Banyak Warga Korea yang Kurang Tidur, Seoul Gelar Kompetisi Tidur Siang
Salah satu peserta di lomba tidur siang di Sungai Han, Seoul, Korea Selatan pada Sabtu (02/05) waktu setempat()
22:05
5 Mei 2026

Banyak Warga Korea yang Kurang Tidur, Seoul Gelar Kompetisi Tidur Siang

Tidur siang bagi sebagian orang jadi rutinitas harian yang biasa dilakukan. Namun, apa jadinya kalau aktivitas ini dikompetisikan?

Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, menggelar kompetisi kompetisi tidur siang atau power nap contest di Sungai Han. Meskipun terdengar seperti hal sepele yang dikompetisikan, tidur siang menyimpan segudang manfaat.

Jadi, apa saja kah tujuan dan manfaat dari diadakannya kompetisi tidur siang ini? Simak selengkapnya di sini.

Baca juga: Meski Hanya 5 Menit, Pakar Sebut Tidur Siang Bermanfaat untuk Tubuh dan Otak

Negara dengan tingkat kekurangan tidur tertinggi di dunia

Ilustrasi kesibukan di Seoul Ilustrasi kesibukan di SeoulDi tengah hiruk pikuk kehidupan ibu kota Seoul, ada gaya hidup yang cepat dan kompetitif. Ritme ini membuat banyak warganya harus mengorbankan waktu istirahat demi pekerjaan dan tuntutan hidup sehari-hari.

Secara keseluruhan, negara dengan julukan Negeri Ginseng ini menjadi salah satu negara dengan tingkat kekurangan tidur tertinggi dunia.

Per 2025, dilansir dari The Korea Herald, Korea Selatan menempati peringkat ke-50 dari 57 negara dengan skor 59 dalam indeks tidur global IKEA, yang mana berada di bawah skor rata-rata dunia sebesar 63.

Selain itu, The Korea Herald juga mencatat kalau hanya 17% warga Korea Selatan yang mengatakan bahwa mereka tidur dengan baik.

Dengan data ini, kebutuhan akan kesadaran pentingnya kualitas tidur yang baik menjadi semakin mendesak. Kompetisi tidur siang pun hadir sebagai cara unik untuk mengangkat isu ini ke ruang publik dengan pendekatan yang lebih ringan.

Baca juga: Bukan Hanya Istirahat, 5 Manfaat Tidur Siang untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Gelaran kompetisi diramaikan oleh ratusan orang

Dilansir dari Reuters, ratusan warga berkumpul di sebuah taman di tepi Sungai Han pada Sabtu (02/05) siang hari waktu setempat untuk mengikuti kompetisi tidur siang ini.

Kompetisi yang telah memasuki tahun ketiga ini mengharuskan peserta datang dalam kondisi lelah, sudah makan, dan mengenakan kostum unik sesuai kreativitas masing-masing. Suasana tepi Sungai Han yang biasanya ramai aktivitas pun berubah menjadi area istirahat massal.

Park Jun-seok, mahasiswa yang mengikuti kompetisi ini mengatakan bahwa kesehariannya dipenuhi oleh keterbatasan waktu untuk tidur.

“Antara persiapan ujian dan pekerjaan paruh waktu, saya bertahan dengan tiga atau empat jam tidur setiap malam, menambalnya dengan tidur siang di meja pada siang hari,” katanya, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Perbedaan Power Nap dan Full Cycle Nap, Mana yang Lebih Baik untuk Tidur Siang?

Ulasan kompetisi ini datang dari peserta lainnya, Yoo Mi-yeon. Seorang perempuan berusia 24 tahun dan mengenakan kostum koala. Tak jauh berbeda dengan Jun-seok, Mi-yeon mengaku mengikuti kompetisi karena mengalami insomnia.

“Saya selalu menderita insomnia, saya kesulitan untuk tertidur, dan mudah terbangun,” ujarnya kepada Reuters.

Saat kompetisi dimulai, para peserta mengenakan penutup mata, sementara petugas memantau detak jantung untuk memastikan kondisi tidur yang stabil.

Manfaat power nap bagi kesehatan

Berapa Lama Tidur Siang yang Ideal untuk Orang Dewasafreepik Berapa Lama Tidur Siang yang Ideal untuk Orang DewasaDi balik konsep kompetisinya yang unik, tidur siang singkat atau power nap rupanya memiliki manfaat kesehatan yang signifikan.

Laporan BBC menyebutkan bahwa orang yang rutin tidur siang beberapa kali dalam seminggu memiliki volume otak lebih besar dibandingkan mereka yang tidak pernah tidur siang. Dengan demikian, tidur siang dapat memperlambat penuaan otak antara tiga sampai enam tahun.

Peneliti senior di MRC Unit for Lifelong Health and Ageing di UCL, Victoria Garfield, menjelaskan bahwa otak secara alami menyusut seiring bertambahnya usia dan volume otak yang lebih kecil telah dikaitkan dengan berbagai penyakit.

Baca juga: Apakah Orang Dewasa Butuh Tidur Siang? Ini Kata Ahli

“Orang dengan volume otak yang lebih kecil cenderung memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi, atau diagnosis sleep apnea. Banyak juga yang memiliki penyakit kardiovaskular,” papar Victoria dikutip dari BBC.

Ia menambahkan kalau penyusutan otak juga terlihat secara signifikan pada orang dengan Alzheimer dan demensia vaskular.

Dengan manfaat sebesar ini, apakah menurutmu lomba tidur siang juga perlu diadakan di Indonesia?

Tag:  #banyak #warga #korea #yang #kurang #tidur #seoul #gelar #kompetisi #tidur #siang

KOMENTAR