Pentingnya Makanan Beragam, Bukan Cuma Bikin Kenyang tapi Bantu Jaga Pencernaan Anak
Ilustrasi anak makan.(Freepik)
09:05
10 Januari 2026

Pentingnya Makanan Beragam, Bukan Cuma Bikin Kenyang tapi Bantu Jaga Pencernaan Anak

- Keragaman pangan berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan anak. Pola makan yang beragam membantu anak mendapatkan asupan serat yang dibutuhkan untuk mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.

Dokter spesialis gizi klinik, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa keragaman pangan sering kali masih dilupakan dalam pola makan anak sehari-hari.

Keragaman pangan sering terlupakan

Menurut dr. Diana, banyak orangtua masih fokus pada jenis makanan tertentu tanpa memperhatikan keberagaman.

“Selama ini mungkin kita sudah banyak mendengungkan soal gizi seimbang, tetapi yang sering dilupakan adalah keragaman pangan,” ujar dr. Diana dalam acara Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat melalui Inovasi Berbasis Sains dan Kolaborasi di Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

Padahal, dari keragaman pangan, anak bisa mendapatkan berbagai zat gizi penting, termasuk serat pangan.

Serat jadi makanan untuk bakteri baik

Dr. Diana menjelaskan, serat, terutama serat larut, berperan sebagai makanan bagi bakteri baik di dalam sistem pencernaan.

“Serat pangan ini, utamanya yang larut, sangat berperan penting sebagai makanan bagi bakteri baik yang ada di saluran cerna,” jelasnya.

Keseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat di usus menjadi kunci kesehatan sistem pencernaan anak.

Pencernaan sehat bantu penyerapan nutrisi

(Ki-ka) Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), Presiden Indonesian Nutrition Association (INA), Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK (K), Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII), dr. Agustini E. Raintung, dan Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM.Dok. Danone (Ki-ka) Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), Presiden Indonesian Nutrition Association (INA), Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK (K), Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII), dr. Agustini E. Raintung, dan Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM.

Ketika sistem pencernaan sehat, nutrisi dari makanan dapat dimetabolisme dan diserap dengan lebih baik oleh tubuh.

Hal ini didukung oleh Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK yang menyebut bahwa saluran pencernaan juga memiliki pengaruh penting.

“Karena sumber penyerapan dan jalan masuk zat bergizi itu hanya lewat sistem pencernaan,” jelas dr. Luciana.

“Yang kedua adalah ada bakteri-bakteri baik yang ternyata itu mengaktivasi daya tahan tubuh. Saya ingat lebih dari 80 persen imunitas tubuh manusia itu ada di sistem pencernaan. Itu sebabnya kita punya ada jutaan alasan untuk menjaga sistem pencernaan,” tegas dr. Luciana.

Sebaliknya, gangguan pencernaan dapat menghambat penyerapan gizi meski asupan makanan sudah cukup.

Pentingnya sistem pencernaan untuk mengolah makanan bergizi

Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa gizi seimbang dan keragaman pangan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan sistem pencernaan.

The main portal dari nutrisi itu hanya di sistem pencernaan. Jadi, jaga baik-baik sistem pencernaannya,” saran dr. Ray.

Ia menambahkan, tanpa sistem pencernaan yang sehat, makanan bergizi tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak.

Namun dr. Diana menilai, penerapan gizi seimbang dan keragaman pangan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesadaran, aksesibilitas, hingga keterbatasan waktu orangtua.

Namun, menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan pangan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Balik lagi ke kesadaran. Kita sebenarnya punya banyak pilihan pangan untuk mencapai keragaman dan gizi seimbang,” ujarnya.

Para dokter menekankan bahwa kebiasaan makan beragam perlu dibangun sejak dini. Dengan asupan serat yang cukup dan pola makan seimbang, kesehatan sistem pencernaan anak dapat terjaga.

Sistem pencernaan yang sehat membantu nutrisi terserap optimal, sehingga mendukung tumbuh kembang dan kualitas hidup anak di masa depan.

Tag:  #pentingnya #makanan #beragam #bukan #cuma #bikin #kenyang #tapi #bantu #jaga #pencernaan #anak

KOMENTAR