BPK: Anak Riza Chalid Kerry Adrianto Rugikan Negara 11 Juta USD dan Rp 2,9 T
Terdakwa sekaligus selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhamad Kerry Adrianto Riza saat memberikan keterangan di sela sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).()
17:50
29 Januari 2026

BPK: Anak Riza Chalid Kerry Adrianto Rugikan Negara 11 Juta USD dan Rp 2,9 T

- Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengatakan, anak pengusaha minyak Mohamad Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza, telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai 11 juta dollar Amerika Serikat dan Rp 2,9 triliun.

Hal ini terbagi menjadi dua proyek yang merupakan rangkaian dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Persero serta anak-anak perusahaannya.

Dua proyek yang melibatkan Kerry adalah penyewaan kapal dan penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM).

Kerry Adrianto diketahui menjabat sebagai Beneficial Owner di beberapa perusahaan.

Baca juga: Arcandra Tahar Bakal Jadi Saksi Sidang Kerry Anak Riza Chalid Malam Ini

Untuk penyewaan kapal, perusahaan kapal milik Kerry PT Jenggala Maritim Nusantara (PT JMN).

Kapal-kapal milik PT JMN disewa oleh anak perusahaan PT Pertamina dan proses ini dinilai ada unsur melawan hukum.

“Pengaturan pengadaan sewa kapal Jenggala Hasim, Jenggala Bango, Jenggala 21, dan Olympic Luna, sehingga pembayaran sewa lebih besar dari yang seharusnya, dengan nilai kerugian negara sebesar 11.094.802,31 dollar AS dan Rp 1.073.619.047 (Rp 1,07 miliar),” ujar Wakil Penanggung Jawab Audit Investigasi BPK RI, Hasby Ashidiqi, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, penyewaan terminal BBM milik PT Orbit Terminal Merak (PT OTM), perusahaan milik Kerry menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2.905.420.003.854, atau Rp 2,9 triliun.

“Pengaturan penyewaan terminal BBM yang akan dibeli dan dikelola oleh PT Orbit Terminal Merak, meskipun tidak diperlukan, sehingga terjadi pengeluaran sewa yang seharusnya tidak dikeluarkan,” ujar Hasby.

Baca juga: JPU Sebut Kerry Dkk Bisa Tetap Salah meski Bukan Inisiator Blending BBM

Secara keseluruhan, kasus korupsi di PT Pertamina ini mencapai 2,7 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dan Rp 25,4 triliun.

“Sehingga, total kerugian negara atas kasus ini yang dihitung oleh BPK adalah 2.725.819.709,98 dollar AS dan Rp 25.439.881.674.368,26,” kata Hasby, dalam kesimpulannya.

Dakwaan Pertamina

Hari ini, terdapat sembilan orang duduk di kursi terdakwa, yaitu: Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza; Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono.

Lalu, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati; dan Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.

Kemudian, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin; Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya; dan VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.

Dalam dakwaan, secara keseluruhan, para terdakwa maupun tersangka disebutkan telah menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 285,1 triliun.

Baca juga: Staf Kerry Adrianto Ungkap Blending BBM Terjadi di PT OTM Tahun 2020-2022

Tapi, perbuatan melawan hukum ini dilakukan para terdakwa dalam beberapa proyek dan pengadaan secara terpisah.

Sebagian contoh, Kerry Adrianto dan beberapa terdakwa terlibat dalam proyek sewa terminal bahan bakar minyak (BBM) dan penyewaan kapal pengangkut minyak.

Penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT OTM menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,9 triliun.

Proyek ini diduga berasal dari permintaan Riza Chalid.

Saat itu, Pertamina disebutkan belum terlalu membutuhkan terminal BBM tambahan.

Sementara, dari penyewaan kapal, Kerry didakwa menerima keuntungan minimal 9,8 juta dollar Amerika Serikat.

Tag:  #anak #riza #chalid #kerry #adrianto #rugikan #negara #juta

KOMENTAR