Jepang-Australia Pererat Hubungan, Bertukar Kulit Drum AC/DC dan Melon
- Ada momen unik di saat pertemuan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi dan PM Australia Anthony Albanese.
Keduanya bertukar hadiah saat makan malam di Lodge dalam dalam pertemuan di Canberra, Senin (4/5/2026) malam.
Albanese memberikan Takaichi bingkai berisi kulit drum AC/DC yang ditandatangani oleh anggota band Angus Young, Brian Johnson, Cliff Williams, Phil Rudd, dan Malcolm Young.
Seperti diketahui, pemimpin Jepang tersebut dulunya adalah seorang pemain drum heavy metal di masa mudanya.
Baca juga: Jepang Dekati RI-Filipina untuk Lawan China, Tawarkan Armada Kelas NATO
Membalas hadiah tersebut, Takaichi memberikan Albanese piringan hitam baru untuk koleksinya.
Dia juga memberikan melon musk Jepang berkualitas tinggi, yang dikenal dengan kulitnya yang hijau mengkilap dan daging buah oranye dengan aroma manis seperti madu.
Dalam pertemuan ini, keduanya mengukuhkan serangkaian perjanjian kerja sama yang lebih dalam di bidang energi, mineral penting, dan pertahanan.
Baca juga: Jepang Buka Ekspor Senjata, Indonesia Berpeluang Tambah Alutsista
Kedua negara kerja sama hadapi krisis energi
Ilustrasi pusat energi.
PM Albanese mengatakan persahabatan Australia dan Jepang tidak pernah sekuat ini, dan memujinya sebagai "ikatan yang dalam dan terpercaya".
“Kami akan melanjutkan diskusi kami, termasuk tentang isu-isu seperti musik heavy metal dan hal-hal penting kenegaraan lainnya,” canda Albanese setelah memperkenalkan langkah-langkah untuk mempererat kerja sama.
Dia mengatakan deklarasi bersama tentang kerja sama keamanan ekonomi akan menghasilkan lebih banyak lapangan kerja dan keamanan.
“Hal ini akan membuat kita lebih tangguh terhadap guncangan dan ketidakpastian ekonomi,” katanya.
Baca juga: Hubungan Memanas, Thailand Batalkan Pakta Energi Lepas Pantai dengan Kamboja
“Pernyataan bersama kami tentang keamanan energi menegaskan kembali komitmen kami untuk bersama-sama mengatasi krisis energi saat ini dan menjaga arus perdagangan terbuka barang-barang energi penting, termasuk bahan bakar cair dan gas,” lanjur Albanese.
Sementara itu, Takaichi menyinggung soal penutupan Selat Hormuz dan menyebut Jepang dan Australia saling berkomunikasi untuk menghadapinya.
“Penutupan Selat Hormuz yang efektif telah menimbulkan dampak yang sangat besar di kawasan Indo-Pasifik. Kami menegaskan bahwa Jepang dan Australia akan berkomunikasi erat satu sama lain dalam menanggapi hal ini dengan penuh urgensi,” kata Takaichi.
Baca juga: Perusahaan Italia Temukan Harta Karun di Laut RI, Siap Atasi Krisis Energi
Dia menegaskan akan memajukan upaya untuk memperkuat otonomi dan ketahanan yang sangat diperlukan dalam mewujudkan strategi Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka (FOIP).
Termasuk untuk mengamankan pasokan energi yang stabil dan timbal balik serta untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan mineral penting.
Australia dan Jepang juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang mineral penting, mendukung pengolahan, pemurnian, dan manufaktur canggih terkait di dalam negeri.
Tag: #jepang #australia #pererat #hubungan #bertukar #kulit #drum #acdc #melon