Cerita Alika Islamadina Jadi Caregiver Ibu dan Nenek yang Kena Kanker
Penyanyi Alika Islamadina ketika menghadiri talkshow bersama Wardah di Gandaria City Mall, Jakarta, Jumat (5/10/2018).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
11:10
5 Februari 2026

Cerita Alika Islamadina Jadi Caregiver Ibu dan Nenek yang Kena Kanker

- Di balik panggung hiburan, penyanyi Alika Islamadina menjalani peran yang jauh lebih personal dalam kehidupannya.

Keponakan dari Alya Rohali ini menjadi caregiver atau pendamping utama bagi dua sosok terdekatnya, sang ibu Yuanita Rohali dan neneknya Atit Tresnawati, yang sama-sama pernah berjuang melawan kanker.

Pengalaman itu tidak hanya menuntut tenaga, tetapi juga kesiapan mental.

“Sebenarnya, tantangannya adalah bagaimana aku meregulasi emosiku terhadap kabar ini,” ungkap Alika dalam pembukaan pameran seni “Understanding Cancer through Art” yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia dan YKI, dalam merayakan Hari Kanker Sedunia 2026, di Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Alika Islamadina Ungkap Trik Memilih Sepatu untuk Menunjang Penampilan

Belajar menerima kabar yang mengubah banyak hal

Sang nenek sudah lebih dulu mengidap kanker, yaitu pada tahun 1999, dan berhasil sembuh. Kala itu, usia Alika baru 5 tahun, sehingga banyak yang belum ia ketahui soal penyakit ganas ini.

Kabar buruk kembali datang, ibunya mengidap kanker sekitar tahun 2014. Alika yang kala itu sudah dewasa, lebih memahami tentang kanker.

Di saat itulah ia merasa harus mampu meregulasi emosi, lantaran dapat membantu menenangkan pikiran bahwa ia bakal kehilangan sosok terdekatnya.

Hal tersebut tentunya bakal membuat Alika kesulitan dalam menjalani perannya sebagai pendamping pengidap kanker. Berdamai dengan emosi sendiri diperlukan, sebelum menguatkan orang lain.

“Karena pasti, kita sebagai caregiver, orang terdekat, terutama anak ya, kalau sudah mendengar berita seperti itu, pasti pikiran pertama dulu kayak, ‘ah, aku takut nanti kehilangan’. Baru semua teknisnya,” ungkap dia.

Menjadi pendamping yang sesuai dengan kebutuhan

Alika menuturkan, perannya sebagai pendamping bermula dari pengalaman mendampingi sang ibu yang didiagnosis kanker lebih dulu, sebelum kemudian neneknya kembali mengidap kanker pada tahun 2019.

Baca juga: Sejarah Hari Kanker Sedunia dan Maknanya bagi Dunia Kesehatan Global

Alika Islamadina dalam pembukaan pameran seni ?Understanding Cancer through Art? yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia dan YKI, dalam merayakan Hari Kanker Sedunia 2026, di Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Alika Islamadina dalam pembukaan pameran seni ?Understanding Cancer through Art? yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia dan YKI, dalam merayakan Hari Kanker Sedunia 2026, di Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).

Meregulasi emosi membantunya bisa benar-benar hadir untuk ibu dan neneknya yang sedang sakit. Proses itu melibatkan upaya memahami situasi, dan menyiapkan diri untuk perjalanan yang tidak singkat.

Sebagai seorang pendamping, Alika berusaha fokus pada kebutuhan orang yang dirawatnya. Ia menekankan bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan berbeda, baik secara fisik maupun psikologis.

Menurutnya, peran pendamping bukan hanya menemani secara fisik, tetapi juga peka terhadap apa yang dibutuhkan pasien pada waktu tertentu.

“Bagaimana caraku mendukung dia, memberikan apa pun yang dibutuhkan. Butuh ruang, dukungan, atau apapun itu,” tutur Alika.

Ia melihat proses perawatan sebagai perjalanan panjang yang harus dijalani bersama. Konsistensi kehadiran dan kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasien, menjadi hal penting dalam perannya sebagai caregiver.

Khawatir jadi penyakit keturunan

Selain tantangan emosional saat mendampingi ibu dan neneknya, Alika juga menghadapi kekhawatiran lain yang muncul seiring perjalanan tersebut.

“Kalau kekhawatiran pasti ada. Kebetulan, papaku juga selalu mengingatkan bahwa ini (kanker) menurun. Jadi kalau bisa, jaga pola hidupnya, jaga pola makannya,” ujar dia,

Kondisi itu membuat Alika semakin khawatir, karena ia sudah memiliki anak. Namun, ia tidak membiarkan diri terlalu larut dalam kekhawatiran.

Pengalaman mendampingi orang terdekat dengan kanker menjadi pengingat baginya untuk mulai menjaga diri sejak dini.

“Jadi memang dimulai dari gaya hidup. Aku benar-benar mau mulai lebih awal, aku perbaiki. Gimana caranya biar tidak terlalu sering begadang, jadi lebih sering olahraga, dan makan makanan yang sehat,” pungkas Alika.

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Skrining Kanker di Indonesia Masih Rendah

Tag:  #cerita #alika #islamadina #jadi #caregiver #nenek #yang #kena #kanker

KOMENTAR