Pemerintah Diminta Antisipasi dan Cegah Lonjakan Kasus Super Flu
Ilustrasi super flu. (SHUTTERSTOCK/RAVIL SAYFULLIN)
10:14
7 Januari 2026

Pemerintah Diminta Antisipasi dan Cegah Lonjakan Kasus Super Flu

- Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah untuk mengantisipasi ancaman penularan dari virus influenza A (H3N2) subklad K atau super flu tanpa perlu menunggu adanya lonjakan kasus.

Pasalnya, super flu sudah menginfeksi sejumlah negara seperti seperti China, Korea Selatan, Jepang, hingga Singapura.

"Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting karena terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza," ujar Neng Eem dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Untuk pencegahan awal, penggunaan masker dinilainya dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah penularan super flu semakin luas.

Selain pencegahan di tingkat masyarakat, pemerintah harus memastikan kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri, sistem deteksi dini, hingga mekanisme penanganan pasien.

"Kesiapan faskes menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak. Ini bukan upaya menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik," ujar Neng Eem.

Ia pun meminta pemerintah untuk melakukan pencegahan awal tanpa harus menunggu terjadinya lonjakan kasus.

"Pencegahan lebih murah dan lebih efektif dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas. Koordinasi lintas sektor dan kesiapan layanan kesehatan tidak boleh ditunda," ujar Neng Eem.

"Imunisasi influenza dapat menurunkan risiko keparahan jika terinfeksi. Penggunaan masker, kesiapan faskes, dan imunisasi harus berjalan bersamaan agar dampak superflu dapat ditekan," sambungnya.

62 Warga Terinfeksi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine menyampaikan, kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Sebagai langkah pencegahan penyebaran super flu, masyarakat diminta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Jaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta," tutur Prima dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).

Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Prima menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan tercatat di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," ujar Prima.

Tag:  #pemerintah #diminta #antisipasi #cegah #lonjakan #kasus #super

KOMENTAR