Berkaca dari Film Materialists, 6 Hal yang Dipertimbangkan Perempuan dalam Memilih Pasangan
Poster film Materialists yang diperankan Dakota Johnson, Chris Evans, dan Pedro Pascal.(Instagram.com/materialists)
18:10
6 Januari 2026

Berkaca dari Film Materialists, 6 Hal yang Dipertimbangkan Perempuan dalam Memilih Pasangan

– Salah satu tokoh utama di film Materialists, Lucy, digambarkan sebagai perempuan ambisius yang secara terang-terangan menjadikan kekayaan sebagai kriteria utama dalam mencari pasangan. 

Bagi Lucy, pasangan ideal adalah mereka yang mapan secara finansial dan mampu memberikan gaya hidup nyaman.

Meski kerap dianggap merepresentasikan realitas modern, pandangan Lucy dalam film tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan cara perempuan memilih pasangan di dunia nyata. 

Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., Psikolog menilai, keputusan perempuan dalam memilih pasangan jauh lebih kompleks dan melibatkan banyak faktor lain di luar materi.

“Faktor finansial itu bukan satu-satunya indikator perempuan dalam memilih pasangan dan itu juga tidak bisa berdiri sendiri,” kata Winona saat diwawancarai Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Berikut sejumlah faktor lain yang menurut psikologi kerap menjadi pertimbangan perempuan dalam memilih pasangan hidup.

6 Hal yang dipertimbangkan perempuan dalam memilih pasangan

Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., PsikologDok. Pribadi Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., Psikolog

1. Pengalaman hidup dan latar belakang pribadi

Winona menjelaskan, setiap perempuan membawa pengalaman hidup yang berbeda ke dalam relasi. Pengalaman tersebut turut membentuk standar dan kebutuhan dalam memilih pasangan.

“Kembali lagi kepada masing-masing perempuan yang mengambil keputusan ini, termasuk juga pengalaman hidup yang sudah dialami. Hal ini yang menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pasangan,” ujarnya.

Pengalaman masa lalu, baik yang menyenangkan maupun traumatis, dapat memengaruhi apa yang dicari perempuan dalam hubungan. 

Dalam konteks ini, pilihan Lucy di film Materialists dapat dipahami sebagai refleksi dari perjalanan hidupnya sendiri.

2. Rasa aman dan koneksi emosional

Menurut Winona, faktor yang paling sering muncul dalam berbagai studi terkait relasi adalah kebutuhan akan rasa aman secara emosional.

“Yang paling banyak menurut beberapa studi, yaitu adanya rasa aman secara emosional atau koneksi secara emosional dengan pasangannya,” ungkap dia.

Rasa aman ini tidak selalu berkaitan dengan materi, melainkan dengan kehadiran pasangan yang mampu memahami, mendengarkan, dan memberikan dukungan emosional secara konsisten. 

Hubungan yang sehat secara emosional dinilai lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

3. Keselarasan nilai hidup

Selain koneksi emosional, kesamaan nilai hidup juga menjadi pertimbangan penting bagi perempuan dalam memilih pasangan.

“Hal lainnya bisa dari nilai hidup. Apakah nilai hidupnya itu sejalan atau tidak untuk hubungan jangka panjang?” ujar Winona.

Nilai hidup mencakup pandangan tentang keluarga, karier, komitmen, hingga cara menyikapi konflik. 

Ketika nilai dasar tidak sejalan, hubungan berpotensi menghadapi tantangan serius di kemudian hari, meski secara finansial terlihat ideal.

4. Status sosial pasangan

Dalam beberapa kasus, status sosial pasangan juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi perempuan.

“Kemudian, ada yang memandang status sosial dari pasangan juga penting,” kata Winona.

Status sosial tidak selalu identik dengan kekayaan, tetapi bisa berkaitan dengan latar pendidikan, lingkungan pergaulan, hingga penerimaan sosial. Faktor ini sering kali berkaitan dengan ekspektasi sosial dan tekanan lingkungan.

5. Kematangan emosi pasangan

Winona menegaskan, kematangan emosi menjadi salah satu hal krusial dalam hubungan yang sehat.

“Perempuan juga biasanya akan melihat kematangan emosi dari pasangannya. Maka, financial biasanya tidak menjadi faktor yang berdiri sendiri.”

Kematangan emosi mencakup kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi dengan sehat, serta bertanggung jawab atas perilaku sendiri. 

Tanpa aspek ini, stabilitas hubungan sulit tercapai, terlepas dari kondisi finansial pasangan.

6. Perbedaan struktur otak dan cara mengelola emosi

Lebih lanjut, ia mengungkap, perbedaan biologis antara perempuan dan laki-laki turut memengaruhi cara keduanya memandang hubungan.

Perempuan dan laki-laki memiliki struktur otak yang berbeda, hal inilah yang membuat keduanya juga memiliki perbedaan pandangan dalam memilih pasangan.

“Perbedaan ini salah satunya terletak pada bagaimana perempuan itu merespon secara emosional, termasuk juga cara meregulasi emosi atau meregulasi stres,” jelas Winona.

Ia menambahkan, perbedaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan koneksi antarbagian otak. Hal ini juga memengaruhi sisi emosional perempuan dalam memilih pasangan.

Lebih dari sekadar materi

Melalui film Materialists, publik diajak melihat sisi ekstrem dari cara memilih pasangan. 

Meski begitu, Winona memaparkan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perempuan mempertimbangkan banyak aspek yang saling berkaitan, mulai dari pengalaman hidup, emosi, hingga nilai hidup.

Dengan demikian, finansial lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari kebutuhan akan rasa aman, bukan satu-satunya tujuan dalam memilih pasangan hidup.

Tag:  #berkaca #dari #film #materialists #yang #dipertimbangkan #perempuan #dalam #memilih #pasangan

KOMENTAR