Bertahan Hidup di Kota, Begini Cerita Mereka soal Mengatur Pengeluaran
Di tengah biaya hidup kota yang kian terasa menekan, sebagian warga memilih berhenti sejenak dan menata ulang cara mereka membelanjakan uang, bukan dengan keluhan, melainkan lewat keputusan-keputusan kecil yang lebih sadar.
Cerita itu datang dari ruang-ruang personal, lalu dibagikan ke ruang publik melalui media sosial, terutama TikTok, sebagai catatan tentang bagaimana bertahan hidup di kota dengan cara yang lebih rasional dan manusiawi.
Mengurangi transportasi dan belanja impulsif
Daniel Anthony, pengguna Tiktok dengan akun @daniel_anthonyyy, memulai perubahan dari pengeluaran yang paling sering ia lakukan. Transportasi menjadi salah satu pos yang ia evaluasi.
Belakangan, ia lebih sering menggunakan kendaraan umum. Menurutnya, sarana transportasi kini jauh lebih nyaman dan titik pemberhentiannya semakin banyak, sehingga lebih masuk akal secara biaya.
Kebiasaan kecil lain yang ia ubah adalah membawa botol minum sendiri.
“Sekarang di beberapa stasiun KRL sudah ada tempat pengisian air gratis, jadi enggak perlu keluar uang lagi buat beli air,” ujarnya Saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (3/1/2026).
Penghematan semacam itu, bagi Daniel, tidak terasa berat, tetapi cukup konsisten membantu mengurangi pengeluaran harian.
Hemat bukan berarti menghapus self-reward
Perubahan juga Daniel lakukan pada kebiasaan belanja. Jika sebelumnya diskon sering menjadi alasan membeli barang, kini setiap pembelian dipertimbangkan dari kebutuhan dan fungsi.
Ia tetap memberinya tempat, biasanya dalam bentuk makanan atau barang yang memang sudah lama diinginkan dan direncanakan.
Meski lebih ketat dalam mengatur pengeluaran, Daniel tidak sepenuhnya menghapus ruang untuk menyenangkan diri.
Self-reward tetap ia anggap penting sebagai penyemangat kerja, meski bentuknya kini lebih sederhana dan terkontrol.
“Biasanya lebih ke makanan atau barang yang memang saya inginkan,” ujarnya.
Bagi Daniel, hidup hemat bukan soal menahan diri secara ekstrem, melainkan soal kebiasaan berpikir sebelum mengeluarkan uang, termasuk membandingkan harga dan mencari promo yang tersedia.
“Kalau sekarang, mau beli barang benar-benar dipertimbangkan dari kebutuhan dan fungsinya,” kata dia.
Mengganti dine out dengan meal mrep
Pendekatan berbeda datang dari Welly dan istri yang juga membagikan perjalanan mereka mengatur keuangan rumah tangga lewat akun TikTok @welly_d18.
Mereka memilih membatasi pengeluaran makan di luar dan kebutuhan yang bersifat tersier.
Fokus diarahkan pada belanja bahan makanan mentah yang kemudian diolah sendiri melalui meal prep, meski tetap menyisakan ruang untuk makan di luar agar tidak jenuh.
“Kami tetap mengalokasikan budget khusus untuk makan di luar sesekali supaya tidak jenuh,” ujar Welly.
Bagi mereka, hidup hemat tidak harus kaku.
Kebiasaan lama seperti jajan kopi dan camilan hampir setiap hari kini diganti dengan pengelolaan anggaran yang lebih terencana untuk setiap pos pengeluaran.
Self-reward tetap ada, tetapi dengan batas yang disepakati bersama. Nominalnya ditentukan untuk skala bulanan, per semester, hingga tahunan.
“Hidup hemat bukan berarti pelit atau menyiksa diri,” kata Welly. “Ini soal kesadaran penuh dalam menggunakan uang.”
Mengurangi scroll, menambah kesadaran
Tangkapan layar pengguna Tiktok dengan akun @chamomile.teaaaaa. Pengalaman pribadi mengubah cara belanja, makan, dan memberi ruang untuk diri sendiri dibagikan lewat TikTok.
Sementara itu, pengguna Tiktok dengan akun @chamomile.teaaaaa melihat bertahan hidup di kota bukan hanya soal uang, tetapi juga soal energi.
Pengeluaran yang paling ia kurangi adalah belanja online impulsif yang sering muncul tanpa perencanaan.
Kini, ia membiasakan diri berhenti sejenak sebelum membeli sesuatu, memastikan barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Ia juga membatasi kebiasaan scrolling media sosial tanpa tujuan. Dulu terasa santai, tetapi lama-kelamaan melelahkan secara mental.
Perubahan itu turut memengaruhi cara ia memaknai self-reward. Jika sebelumnya identik dengan belanja, kini bentuknya lebih sederhana.
Waktu istirahat yang cukup, memasak camilan sendiri di rumah, atau menikmati makanan favorit bersama suami menjadi pilihannya.
“Rasanya lebih tenang dan enggak bikin menyesal setelahnya,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (4/1/2026).
Baginya, hidup hemat berarti mengurangi hal-hal yang tidak penting agar fokus dan energi bisa digunakan untuk hal yang lebih bermakna.
Cerita-cerita ini menunjukkan bahwa bertahan hidup di kota bukan selalu tentang pengorbanan besar, melainkan tentang keberanian mengubah kebiasaan sehari-hari.
Lewat TikTok, para narasumber membagikan pengalaman personal mereka, bukan sebagai panduan mutlak, melainkan sebagai pengingat bahwa hidup hemat dapat dijalani dengan cara yang tetap manusiawi, seimbang, dan penuh kesadaran.
Di tengah ekonomi yang menuntut kewaspadaan, keputusan-keputusan kecil itulah yang perlahan menjadi strategi bertahan hidup.
Tag: #bertahan #hidup #kota #begini #cerita #mereka #soal #mengatur #pengeluaran