Dampak Tarif Trump, Apple Pindahkan Produksi Mac Mini ke AS
Mac Mini baru dengan chip M4 dan M4 Pro (kiri) hadir dengan desain bodi lebih compact dan lebih ringan dibandingkan Mac Mini M2 dan M2 Pro 2023 (kanan).(Apple)
07:08
25 Februari 2026

Dampak Tarif Trump, Apple Pindahkan Produksi Mac Mini ke AS

Apple menyatakan akan memindahkan sebagian produksi Mac Mini ke Amerika Serikat pada akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat manufaktur domestik di tengah dinamika kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump.

Produsen iPhone tersebut sebelumnya telah mengumumkan rencana investasi sebesar 600 miliar dollar AS atau sekitar Rp 10.080 triliun (kurs Rp 16.800 per dollar AS) di Amerika Serikat.

CEO Apple Tim Cook bahkan hadir di Gedung Putih bersama Presiden Donald Trump pada Agustus 2025 untuk mengumumkan komitmen belanja senilai 100 miliar dollar AS (RP 1.680 triliun).

Baca juga: Trump Ancam Negara Mitra agar Tarik Diri dari Perjanjian Dagang Setelah Tarif Dibatalkan

Apple juga menegaskan akan meningkatkan pembelian komponen dari dalam negeri serta memperluas kerja sama dengan pemasok AS.

“Sebagai bagian dari komitmen 600 miliar dollar AS kami, Mac mini akan diproduksi di AS untuk pertama kalinya pada akhir tahun ini!” tulis Cook dalam unggahan di X, Selasa (24/2/2026) waktu setempat.

“Kami juga mempercepat kemajuan ini — memproduksi lebih banyak server AI dan membuka Apple Advanced Manufacturing Center yang sepenuhnya baru untuk pelatihan langsung,” tambah dia.

Mac Mini merupakan komputer desktop ringkas dengan harga mulai sekitar 600 dollar AS atau sekitar Rp 10,08 juta. Menurut pernyataan perusahaan, produksi akan dilakukan di fasilitas baru di Houston, Texas, lokasi yang sebelumnya telah digunakan untuk memproduksi server kecerdasan buatan (AI) sejak tahun lalu.

“Kami mulai mengirimkan server AI canggih dari Houston lebih cepat dari jadwal, dan kami antusias untuk semakin mempercepat pekerjaan tersebut,” kata Cook seperti dikutip dari CNBC.

Dampak Tarif Trump terhadap Apple

Apple termasuk perusahaan yang terdampak kebijakan tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump. Sejak tarif tersebut diberlakukan tahun lalu, Apple telah membayar sekitar 3,3 miliar dollar AS atau setara Rp 55,44 triliun.

Saat ini, sekitar setengah iPhone yang dipasarkan di AS dipasok dari India. Sementara itu, sebagian besar produk lain untuk pasar AS seperti Mac, AirPods, dan Apple Watch berasal dari Vietnam.

Mahkamah Agung AS pada Jumat lalu membatalkan sebagian besar agenda tarif Presiden Trump. Meski demikian, ketidakpastian masih berlanjut setelah Trump mengkritik putusan tersebut.

Selain memindahkan produksi Mac Mini, Apple juga mengumumkan pembukaan pusat manufaktur canggih seluas 20.000 kaki persegi di Houston pada akhir tahun ini.

Fasilitas tersebut akan memberikan pelatihan teknik manufaktur canggih kepada pelajar, karyawan pemasok, dan pelaku usaha di AS. Apple menyatakan peserta akan mempelajari “proses inovatif yang sama seperti yang digunakan untuk memproduksi produk Apple.”

Langkah ini mempertegas strategi Apple untuk memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada produksi luar negeri di tengah dinamika kebijakan perdagangan global.

Baca juga: Wall Street Ditutup Melemah, Tarif Trump dan Ancaman AI Picu Kepanikan

Tag:  #dampak #tarif #trump #apple #pindahkan #produksi #mini

KOMENTAR