



Orang yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya saat Tumbuh Dewasa, Biasanya Akan Menunjukkan 8 Perilaku Ini di Kemudian Hari
Diremehkan oleh orang tua semasa kanak-kanak dapat meninggalkan luka emosional yang dalam, yang sering kali membentuk perilaku hingga dewasa.
Memahami efek jangka panjang dari pengalaman seperti itu tidaklah mudah, dan, meskipun begitu, mereka yang telah melalui masa kecil yang keras ini sering menunjukkan 8 perilaku spesifik ini saat dewasa.
Dampak jangka panjang dari kritik semacam itu dapat terwujud dalam berbagai cara, memengaruhi harga diri, hubungan, dan cara seseorang menjalani hidup.
Mari kita lihat apa saja 8 perilaku spesifik yang sering ditunjukkan oleh orang yang selalu diremehkan oleh orang tua saat tumbuh dewasa.
1. Berpikir berlebihan
Pikiran berkelebat dalam benak Anda, berpacu dengan kecepatan sejuta mil per jam, dan mencoba memperlambatnya terasa seperti menaiki kereta peluru.
Begitulah kehidupan orang yang suka berpikir berlebihan!
Bagi mereka yang diremehkan semasa kecil oleh orang tua, ini adalah pengalaman yang sangat lazim.
Mereka terus-menerus meragukan diri mereka sendiri, mengkritik tindakan mereka sendiri dan tindakan orang lain, serta terjebak dalam lingkaran 'bagaimana jika' dan 'andai saja' yang tak berujung.
Anda lihat, ketika Anda terus-menerus direndahkan, Anda mulai mempertanyakan harga diri Anda. Anda mulai meragukan keputusan Anda. Anda mulai percaya bahwa mungkin, ya mungkin saja, Anda tidak cukup baik.
2. Perfeksionisme
Setiap kesalahan kecil dikritik oleh orang tua, rasanya semua yang kita lakukan tidak pernah cukup baik. Jadi, orang-orang ini biasanya akan mulai berusaha mencapai kesempurnaan.
Untuk menghindari kritikan dan hinaan, mereka seringkali pikir kalau mereka bisa melakukan semuanya dengan sempurna, mungkin mereka akhirnya akan mendapat pujian. Mungkin saat itu, mereka berpikir bahwa mereka cukup baik.
Namun, kesempurnaan adalah majikan yang kejam, standar yang tidak dapat dicapai dan selamanya tidak mungkin tercapai, dan itulah perangkap yang sering menjerumuskan banyak orang yang sering diremehkan semasa kecil.
Kita menjadi perfeksionis karena kita mencoba membuktikan harga diri kita, kepada diri sendiri dan orang lain.
3. Menyenangkan Orang Lain
Pernah dengar istilah 'fawning'?
Itu satu dari empat respons terhadap trauma, yang berdampingan dengan sikap melawan, lari, dan membeku.
Pada hakikatnya, menjilat adalah saat seseorang mencoba menghindari konflik atau pelecehan dengan bersikap terlalu menyenangkan atau menolong.
Itu adalah taktik bertahan hidup, yang ditujukan untuk menenangkan orang yang menyebabkan kesusahan.
Mereka yang sering diremehkan oleh orang tua semasa kecil, sering kali berubah menjadi orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain saat dewasa.
Mereka belajar menjalani dunianya dengan membuat orang lain bahagia, sering kali dengan mengorbankan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.
Ini adalah perilaku yang berakar pada rasa takut dan kebutuhan mendesak untuk diterima, dan meskipun mungkin bermanfaat selama masa kanak-kanak yang sulit, di masa dewasa, ini sering kali mengarah pada kebencian, kelelahan, dan hilangnya jati diri.
4. Kesulitan menerima pujian
Bayangkan ketika seseorang memuji Anda, dan alih-alih sekadar mengucapkan “terima kasih,” pikiran Anda justru mulai berpacu.
Anda mempertanyakan motif mereka, bertanya-tanya apakah mereka sedang menyindir, atau bahkan mulai percaya bahwa mereka keliru.
Kedengarannya familiar bukan?
