Demi Awasi China di Indo-Pasifik, Pentagon Kucurkan Dana Tambahan Rp 211 T
Pentagon berencana menggelontorkan tambahan dana sebesar 12,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 211 triliun) untuk memperkuat pengawasan terhadap manuver militer, kapal selam, dan satelit China di Asia.
Rencana ini tertuang dalam dokumen anggaran yang dikirimkan ke Kongres Amerika Serikat.
Dana tersebut disetujui di luar proses anggaran reguler dan difokuskan untuk meningkatkan kesiapan militer AS di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga: Trump Perintahkan Pentagon Buka Rahasia Alien dan UFO, Konspirasi Berakhir?
Tambahan anggaran di luar belanja pertahanan reguler
Dalam dokumen setebal 85 halaman yang dikirimkan awal bulan ini, seperti dilansir South China Morning Post pada Kamis (26/2/2026), Departemen Pertahanan AS merinci alokasi hampir 152 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.549 triliun) yang disahkan dalam paket pajak dan belanja besar tahun lalu.
Anggaran tersebut terpisah dari belanja pertahanan resmi tahun fiskal 2026 sebesar 893 miliar dollar AS (sekitar Rp 14.980 triliun) yang telah disahkan Kongres pada Januari.
Dokumen itu menyebut dana baru tersebut “didedikasikan untuk meningkatkan upaya penting Departemen Pertahanan di wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS guna melawan peningkatan militer China yang belum pernah terjadi sebelumnya serta meningkatnya ancaman terhadap kepentingan keamanan dan kemakmuran ekonomi AS di kawasan.”
Kedutaan Besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait dokumen tersebut.
Perkuat siber dan operasi antariksa
Dokumen anggaran tersebut memuat berbagai peningkatan kemampuan intelijen dan pengawasan yang sebagian besar ditujukan untuk memantau pembangunan militer China yang semakin canggih.
Sebesar 1 miliar dollar AS (Sekitar Rp 16 triliun) dialokasikan untuk meningkatkan “operasi siber ofensif” yang bersifat rahasia.
Selain itu, terdapat 1 miliar dollar AS lainnya untuk mendukung operasi wahana antariksa rahasia X-37B “Orbital Test Vehicle” milik Boeing, meski hanya sedikit penjelasan publik mengenai misi pesawat tersebut.
Anggaran juga mencantumkan 528 juta dollar AS (sekitar Rp 8,8 triliun) untuk mendukung perluasan konstelasi satelit peringatan dini Silent Barker.
Satelit mata-mata ini dirancang untuk melacak wahana antariksa China atau Rusia yang berpotensi melumpuhkan atau merusak sistem Amerika di orbit.
Baca juga: Pentagon Putus Hubungan Akademik dengan Harvard, Anggap Bikin Tentara Jadi Radikal
Tingkatkan deteksi kapal selam
Sebuah kapal selam milik Angkatan Laut China saat peringatan 60 tahun berdirinya Tentara Angkatan Laut Pembebasan Rakyat pada 2009, di lepas pantai Qingdao di Provinsi Shandong.
Selain di ruang siber dan antariksa, pendanaan baru juga menyasar penguatan sistem bawah laut.
Sebesar 143 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun) akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan sonar anti-kapal selam AS sebagai bagian dari Integrated Undersea Surveillance Systems.
Sistem ini mencakup sensor yang ditempatkan di dasar laut untuk menyediakan pengawasan berkelanjutan terhadap kapal selam musuh.
Kontras dengan strategi pertahanan terbaru
Peningkatan anggaran ini dinilai kontras dengan Strategi Pertahanan Nasional AS bulan lalu yang mengambil nada lebih lunak terhadap China dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Strategi tersebut sejalan dengan seruan Presiden Donald Trump untuk mempererat hubungan dagang dengan Beijing.
Dalam strategi terbaru itu, AS menyerukan pencegahan terhadap China “melalui kekuatan, bukan konfrontasi,” serta lebih menyoroti ancaman migrasi dan narkotika di belahan barat dibandingkan musuh tradisional seperti Rusia dan Korea Utara.
Meski demikian, dokumen belanja terbaru menunjukkan bahwa Washington tetap berfokus memperkuat kemampuan pengawasan dan intelijen guna memantau secara ketat peningkatan kekuatan militer China di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga: AS Batasi Dukungan ke Sekutu, Pentagon Umumkan Strategi Baru
Tag: #demi #awasi #china #indo #pasifik #pentagon #kucurkan #dana #tambahan