3 Kebiasaan yang Diam-diam Menghambat Diet dan Memperlambat Pembakaran Lemak
Faktor genetik bukan penentu utama keberhasilan diet dan pembakaran lemak. Meski gen berperan dalam metabolisme tubuh, perubahan gaya hidup dinilai jauh lebih berpengaruh.
Tanpa harus diet ketat atau mengurangi makan secara ekstrem, ada langkah sederhana yang bisa membantu tubuh membakar lemak lebih efektif.
Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Adam Perlman, dokter pengobatan integratif dan fungsional, menanggapi anggapan bahwa metabolisme “lambat” adalah kondisi yang tidak bisa diubah.
Baca juga: Kisah Diet Insinyur Zoom, Berhasil Menurunkan Berat Badan 54 Kg demi Mengalahkan Asma
Gen berpengaruh, tapi bukan takdir
Perlman mengatakan, keluhan paling sering ia dengar dari pasien adalah sulitnya menurunkan berat badan, sementara orang lain tampak bisa makan apa saja tanpa bertambah gemuk.
“Genetik memang punya peran, tetapi itu bukan takdir,” ujar Perlman, mantan chief medical officer program pengobatan integratif Mayo Clinic, kepada Business Insider.
Menurut dia, banyak faktor genetik bisa diimbangi dengan perubahan gaya hidup yang tepat, terutama kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa diet ketat adalah kunci utama menurunkan lemak. Justru, pembatasan makan berlebihan bisa membuat metabolisme melambat.
“Kalau tubuh merasa kekurangan, metabolisme bisa masuk ke mode bertahan,” jelasnya.
Baca juga: Strategi Diet yang Efektif Menurunkan Berat Badan di Usia 40-an Menurut Dokter
Diet ketat bukan solusi utama
Ilustrasi diet. Banyak orang menyalahkan gen saat diet gagal, padahal kebiasaan sehari-hari inilah yang justru paling sering membuat metabolisme melambat.
Perlman menyarankan masyarakat tetap memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kenaikan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.
Namun, bagi kebanyakan orang, perbaikan metabolisme bisa dimulai dari perubahan kecil yang realistis dan mudah dijalani.
-
Melakukan latihan kekuatan untuk bakar lemak
Menurut Perlman, banyak orang terlalu fokus pada olahraga kardio, seperti lari atau bersepeda, untuk menurunkan berat badan.
Padahal, latihan kekuatan atau strength training justru memberi manfaat metabolik yang lebih tahan lama. Otot merupakan jaringan yang aktif membakar energi, bahkan saat tubuh sedang istirahat.
“Semakin banyak massa otot, semakin besar kalori yang dibakar tubuh,” kata Perlman.
Ia menekankan latihan ini penting, terutama bagi orang yang lebih tua atau sedang mengalami perubahan hormon, karena massa otot cenderung menurun seiring usia.
Baca juga: Diet Mediterania Paling Efektif Menurunkan Berat Badan Menurut Hasil Riset Ilmiah
-
Mengubah asupan makanan
Perlman juga menyoroti peran mikrobioma usus dalam proses pembakaran lemak. Beberapa bakteri baik di usus membantu mengatur rasa lapar dan kadar gula darah.
Bakteri tersebut tumbuh dari asupan serat dan polifenol yang banyak ditemukan dalam buah dan sayur. Namun, pola makan sehat saja belum tentu cukup jika jenis makanannya terlalu monoton.
“Usahakan makan beragam jenis buah dan sayur, atau istilahnya makan warna-warni,” ujar Perlman.
Sebaliknya, konsumsi makanan ultra-proses berlebihan dapat merusak keseimbangan bakteri usus dan mengganggu metabolisme.
-
Tidur cukup
Selain makan dan olahraga, tidur juga berperan besar dalam metabolisme. Kurang tidur atau jam tidur yang tidak konsisten dapat mengganggu keseimbangan hormon.
Perlman menyinggung kebiasaan banyak orang yang tidur teratur di hari kerja, tetapi begadang di akhir pekan. Kondisi ini dikenal sebagai social jet lag.
“Perubahan jam tidur seperti ini bisa berdampak buruk pada metabolisme dan kesehatan usus,” ujarnya.
Ia sendiri mengaku kini lebih serius menjaga kualitas tidur sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Baca juga: Diet Air Putih Efektif Menurunkan Berat Badan, tapi Berisiko bagi Jantung
Fokus bangun kebiasaan sehat
Perlman menegaskan diet sebaiknya tidak dimaknai sebagai upaya menyiksa diri. Menurut dia, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten jauh lebih penting dibanding penurunan berat badan instan.
“Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa memberi dampak besar pada metabolisme,” kata dia.
Baca juga: Apakah Diet OMAD Efektif dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Faktanya
Tag: #kebiasaan #yang #diam #diam #menghambat #diet #memperlambat #pembakaran #lemak