Bagi mereka yang sering diremehkan oleh orang tua, menerima pujian bisa menjadi perjuangan nyata.
Mereka telah dikondisikan untuk percaya bahwa mereka tidak layak dipuji, dan ketika pujian itu datang kepada mereka, hal itu terasa asing dan tidak nyaman.
Dalam benak mereka, mereka selalu menunggu hal buruk terjadi, yaitu pujian diikuti kritikan pedas.
Ini adalah siklus yang sulit untuk dihentikan, tetapi memahami kecenderungan ini adalah langkah pertama untuk membiarkan diri menerima dan menikmati pujian yang benar-benar pantas mereka dapatkan.
5. Takut mengekspresikan emosi
Bagi kita yang sering diremehkan oleh orang tua, mengungkapkan emosi dapat terasa seperti melangkah ke medan perang.
Kita telah belajar sejak usia muda bahwa menunjukkan perasaan kita dapat membuat kita rentan terhadap kritik dan ejekan.
6. Berprestasi tinggi
Anda mungkin berpikir bahwa diremehkan terus-menerus akan melumpuhkan ambisi seseorang, bukan? Namun menariknya, hal itu sering kali justru memotivasj.
Mereka yang sering diremehkan oleh orang tua semasa kecil cenderung menjadi orang yang berprestasi tinggi dalam hidup.
Mereka didorong oleh kebutuhan untuk membuktikan nilai mereka, untuk menunjukkan kepada para pengkritiknya bahwa mereka mampu dan pantas dihormati.
Mereka mengejar kesuksesan tanpa henti, sering kali unggul dalam bidang yang mereka pilih. Namun di balik pencapaian ini tersembunyi rasa takut gagal yang mendalam.
Karena bagi mereka, kegagalan bukan sekadar kemunduran, melainkan pembenaran atas semua hal negatif yang pernah diceritakan kepada mereka tentang diri mereka sendiri.
Meski prestasi mereka patut dipuji, penting bagi mereka untuk mengingat bahwa nilai mereka tidak terkait dengan prestasi mereka.
Mereka layak mendapatkan cinta dan rasa hormat, terlepas dari keberhasilan atau kegagalan mereka.
7. Mekanisme pertahanan yang kuat
Ketika Anda terus-menerus dikritik oleh orang tua Anda, Anda belajar untuk membela diri. Itu adalah naluri bertahan hidup yang dasar.
Mereka yang sering diremehkan oleh orang tua semasa kecil sering kali mengembangkan mekanisme pertahanan yang kuat.
Mereka mungkin menjadi terlalu defensif terhadap kritik atau serangan sekecil apa pun, siap untuk melawan atau menarik diri pada saat itu juga.
Pertahanan ini mungkin berguna bagi mereka di masa kecil mereka yang penuh gejolak, dengan menyediakan perisai yang diperlukan terhadap penghinaan terus-menerus.
Namun, di masa dewasa, pertahanan yang sama ini dapat menciptakan hambatan, mencegah mereka menjalin hubungan yang mendalam dan bermakna.
Mengenali mekanisme pertahanan ini sebagaimana adanya, suatu tindakan perlindungan dari masa lalu, merupakan langkah penting menuju penyembuhan dan pertumbuhan.
8. Ketahanan
Kendati berjuang, berpikir berlebihan, perfeksionisme, dan sebagainya, ada satu sifat yang menonjol di atas semua sifat lainnya pada mereka yang kerap diremehkan semasa tumbuh dewasa, yakni ketahanan.
Mereka berhasil melewati badai kritik terus-menerus dan menjadi lebih kuat karenanya. Mereka telah menghadapi kesulitan secara langsung dan belajar untuk beradaptasi, bertahan, dan mengatasinya.
Ketangguhan bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi bangkit kembali setiap kali Anda terjatuh, dan bagi mereka yang pernah diremehkan, mereka telah bangkit lagi dan lagi.
Ketahanan tersebut merupakan bukti kekuatan dan kemampuan mereka untuk mengubah rasa sakit menjadi kekuatan.
Tag: #orang #yang #sering #diremehkan #oleh #orang #tuanya #saat #tumbuh #dewasa #biasanya #akan #menunjukkan #perilaku #kemudian #hari