8 Alasan Pertemanan Beda Usia Baik untuk Emosional dan Psikologis
Ilustrasi mengobrol.(Dok. Freepik/Freepik)
19:05
19 Januari 2026

8 Alasan Pertemanan Beda Usia Baik untuk Emosional dan Psikologis

- Memiliki teman yang usianya terpaut jauh sering kali dianggap tidak biasa. Padahal, persahabatan lintas usia justru menyimpan banyak keunggulan emosional, sosial, hingga psikologis. 

Hubungan ini membuka perspektif baru, memperluas cara pandang, serta memberi ruang aman untuk tumbuh tanpa tekanan perbandingan hidup yang kerap muncul dalam pertemanan sebaya.

Psikolog klinis berlisensi dan pendiri Thrive Psychology Group, Charlynn Ruan menyebut, pertemanan dengan jarak usia membantu seseorang merasa lebih bebas mengekspresikan diri. 

“Salah satu manfaat terbesar punya teman yang berada di fase hidup berbeda adalah kita bisa berbagi cerita tanpa rasa bersaing atau membandingkan diri,” kata dia, seperti dikutip HuffPost, Senin (19/1/2026).

Berikut sejumlah keunggulan memiliki teman dengan jarak usia yang patut dipertimbangkan.

8 Keunggulan punya teman dengan jarak usia yang jauh

1. Mengurangi tekanan untuk membandingkan pencapaian hidup

Dalam pertemanan sebaya, perbandingan sering kali tak terhindarkan. Ketika satu teman menikah, mendapat promosi, atau membeli rumah, yang lain bisa diam-diam merasa tertinggal. 

Teman dengan jarak usia membuat tekanan ini berkurang secara alami karena fase hidup yang dijalani memang berbeda.

Ruan menjelaskan, perbedaan tahap kehidupan menciptakan ruang aman untuk berbagi tanpa rasa iri atau canggung. 

Kita bisa menceritakan keberhasilan tanpa takut dianggap pamer, sekaligus mengungkapkan kegagalan tanpa khawatir dinilai kurang berhasil.

“Persahabatan lintas usia membantu seseorang keluar dari jebakan perbandingan dan menyadari bahwa setiap orang memiliki garis waktu hidup yang unik,” kata peneliti kecerdasan emosional lulusan Harvard Jenny Woo. 

tips menanggapi curhatfreepik tips menanggapi curhat

2. Menjadi ruang aman untuk belajar dan bertumbuh

Teman yang lebih tua sering kali berperan sebagai mentor. Bukan dalam arti menggurui, tetapi lewat pengalaman hidup yang mereka bagikan secara jujur. 

Mereka telah melewati fase kebingungan karier, konflik hubungan, hingga krisis identitas yang mungkin sedang kita alami.

Terapis dan pemilik Space for Growth Therapy & Coaching, Natalie Moore, LMFT mengatakan, secara historis manusia hidup dalam komunitas lintas generasi. 

“Dulu, anak muda punya akses langsung ke orang yang lebih tua untuk belajar dan mendapat dukungan emosional,” ujarnya. 

Kini, pola itu banyak hilang, sehingga teman beda usia bisa menjadi pengganti ruang belajar tersebut.

3. Membantu menjaga keseimbangan emosional

Teman yang lebih dewasa cenderung memiliki cara pandang yang lebih stabil dan reflektif. 

Kehadiran mereka bisa membantu menenangkan emosi, terutama saat kita sedang terburu-buru mengambil keputusan atau terjebak dalam konflik batin.

Woo menilai, teman yang lebih tua dapat memberikan masukan jujur tanpa dinamika kekuasaan seperti orang tua atau atasan. 

“Mereka bisa menawarkan perspektif yang jernih tanpa membuat kita merasa dihakimi,” terang dia.

Sebaliknya, teman yang lebih muda sering membawa energi optimistis dan spontan yang menyegarkan.


4. Membuat hidup lebih dinamis dan tidak monoton

Berteman dengan orang yang jauh lebih muda atau lebih tua membuat rutinitas terasa lebih berwarna. 

Teman yang lebih muda sering memperkenalkan tren baru, teknologi, atau cara berpikir yang lebih segar. Sementara teman yang lebih tua mengajarkan nilai kesabaran, ketekunan, dan makna hidup yang lebih mendalam.

Menurut Ruan, interaksi lintas usia membantu seseorang tetap terbuka dan tidak terjebak dalam pola pikir sempit. 

Hal ini penting agar seseorang tetap relevan secara sosial dan emosional di tengah perubahan zaman.

5. Menghadirkan tujuan dan makna hidup

Bagi teman yang lebih tua, berbagi pengalaman dan kebijaksanaan memberi rasa berharga dan bermakna. 

“Berbagi ilmu membuat mereka merasa dibutuhkan dan melawan rasa takut akan ketidakrelevanan,” kata Woo.

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki tujuan hidup yang jelas berhubungan erat dengan kesehatan mental dan ketahanan menghadapi perubahan besar, seperti pensiun atau kehilangan orang terdekat.

6. Membentuk hubungan yang lebih tulus dan setara

Dalam pertemanan beda usia, status sosial, pencapaian, dan pencitraan diri biasanya tidak terlalu dominan.  Hubungan lebih banyak dibangun di atas rasa saling menghargai dan ketertarikan tulus sebagai manusia.

Moore menegaskan, hubungan ini sehat selama tidak berubah menjadi relasi satu arah. 

“Persahabatan seharusnya tetap saling memberi, bukan hanya satu pihak yang terus menjadi tempat meminta nasihat,” terang dia.

7. Mengajarkan empati antar generasi

Punya teman beda usia membuat kita lebih memahami tantangan generasi lain. Anak muda belajar tentang realitas hidup jangka panjang, sementara yang lebih tua memahami tekanan dunia modern.

Woo menilai, empati lintas generasi penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih terbuka dan tidak mudah menghakimi. 

“Persahabatan ini melatih rasa ingin tahu dan penghormatan terhadap perbedaan,” katanya.

8. Membantu menemukan versi diri yang lebih seimbang

Teman yang lebih tua sering mengingatkan bahwa hidup tidak selalu soal kecepatan, sementara teman yang lebih muda mengingatkan bahwa hidup juga tentang keberanian mencoba hal baru. 

Keduanya menciptakan keseimbangan antara kehati-hatian dan keberanian. Dalam jangka panjang, kombinasi ini membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih matang, fleksibel, dan percaya diri.

Persahabatan dengan jarak usia bukan sekadar alternatif, melainkan bentuk hubungan yang memperkaya kehidupan secara emosional dan sosial. 

Di tengah budaya yang kerap menekankan kesamaan usia dan status, pertemanan lintas generasi justru mengajarkan bahwa perbedaan adalah sumber kekuatan, bukan penghalang kedekatan.

Tag:  #alasan #pertemanan #beda #usia #baik #untuk #emosional #psikologis

KOMENTAR