



Peringatan Hari Bumi Sedunia 22 April 2024, Meningkatkan Apresiasi dan Kesadaran Manusia Terhadap Planet yang Ditinggali
Pada tanggal 22 April, masyarakat dunia memperingati Hari Bumi Sedunia, perayaan tahunan yang menghormati pencapaian gerakan lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan perlunya melindungi sumber daya alam bumi untuk generasi mendatang.
Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi.
Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup tanggal ini sebenarnya bertepatan dengan waktu musim semi di daerah Belahan Bumi Utara pada bagian Bumi Utara dan waktu musim gugur pada bagian Bumi Selatan.
Sebagian besar merayakan Hari Bumi pada tanggal 22 April, mengacu pada peristiwa ketika para aktivis mengadakan Hari Bumi pertama pada tanggal yang sama di akhir tahun 1960-an.
Namun sebagian lain merayakan Hari Bumi pada musim semi ekuinoks , sehingga Hari Bumi akan jatuh pada waktu yang berbeda antara belahan bumi utara dan selatan.
Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi.
Dikutip dari website earthday.org memaparkan bahwa dalam dekade-dekade menjelang revolusi pertama, masyarakat Amerika mengonsumsi gas bertimbal dalam jumlah besar melalui penggunaan mobil yang sangat besar dan tidak efisien.
Industri mengeluarkan asap dan lumpur tanpa rasa takut akan konsekuensi baik dari hukum maupun pemberitaan yang buruk. Polusi udara umumnya diterima sebagai bau kemakmuran.
Hingga saat ini, masyarakat arus utama Amerika masih belum menyadari masalah lingkungan hidup dan bagaimana polusi lingkungan mengancam kesehatan manusia.
Namun, keadaan mulai berubah dengan diterbitkannya buku terlaris Rachel Carson di New York Times, Silent Spring, pada tahun 1962.
Buku ini mewakili momen penting, terjual lebih dari 500.000 eksemplar di 24 negara karena meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap organisme hidup, lingkungan dan hubungan erat antara polusi dan kesehatan masyarakat.
Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.
Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.
Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.
Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikoordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beranggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.
Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global.
PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“. Peringatan Hari Bumi ini, secara khusus bertujuan untuk segera meningkatkan kesadaran masyarakat, menghentikan penggunaan plastik sekali pakai dan mendesak untuk adopsi Perjanjian PBB m tentang pencemaran plastik. Bertujuan sebagai seruan untuk mengakhiri praktik fast fashion yang merugikan lingkungan.
Hari Bumi awalnya diprakarsai oleh masyarakat serta diperingati oleh LSM dan organisasi di bidang pelestarian lingkungan hidup, sedangkan Hari Lingkungan Sedunia diperingati berdasarkan Konferensi PBB tentang Lingkungan hidup yang berlangsung pada tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm.
Tanggal konferensi tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia berpartisipasi dalam konferensi tersebut dan diangkat oleh Prof. Emil Salim yang menjabat sebagai Kepala Bappenas.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia dianggap lebih resmi dan sering diperingati oleh masyarakat maupun pemerintah di sejumlah negara di dunia. Tujuan dasar dari kedua peringatan hari besar tersebut adalah untuk merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak.
Dengan peringatan hari bumi sedunia ini, tingkatkan kepedulian terhadap bumi kita tercinta dengan suatu aksi nyata. Hari bumi sedunia ini sekedar ajang berkumpul mencemaskan bumi namun tanpa tindakan nyata menjaga, merawat, dan menyelamatkan bumi.
Kelestarian bumi bukanlah tanggungjawab individu namun kelestarian bumi menjadi tanggungjawab semua pihak yang hidup di bumi tanpa kecuali.
Oleh karena itu kesadaran akan pentingnya kelestarian bumi perlu ditanamkan pada diri masing-masing individu sedini mungkin dan secara berkesinambungan.
Jaringan Hari Bumi menjalankan misi ini melalui pendidikan, kebijakan publik , dan kampanye aktivisme.
Kampanye-kampanye ini mengumpulkan lebih dari satu miliar peserta setiap tahunnya, menjadikannya salah satu acara publik dan sekuler terbesar di dunia.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Bumi dengan ini melakukan langkah-langkah yang bisa membantu melindungi planet dari kerusakan. Bisa mulai menjaga lingkungan dengan cara sederhana di rumah, dikutip dari website tekniklingkungan.unpas.ac.id antara lain dengan:
1. Tidak membakar sampah
2. Memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya
3. Mengurangi penggunaan barang sekali pakai
4. Membuat kompos dari sampah organik menggunakan keranjang takakura atau tong komposter
5. Menggunakan kembali (reuse) atau mendaur ulang (recycle) sampah anorganik
6. Menanam dan merawat tanaman di halaman rumah
7. Menghemat penggunaan air dan listrik
8. Membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai upaya konservasi air
9. Menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan
Tag: #peringatan #hari #bumi #sedunia #april #2024 #meningkatkan #apresiasi #kesadaran #manusia #terhadap #planet #yang #ditinggali