Arahan Prabowo untuk Para Menteri di Awal 2026: Kerja Cepat hingga Jangan Korupsi
Presiden Prabowo Subianto sesaat sebelum memberikan taklimat awal tahun dalam retreat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
05:46
7 Januari 2026

Arahan Prabowo untuk Para Menteri di Awal 2026: Kerja Cepat hingga Jangan Korupsi

- Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk retret di kediamannya yang berlokasi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Retret berlangsung sekitar delapan jam sejak dibuka Presiden Prabowo pada pukul 14.00 WIB.

Selama kegiatan berjalan, Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, dan jajaran menteri, kompak mengenakan setelan kemeja warna coklat muda.

Kegiatan retret di kediaman Presiden RI itu berlangsung tertutup, hanya sesi taklimat awal tahun yang digelar secara terbuka untuk publik.

Sejumlah arahan disampaikan Prabowo kepada para pembantunya saat sesi taklimat awal tahun.

Prabowo pun menjelaskan alasannya mengumpulkan para menteri di awal tahun 2026 dalam rangka evaluasi kinerja.

"Pertimbangan saya kumpulkan adalah untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu," ujar Prabowo, membuka taklimat di hadapan para menterinya.

Alasan lainnya, pertemuan ini digelar sekaligus untuk memahami kondisi bangsa Indonesia di tengah dinamika dan gelojak dunia.

Prabowo menambahkan, retret ini juga digelar untuk menentukan langkah Indonesia ke depannya.

"Selanjutnya kita memhami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia, dan selanjutnya kita melihat ke depan tahun ini langkah-langkah apa yang harus kita laksanakan, sasaran-sasaran apa yang harus kita capai," tutur dia.

Terima kasih ke para menteri

Di kesempatan ini, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para menteri, kepala lembaga, serta para wakil mereka.

Ia mengucapkan terima kasih kepada para pembantunya sebagai pemimpin negara serta penerima mandat dari rakyat Indonesia.

"Saya sebagai presiden, sebagai pemimpin, sebagai penerima mandat dari rakyat Indonesia, sebagai, boleh dikatakan nakhoda, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pembantu-pembantu saya yang paling inti," ujar Prabowo, dalam taklimatnya.

Secara khusus, ia mengapresiasi jajaran menteri koordinator, para menteri, kepala badan, pejabat-pejabat di lembaga tinggi negara, serta jajaran aparat penegak hukum.

"Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, membuktikan dengan fakta, facts on the ground yang bisa diukur, dipegang, bisa dilihat," ucap dia.

Sebagai kepala negara, Prabowo mengaku kinerja pemerintahannya juga merupakan hasil kerja para pembantunya.

Ia menganggap para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih sudah inisiatif dalam bekerja tanpa menunggu petunjuk atasan terus-menerus.

"Walaupun mungkin tidak terlalu sering saya kumpulkan Saudara-saudara, Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif, dengan penuh pemahaman, keberanian karena Saudara-saudara mengambil keputusan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, mengambil inisiatif sejatinya membutuhkan keberanian.

Dia pun berterima kasih kepada para jajaran kabinet karena bisa saja para menteri memilih tidak melakukan sesuatu untuk mengamankan diri, alih-alih inisiatif kemudian disalahkan.

"Mengambil inisiatif itu membutuhkan keberanian yang paling aman, paling gampang tidak berbuat apa-apa atau menunggu petunjuk tetapi pemimpin sejati," ucapnya.

Bagi Prabowo, pemimpin yang sebenarnya adalah mereka yang memahami strategi besar dan memahami tujuan.

Begitu pun memahami direktif pemimpin dengan tepat, sehingga inisiatif mengambil sikap benar atas program yang telah dicanangkan.

"Sehingga yang dipahami adalah arah besar adalah petunjuk umum, bukan tiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan," kata Prabowo.

Kalau bersih, jangan gentar

Presiden meminta agar para menterinya tidak ragu dan gentar selama memiliki niat bersih dan tidak mencuri uang rakyat.

Selama para menteri mementingkan masyarakat Indonesia, Prabowo mengajak menterinya tidak ragu.

"Kita buktikan, kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, kita tidak perlu sedikitpun gentar," papar dia.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan, jika ada orang yang mengejek, berarti pemerintah sudah berada di jalan yang benar.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan komitmennya untuk terus membela kebenaran.

"Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan dan membela kebenaran," tegas dia.

Di saat yang sama, Prabowo mengajak para menteri hingga kepala badan agar siap menerima setiap fitnah dan ejekan tersebut.

"Jadi kita siap, kalau kita dihantam, kita difitnah, kita diejek, terima itu sebagai kebanggaan," tutur dia.

Tegur menteri

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi mengungkap Presiden Prabowo sempat menegur jajaran menteri saat retret di Hambalang.

Hanya saja, Prasetyo menegaskan, teguran Prabowo itu dalam rangka melecut dan memberi semangat kepada para menteri dan wakil menteri.

"Teguran dalam artian melecut semangat, iya," kata Prasetyo, di sela retret.

Prasetyo melanjutkan, teguran dimaksud ditujukan agar jajaran Kabinet Merah Putih bekerja lebih cepat, khususnya di bidang yang bersifat penciptaan lapangan pekerjaan dan padat karya.

Dia mencontohkan, beberapa program yang masih perlu percepatan seperti Kampung Nelayan dan program pembuatan kapal tangkap ikan.

"Jadi, beliau memang ingin sesegera mungkin program-program tersebut karena bersifat selain padat karya juga itu akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan untuk kita bisa meningkatkan asupan protein bagi seluruh rakyat kita," lanjut dia.

"Out of the box" dan tinggalkan ego sektoral

Selain itu, Prasetyo mengungkap Presiden Prabowo juga berpesan agar jajaran menteri Kabinet Merah Putih jangan hanya bekerja secara normatif.

Prabowo berpesan para menteri hingga kepala badan harus kerja cerdas dan cepat.

"Beliau (Presiden Prabowo) juga menekankan bahwa kita harus bekerja cepat, kita harus bekerja smart, kita harus bekerja terkadang tidak boleh normatif ya," ungkap Prasetyo, usai retret.

Prabowo juga meminta para menteri dan wakil menteri membuat terobosan guna mempercepat realisasi program pemerintah.

"Harus berpikir out of the box untuk mencari terobosan-terobosan di dalam rangka sekali lagi mempercepat tercapainya seluruh program-program yang sudah ditetapkan," ucap dia.

Prabowo juga meminta jajaran kabinet agar meninggalkan kepentingan pribadi.

Para menteri juga diminta agar meninggalkan persoalan ego sektoral agar program pemerintah dapat berjalan secara baik.

"Beliau berharap kita meninggalkan kepentingan-kepentingan pribadi, kepentingan-kepentingan ego sektoral untuk secepat-cepatnya mencari titik temu apabila terjadi permasalahan sehingga semua program-program dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar dia.

Di dalam retret ini, Prabowo berharap ada kerja sama lintas kementerian/lembaga yang terus ditingkatkan.

Jika kerja sama lintas instansi berjalan baik, tentu berdampak dalam pencapaian program pemerintah serta kepentingan masyarakat Indonesia.

"Bapak Presiden juga memberikan penekanan kepada kita semua untuk terus memperkuat kerja sama di antara lintas kementerian untuk mencapai program-program besar di 2026 ini yang selalu beliau menekankan orientasi kita harus bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara, untuk kepentingan masyarakat," kata Prasetyo.

Tag:  #arahan #prabowo #untuk #para #menteri #awal #2026 #kerja #cepat #hingga #jangan #korupsi

KOMENTAR