Diet Mediterania Paling Efektif Menurunkan Berat Badan Menurut Hasil Riset Ilmiah
Diet Mediterania kembali dinilai sebagai salah satu pola makan paling efektif untuk menurunkan berat badan secara berkelanjutan.
Sejumlah penelitian menunjukkan diet ini tidak hanya membantu penurunan berat badan, tetapi juga menjaga hasilnya dalam jangka panjang.
Berbeda dari diet ketat, diet Mediterania menekankan perubahan gaya hidup dan pilihan makanan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai lebih mudah dijalani dan tidak memicu efek yo-yo.
Diet Mediterania bukan diet ketat
Diet Mediterania berasal dari kebiasaan makan masyarakat di kawasan Laut Mediterania, seperti Italia dan Yunani.
Pola makan ini menekankan konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun. Daging merah dan makanan manis tetap boleh dikonsumsi, tetapi dibatasi.
Ahli gizi Samantha Cassetty, RD, mengatakan diet Mediterania bukan diet yang berfokus pada pembatasan.
“Ini lebih ke cara makan yang membuat orang merasa kenyang, puas, dan tidak merasa sedang diet,” ujar Cassetty kepada Today.
Bukti ilmiah penurunan berat badan
Ilustrasi diet. Sejumlah studi menunjukkan diet Mediterania membantu menurunkan berat badan sekaligus menjaganya dalam jangka panjang tanpa diet ketat.
Manfaat diet Mediterania untuk berat badan didukung riset ilmiah. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Diabetes pada 2018 menemukan bahwa orang yang mengikuti diet Mediterania selama lima tahun mengalami penurunan lemak perut dan risiko kenaikan berat badan.
Penelitian lain yang dimuat dalam British Journal of Nutrition menyebutkan bahwa individu dengan tingkat kepatuhan tinggi terhadap diet Mediterania memiliki peluang dua kali lebih besar untuk mempertahankan berat badan setelah turun.
Para peneliti menilai hasil tersebut berkaitan dengan pola makan yang stabil dan mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Mengapa diet ini lebih efektif
Salah satu kunci diet Mediterania adalah kombinasi serat, protein, dan lemak sehat. Makanan seperti kacang-kacangan, ikan, dan biji-bijian utuh membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
Kondisi ini membantu menekan keinginan makan berlebih tanpa perlu menghitung kalori secara ketat.
Diet ini juga mendorong konsumsi makanan utuh dan membatasi makanan ultra-proses. Penelitian kecil menunjukkan orang cenderung mengonsumsi ratusan kalori lebih banyak saat makan makanan olahan dibanding makanan utuh, meski kandungan gizinya serupa.
Karbohidrat tetap boleh, asal bijak
Berbeda dari banyak diet lain, diet Mediterania tidak melarang karbohidrat. Pasta tetap boleh dikonsumsi, tetapi dalam porsi kecil dan dikombinasikan dengan sayuran, minyak zaitun, dan protein seperti ikan atau makanan laut.
Pendekatan ini dinilai membantu banyak orang bertahan lebih lama menjalani pola makan sehat.
“Ketika tidak ada larangan ekstrem, orang lebih mudah konsisten,” kata Cassetty.
Lebih dari sekadar menurunkan berat badan
Para ahli menilai diet Mediterania bukan hanya soal berat badan. Pola makan ini juga dikaitkan dengan kesehatan jantung, fungsi otak, dan penurunan risiko diabetes tipe 2.
Selain itu, cara makan yang lebih santai dan menikmati makanan dinilai membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan.
Dengan dukungan riset dari berbagai jurnal ilmiah dan panduan ahli, diet Mediterania semakin dipandang sebagai pilihan realistis bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan tanpa tekanan berlebih.
Tag: #diet #mediterania #paling #efektif #menurunkan #berat #badan #menurut #hasil #riset #ilmiah