Prabowo Klaim Keberhasilan MBG Nyaris 100 Persen, tapi Akui Ada Kekurangan
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat memberikan taklimat awal tahun dalam retreat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
09:18
7 Januari 2026

Prabowo Klaim Keberhasilan MBG Nyaris 100 Persen, tapi Akui Ada Kekurangan

- Presiden Prabowo Subianto mengeklaim, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil hampir 100 persen, tepatnya 99,99 persen.

Klaim keberhasilan program MBG itu disampaikan Prabowo dalam retret kabinet sekaligus Taklimat Awal Tahun 2026, di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

"Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99 persen berhasil. Jadi saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai," kata Prabowo dalam retret kabinet, Selasa.

Jumlah penerima manfaat program MBG disebut telah mencapai 55 juta orang sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelaksanaan program nasional di bidang pemenuhan gizi itu.

Prabowo menyampaikan, pencapaian itu patut dibanggakan karena pelaksanaan program serupa di sejumlah negara belum berkembang sebesar di Indonesia.

Ia kembali menjelaskan latar belakang peluncuran program MBG yang berangkat dari persoalan mendasar, yakni masih tingginya angka kekurangan gizi di Indonesia.

Prabowo menyebut, rata-rata satu dari lima anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi.

Hal tersebut menyebabkan malanutrisi dan stunting yang berdampak pada pertumbuhan anak yang tidak optimal.

"Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno 'The hungry stomach cannot wait', perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," kata Prabowo.

Akui Ada Kekurangan

Kendati mengeklaim telah berhasil 99,99 persen, Prabowo tetap mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan program MBG.

Prabowo memastikan, setiap kekurangan dalam program prioritasnya itu tetap harus diatasi hingga sempurna 100 persen.

"Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan," ujar Prabowo.

Demi memastikan program MBG berjalan baik, pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya.

"Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto sesaat sebelum memberikan taklimat awal tahun dalam retreat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto sesaat sebelum memberikan taklimat awal tahun dalam retreat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Alokasikan Rp 335 Triliun

Usai retret tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 335 triliun untuk pelaksanaan program MBG pada 2026.

"Tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis," ujar Prasetyo usai retret kabinet.

Prasetyo juga menyampaikan pesan Prabowo, di mana Presiden meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan prosedurnya dalam pelaksanaan program MBG.

Prabowo, kata Prasetyo, ingin program MBG bisa berjalan maksimal untuk para penerima manfaat yang ada di seluruh Indonesia.

"Beliau (Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan. Karena menurut catatan dari Kepala BGN di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," ujar Prasetyo.

Tag:  #prabowo #klaim #keberhasilan #nyaris #persen #tapi #akui #kekurangan

KOMENTAR