Eks Pilot Tempur Elite AS Diam-diam Latih Militer China, Barat Ketar-ketir
Seorang mantan pilot tempur Amerika Serikat (AS) yang pernah menerbangkan salah satu pesawat siluman tercanggih milik Negeri Paman Sam ditangkap otoritas setempat karena diduga melatih pilot militer China tanpa izin.
Otoritas Amerika Serikat mengidentifikasi tersangka sebagai Gerald Brown, mantan mayor Angkatan Udara AS sekaligus instruktur pesawat tempur siluman F-35 Lightning II.
Brown ditangkap di Indiana dan didakwa memberikan layanan pertahanan kepada pilot China tanpa otorisasi resmi, menurut Departemen Kehakiman AS.
Baca juga: Jerman-Perancis Kisruh, Proyek Jet Tempur Generasi Ke-6 Terancam Gagal
Penangkapan ini memicu kekhawatiran baru soal upaya perekrutan personel militer Barat oleh Beijing. Jaksa menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.
Dituduh mengkhianati negara
Dilansir First Post, Kamis (26/2/2026), Brown (65) memiliki pengalaman militer selama puluhan tahun dan dikenal sebagai “pilot tempur elite.”
Para pejabat mengatakan, pengetahuan serta keterampilannya menjadikannya target berharga dalam perekrutan militer asing.
Asisten Direktur Divisi Kontraintelijen dan Spionase FBI, Roman Rozhavsky, menyatakan bahwa Brown “diduga mengkhianati negaranya dengan melatih pilot China untuk bertempur melawan mereka yang telah ia sumpah untuk lindungi.”
Rozhavsky menambahkan, “Pemerintah China terus mengeksploitasi keahlian anggota aktif maupun mantan anggota angkatan bersenjata AS untuk memodernisasi kemampuan militer China. Penangkapan ini menjadi sebuah peringatan.”
Jaksa AS, Jeanine Ferris Pirro, juga mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan Brown “dan siapa pun yang bersekongkol melawan negara kami” akan dimintai pertanggungjawaban.
Menurut jaksa, Brown bertugas selama 24 tahun di Angkatan Udara AS. Ia memimpin berbagai misi tempur dan pernah memimpin unit-unit sensitif, termasuk yang berkaitan dengan sistem pengiriman senjata nuklir.
Baca juga: Usai Jet Rafale Perancis, Indonesia Terima Lagi 2 Jet T-50i dari Korsel
Kekhawatiran perekrutan oleh China meningkat
Otoritas menuduh Brown melakukan perjalanan ke China pada Desember 2023 dan tinggal di sana hingga awal Februari 2026.
Selama periode tersebut, ia diduga melatih pilot militer sebagai bagian dari kontrak yang dinegosiasikan melalui perantara.
Kasus ini memicu kekhawatiran lebih luas di kalangan pemerintah Barat bahwa China secara aktif merekrut mantan personel militer untuk memperkuat kemampuan angkatan udaranya.
Pada 2024, Amerika Serikat dan sekutunya telah mengeluarkan peringatan bahwa China menargetkan talenta militer Barat guna memperoleh wawasan operasional yang krusial.
Para pejabat menyebut upaya perekrutan semacam itu tidak hanya berisiko terhadap keamanan nasional AS, tetapi juga terhadap sistem pertahanan sekutu.
Pasalnya, personel terlatih membawa pengetahuan taktis sensitif yang dapat dimanfaatkan pihak asing.
Brown kini menghadapi dakwaan pidana serius. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara yang panjang.
Baca juga: Tak Main-main, AS Kirim Lebih dari 50 Jet Tempur ke Dekat Iran
Tag: #pilot #tempur #elite #diam #diam #latih #militer #china #barat #ketar #ketir