playlist Lagu Lawas Saat Bikin Facebook
Perusahaan yang dulunya bernama Facebook Inc, ini mengeklaim kelompok usia tersebut sebenarnya tidak diizinkan menggunakan layanan Instagram, Facebook, dll.
Zuckerberg mengatakan ia “selalu” menyesal tidak bergerak lebih cepat dalam mengidentifikasi pengguna di bawah 13 tahun. Namun, ia yakin perusahaan pada akhirnya telah berada di “jalur yang tepat”.
Ia juga menyebut pengguna remaja menyumbang “kurang dari 1 persen” pendapatan iklan perusahaan dan menuduh Lanier mengambil dokumen soal tweens di luar konteks.
Bos Meta yang juga orang paling tajir nomor kelima sedunia ini mengatakan perusahaannya pernah melakukan “berbagai diskusi” tentang membangun versi produk yang bisa digunakan anak di bawah 13 tahun dengan cara yang diatur.
Ia menunjuk layanan Messenger Kids milik perusahaannya, yang menurutnya “tidak terlalu populer”, tetapi ia gunakan bersama anak anaknya sendiri. Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, memiliki tiga anak.
CEO Meta Mark Zuckerberg memberikan kesaksian dalam persidangan penting mengenai apakah platform media sosial sengaja membuat anak-anak kecanduan dan membahayakan mereka. Februari 2026.
Tak berhenti di situ, Lanier juga menekan Zuckerberg soal upaya mendorong remaja menggunakan platform tersebut.
Ia menampilkan e-mail dari Zuckerberg dan pesan internal lain yang secara gamblang membahas “penggunaan oleh remaja” serta cara meningkatkannya.
Dalam salah satu e-mail tahun 2015, Zuckerberg mengatakan kepada sekelompok eksekutif bahwa target tahunannya mencakup peningkatan “waktu penggunaan sebesar 12 persen” dan membalikkan tren penurunan pengguna remaja.
Email terpisah pada 2017 dari seorang eksekutif menyatakan bahwa “Mark telah memutuskan prioritas utama perusahaan adalah remaja”.
Zuck mengatakan bahwa “pada tahap awal perusahaan” ia memang memberikan target peningkatan waktu penggunaan, tapi menegaskan bahwa cara kerja perusahaan kini sudah berbeda.
Menjawab pertanyaan Schmidt, Zuckerberg menjelaskan bahwa jika Meta hanya berfokus pada metrik seperti waktu penggunaan, perusahaan media sosial yang dirintis sejak 2004 itu tidak akan mampu bertahan selama ini.
Zuckerberg juga menyebut dirinya telah bekerja selama bertahun tahun untuk menangani “penggunaan bermasalah” platform seperti Instagram “karena itu memang hal yang benar untuk dilakukan”.
Schmidt kemudian merujuk pada fitur Instagram yang dirilis pada 2018, yang memungkinkan pengguna mengatur batas waktu harian, mendapatkan peringatan durasi penggunaan, serta mematikan notifikasi pada malam hari.
Namun Lanier menampilkan dokumen internal Meta yang menunjukkan hanya sedikit remaja yang menggunakan fitur tersebut. Misalnya, hanya 1,1 persen pengguna remaja yang mengaktifkan batas penggunaan harian, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BBC.
Bos IG: main IG 16 jam sehari bukan kecanduan
CEO Instagram, Adam Mosseri
Sebelumnya, Head of Instagram Adam Mosseri juga data bersaksi di pengadilan dan lebih dulu memberikan pembelaan untuk platformnya.
Mosseri menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang tampak berlebihan tidak otomatis termasuk kecanduan atau adiksi.
Di awal kesaksiannya, Mosseri menyetujui poin umum yang disampaikan Lanier bahwa Instagram harus melakukan segala upaya untuk membantu menjaga keamanan pengguna di platform, terutama anak muda.
Namun, Mosseri mengatakan ia tidak yakin ada batas pasti untuk menentukan seberapa banyak penggunaan Instagram yang dianggap berlebihan sehingga bisa disebut sebagai kecanduan.
Menurut Mosseri, apakah penggunaan itu bermasalah atau tidak adalah “hal yang personal”. Ia menjelaskan bahwa seseorang bisa saja menggunakan Instagram “lebih lama dari orang lain dan tetap merasa baik-baik saja”.
Baca juga: Bos Instagram: Main IG 16 Jam Sehari Bukan Kecanduan
“Penting untuk membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan yang bermasalah,” kata Mosseri.
“Saya yakin kita semua pernah bilang ‘kecanduan’ nonton serial Netflix saat maraton sampai larut malam. Tapi menurut saya itu tidak sama dengan kecanduan klinis,” kata Mosseri.
Lanier kemudian menanyakan pendapat Mosseri tentang penggunaan Instagram oleh K.G.M selama 16 jam dalam satu hari.
“Kedengarannya seperti penggunaan yang bermasalah,” jawab Mosseri. Ia tidak menyebutnya sebagai kecanduan.
Meski demikian, bos IG berulang kali menyatakan dirinya bukan ahli kecanduan saat menjawab pertanyaan dari pengacara Lanier.
Persidangan ini diperkirakan berlangsung selama enam minggu dan menjadi uji argumen hukum untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi atas dampaknya terhadap anak muda.
Selain Meta, YouTube milik Google juga menjadi terdakwa dalam perkara ini. Sementara TikTok dan Snapchat yang awalnya turut digugat memilih menyelesaikan kasus di luar pengadilan sebelum sidang dimulai.
Kasus ini menjadi salah satu dari ribuan gugatan serupa di Amerika Serikat yang menuding platform media sosial berkontribusi pada masalah kesehatan mental anak.
Sejumlah negara kini mulai mempertimbangkan pembatasan usia penggunaan media sosial, termasuk Australia yang telah melarang akun media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
Tag: #mark #zuckerberg #bantah #instagram #bikin #kecanduan #anak #alasannya