Iran Terbuka untuk Negosiasi, tapi Tetap Siap Hadapi Eskalasi
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.(AFP)
21:24
5 Mei 2026

Iran Terbuka untuk Negosiasi, tapi Tetap Siap Hadapi Eskalasi

- Seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, Iran mengeklaim memiliki cara untuk mempersulit keadaan bagi Amerika Serikat (AS) jika mengancam kendali atas jalur air tersebut.

Bahkan ketika Washington menyatakan tekad untuk memecahkan kebuntuan, Teheran memberi sinyal bahwa mereka siap untuk memperjuangkannya.

Dalam pernyataan terbarunya, kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya bertekad untuk mempertahankan “status quo” baru di selat tersebut.

Baca juga: AS Tidak Ingin Bertempur, Tapi Siap Hancurkan Iran jika Menyerang


Teheran akan tetap memperkuat kendali, meskipun Washington menganggapnya tidak dapat ditoleransi.

“Kami bahkan belum memulai,” katanya memperingatkan, dilansir CNN, Selasa (5/5/2026).

Para pejabat Iran telah menegaskan akan mempertahankan kendali atas jalur vital tersebut, dalam upaya meraih kemenangan setelah mengalami kerugian besar selama perang.

Pesan Ghalibaf menggarisbawahi seberapa jauh Iran bersedia bertindak untuk mendapatkan keuntungan.

Baca juga: Pasukan AS Sudah Siap Serang Iran Lagi, Tinggal Tunggu Perintah

Iran terbuka untuk negosiasi namun siap

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa, Iran menegaskan siap menghadapi eskalasi tetapi juga terbuka untuk upaya diplomasi.

Para pejabat Iran menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik. Dan menyebut AS harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam ketegangan di tengah upaya negosiasi.

Terlepas dari semua peningkatan ketegangan di Selat Hormuz, ada harapan bahwa gencatan senjata yang rapuh ini akan tetap bertahan.

Pakistan masih berupaya untuk mempersempit kesenjangan antara kedua pihak, dan Iran menyatakan bahwa mereka siap menghadapi segala bentuk eskalasi tetapi juga terbuka untuk diplomasi.

Baca juga: 2 Kapal Sudah Terjebak, Iran Sebut Rute Baru AS di Selat Hormuz Berbahaya 

AS dan Iran kembali lepaskan serangan

Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.

Iran baru-baru ini melancarkan serangan rudal dan drone di kawasan Teluk dan menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz, sambil memperingatkan AS dan Eropa tentang tindakan militer.

Serangan yang diluncurkan Teheran menghantam Fujairah dan target-target di Uni Emirat Arab (UEA).

UEA mengatakan telah mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran pada Senin.

Baca juga: Serangan AS-Israel Tak Cukup Tangguh, Fasilitas Nuklir Iran Masih Bertahan

Di hari yang sama, militer AS mengatakan telah menghancurkan enam kapal kecil Iran, serta rudal jelajah dan drone, menurut laporan Reuters, Selasa.

Itu terjadi setelah Trump mengirim angkatan laut untuk mengawal kapal tanker yang terdampar melalui selat tersebut dalam kampanye yang ia sebut "Proyek Kebebasan".

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak, pupuk, dan komoditas lainnya dari seluruh dunia.

Jalur ini praktis tertutup sejak AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menyebabkan guncangan energi dan ekonomi global.

Tag:  #iran #terbuka #untuk #negosiasi #tapi #tetap #siap #hadapi #eskalasi

KOMENTAR