Soal ''Zero Accident'' MBG, BGN: Kami Akan Berusaha Keras
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang usai meninjau pelaksanaan MBG di SMK 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). (KOMPAS.com/Rahel)
11:42
8 Januari 2026

Soal ''Zero Accident'' MBG, BGN: Kami Akan Berusaha Keras

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memastikan pihaknya akan berusaha keras mengupayakan agar tidak lagi ada kejadian luar biasa (KLB) terkait program Makan Bergizi Gratis.

"Kemudian untuk mencapai zero ( accident ). Kalau menggaransi itu Allah yang garansi, ya, tapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir," kata Nanik usai meninjau pelaksanaan MBG di SMK 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Nanik pun mengeklaim, tren kasus kejadian luar biasa terkait MBG juga semakin menurun.

"Alhamdulillah dari bulan September, Agustus-September yang luar biasa Anda melihat, kan makin ke sini makin berkurang," ujar dia.

Menurutnya, penurunan kasus KLB tersebut berkaitan dengan pengawasan ketat yang terus dilakukan dari berbagai sektor.

Salah satunya, syarat wajib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang wajib dimiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Tadi sudah saya sebutkan, antara lain karena kita ketat. SLHS wajib," ungkap Nanik.

Selain itu, BGN kini juga mewajibkan penggunaan air bersih yang terjamin mutunya dalam pelaksanaan program MBG.

"Karena kemarin banyak ditemukan E. coli di air, air sekarang harus menggunakan air galon bermerek yang maksudnya terjamin tidak ada bakterinya, bebas E. coli. Nah, itu antara lain," tutur dia.

Nanik melanjutkan, BGN bersama kementerian/lembaga terkait lain terus melakukan pengawasan ketat terhadap MBG.

"Dan sekarang, kan, dibentuk tim koordinasi. Jadi MBG ini tidak diawasi oleh BGN. Ada 17 kementerian dan lembaga yang mengawasi. Bahkan kalau untuk keracunan ini hanya haknya dari Kemenkes yang untuk mengeluarkan data. Kami tidak, karena supaya objektif," papar dia.

Tag:  #soal #zero #accident #kami #akan #berusaha #keras

KOMENTAR