14 Tanda Hubungan Toksik Menurut Pakar, Merasa Lelah Setelah Bertemu Pasangan
Sering merasa lelah, cemas, atau terkuras setelah bertemu pasangan? Bisa jadi itu tanda hubungan toksik. Kenali ciri-cirinya menurut pakar.(dok. freepik)
16:25
31 Januari 2026

14 Tanda Hubungan Toksik Menurut Pakar, Merasa Lelah Setelah Bertemu Pasangan

Hubungan yang sehat idealnya memberi rasa aman, nyaman, dan dukungan emosional.

Namun, pada hubungan yang toxic, interaksi dengan pasangan justru kerap meninggalkan rasa lelah, cemas, bahkan kehilangan kepercayaan diri.

Dikutip dari Healthline, psikolog klinis Carla Marie Manly, PhD, menyebut hubungan toxic tidak selalu ditandai pertengkaran besar, melainkan pola perilaku tidak sehat yang terjadi berulang dan perlahan menggerus kesejahteraan mental.

Berikut 15 tanda hubungan toxic menurut pakar yang patut diwaspadai.

Baca juga: 3 Cara Menghadapi Mantan Pasangan yang Toksik Saat Co-Parenting

1. Kurangnya dukungan emosional

Dalam hubungan toxic, pasangan cenderung tidak hadir secara emosional ketika Anda membutuhkan.

"Hubungan yang sehat didasarkan pada keinginan bersama untuk melihat orang lain sukses di semua bidang kehidupan," kata terapis hubungan Jor-El Caraballo, seperti dikutip dari Healthline, Jumat (30/1/2026).

Saat Anda sedang tertekan, sedih, atau menghadapi masalah, respons yang muncul justru berupa pengabaian, kritik, atau anggapan bahwa perasaan Anda berlebihan.

Lama-kelamaan, Anda merasa harus menghadapi segalanya sendirian.

2. Pola komunikasi yang tidak sehat

Komunikasi sering diwarnai nada menyudutkan, sarkasme, atau kata-kata yang merendahkan.

Diskusi yang seharusnya mencari solusi malah berubah menjadi ajang saling menyalahkan, sehingga masalah tidak pernah benar-benar terselesaikan.

3. Cemburu berlebihan

Rasa cemburu yang tidak wajar membuat pasangan terus mencurigai aktivitas Anda, meski tanpa alasan jelas.

Kondisi ini dapat memicu rasa tidak nyaman, seolah privasi dan kebebasan pribadi terus diawasi.

4. Perilaku mengontrol

Pasangan berusaha mengendalikan pilihan hidup Anda, mulai dari cara berpakaian, pertemanan, hingga keputusan kecil sehari-hari.

Kontrol semacam ini sering dibungkus dengan alasan “demi kebaikan”, padahal sejatinya membatasi ruang gerak Anda.

5. Menyimpan rasa dendam

Kesalahan masa lalu terus diungkit tanpa ada niat memperbaiki hubungan.

"Seiring waktu, frustrasi atau kebencian dapat menumpuk dan membuat jurang yang lebih kecil jauh lebih besar,” ungkap Caraballo.

Alih-alih menjadi pelajaran, masalah lama dijadikan alat untuk menyudutkan dan melemahkan posisi Anda dalam hubungan.

Baca juga: 6 Tips agar Anak Laki-laki Tak Terjerat Maskulinitas Toksik

6. Ketidakjujuran yang berulang

Kebohongan, baik besar maupun kecil, menjadi bagian dari dinamika hubungan.

Ketika kejujuran hilang, rasa aman dan kepercayaan pun perlahan terkikis.

7. Kurangnya rasa hormat

Pendapat, perasaan, dan batasan pribadi Anda sering diabaikan.

Dalam beberapa kasus, pasangan bahkan meremehkan Anda di depan orang lain, yang dapat berdampak pada harga diri.

8. Perilaku finansial yang tidak sehat

Masalah keuangan bisa menjadi alat kontrol dalam hubungan toxic.

Misalnya, pasangan mengatur seluruh keuangan, memanfaatkan kondisi finansial Anda, atau membuat keputusan sepihak yang merugikan.

9. Stres emosional yang terus-menerus

Anda merasa tegang hampir setiap kali berinteraksi dengan pasangan.

Bahkan sebelum bertemu, muncul kecemasan karena takut terjadi konflik atau kesalahpahaman.

10. Kebutuhan pribadi diabaikan

Kesehatan fisik, waktu istirahat, dan kebutuhan emosional sering dikorbankan demi menjaga hubungan tetap berjalan.

Anda terbiasa menomorduakan diri sendiri.

11. Hubungan sosial semakin menjauh

Perlahan, Anda kehilangan kedekatan dengan teman atau keluarga.

Hal ini bisa terjadi karena pasangan tidak menyukai orang-orang terdekat Anda atau membuat Anda merasa bersalah saat menghabiskan waktu bersama mereka.

12. Mengabaikan perawatan diri

Tekanan emosional dalam hubungan toxic membuat Anda kehilangan energi untuk merawat diri.

Pola tidur terganggu, minat pada hal-hal yang dulu disukai menurun, dan kesehatan mental ikut terdampak.

Baca juga: Studi Ungkap Biang Keladi Drama Toksik Kantor

13. Terus berharap pasangan berubah

Anda bertahan karena keyakinan bahwa pasangan akan berubah suatu hari nanti.

Harapan ini sering membuat seseorang mengabaikan kenyataan bahwa pola tidak sehat terus berulang.

14. Merasa lelah setelah bertemu pasangan

Alih-alih merasa bahagia atau tenang, Anda justru merasa terkuras secara emosional setelah menghabiskan waktu bersama pasangan.

Rasa lelah ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan tidak berjalan sehat.

Ilustrasi Hubungan toxic.freepik Ilustrasi Hubungan toxic.

Perlu disadari

Pakar kesehatan mental menekankan bahwa hubungan toxic sering tidak disadari karena berkembang perlahan.

Dampaknya baru terasa ketika seseorang mengalami kelelahan emosional, kecemasan, atau menurunnya rasa percaya diri.

Mengenali tanda-tandanya menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan mental dan mengambil keputusan yang lebih sehat bagi diri sendiri.

Tag:  #tanda #hubungan #toksik #menurut #pakar #merasa #lelah #setelah #bertemu #pasangan

KOMENTAR