Cara Unik Hotel dan Resor Dunia Atasi Nyamuk demi Kenyamanan Wisatawan
Liburan di tepi pantai atau menikmati hijaunya pulau tropis semestinya diisi dengan kehadiran angin hangat, suara ombak, dan langit jingga yang menenangkan. Namun ada satu hal kecil yang sering ikut hadir tanpa diundang: nyamuk.
Bagi banyak wisatawan, gigitan nyamuk mungkin hanya dianggap gangguan kecil saat duduk di tepi pantai atau makan malam outdoor. Padahal, di sejumlah negara tropis, nyamuk juga membawa ancaman penyakit serius seperti demam berdarah dengue, malaria, hingga virus Zika.
Karena itu, sejumlah resor mewah dunia kini mulai memikirkan cara mengendalikan nyamuk. Bukan lagi dengan asap fogging atau semprotan kimia, melainkan lewat cara yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga: Maskapai Ini Hapus Snack Gratis di Ratusan Penerbangan karena Avtur Mahal
Dilansir dari Travel + Leisure Senin (11/5/2026), beberapa resor tropis mulai mengembangkan kawasan “bebas nyamuk” tanpa pestisida demi membuat tamu lebih nyaman sekaligus menjaga ekosistem pulau tetap alami.
Salah satu resor yang melakukannya adalah The Brando, resor privat di Polinesia Prancis yang dulu dimiliki aktor legendaris Marlon Brando.
Alih-alih menyemprot bahan kimia, resor ini melepas ribuan nyamuk jantan steril ke alam liar selama bertahun-tahun. Ketika nyamuk tersebut kawin dengan nyamuk betina, telur yang dihasilkan tidak menetas.
Cara itu perlahan membuat populasi nyamuk turun drastis.
“Kami melihat populasinya runtuh dan gangguannya hilang,” ujar Direktur Laboratorium Entomologi Medis Institut Louis Malardé di Tahiti, Hervé Bossin.
Di Maladewa, pendekatan berbeda dilakukan grup resor Soneva. Mereka memasang perangkap khusus yang meniru aroma tubuh manusia untuk menarik nyamuk masuk ke dalam jebakan.
Baca juga: CFD Rasuna Said Dibuka, Ribuan Warga Antusias: Jakarta Punya Ikon Baru
Perangkap buatan perusahaan Biogents itu menggunakan asam laktat yang menyerupai bau keringat manusia. Hasilnya, populasi nyamuk di area resor diklaim turun hingga 98 persen.
Bagi resor-resor tropis, perubahan ini bukan cuma soal kenyamanan tamu. Ada kekhawatiran penggunaan pestisida berlebihan bisa merusak lingkungan sekitar, termasuk terumbu karang dan serangga lain yang justru dibutuhkan alam.
Chief of Social and Environmental Conscience Soneva, Arnfinn Oines, mengatakan setelah penggunaan bahan kimia dikurangi, kupu-kupu, capung, hingga lebah mulai kembali terlihat di sekitar resor.
Kondisi itu membuat suasana pulau terasa lebih alami dibanding saat area resor rutin diselimuti asap fogging.
Di Filipina, Banwa Private Island bahkan mengklaim tamu mereka kini bisa menikmati aktivitas luar ruangan tanpa perlu repot memakai losion anti-nyamuk.
Menurut manajer pulau Banwa Private Island, Janet Oquendo, perangkap nyamuk yang mereka gunakan nyaris tidak lagi menangkap nyamuk endemik sejak awal 2023.
Baca juga: Pemkab Halmahera Utara Tutup Permanen Pendakian Gunung Dukono
Tren ini muncul di tengah meningkatnya kasus penyakit akibat gigitan nyamuk di berbagai negara.
Lebih dari 12 juta kasus dengue dilaporkan di kawasan Amerika hanya dalam sembilan bulan pertama tahun lalu. Angka itu melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya.
Para ahli menyebut suhu yang semakin hangat dan cuaca lembap membuat nyamuk berkembang lebih cepat. Sampah plastik yang menampung genangan air juga ikut memperluas tempat berkembang biak mereka.
Karena itu, liburan tropis kini bukan lagi sekadar soal vila di atas laut atau pantai pasir putih. Bagi sebagian wisatawan, bisa duduk santai di teras kamar tanpa diganggu nyamuk mulai menjadi kemewahan baru.
Tag: #cara #unik #hotel #resor #dunia #atasi #nyamuk #demi #kenyamanan #wisatawan