2 Kapal Sudah Terjebak, Iran Sebut Rute Baru AS di Selat Hormuz Berbahaya 
Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.(ISNA/RAZIEH POUDAT via AFP)
19:42
5 Mei 2026

2 Kapal Sudah Terjebak, Iran Sebut Rute Baru AS di Selat Hormuz Berbahaya 

- Pejabat Iran memperingatkan, rute pelayaran baru yang disediakan Amerika Serikat di Selat Hormuz berbatu, dangkal, dan berisiko.

Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin oleh AS sebelumnya menyarankan kapal-kapal yang terdampar untuk berlayar melalui selat di perairan Oman.

AS menyatakan, mereka telah mendirikan zona keamanan yang ditingkatkan di sana.

Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency melaporkan bahwa dua kapal komersial yang mencoba menggunakan jalur laut tersebut kini terjebak.

Baca juga: Serangan AS-Israel Tak Cukup Tangguh, Fasilitas Nuklir Iran Masih Bertahan

“Perairan di dekat pantai Oman berbatu. Kapal-kapal tidak dapat berangkat atau kembali dari bagian ini,” lapor Fars mengutip seorang sumber anonim yang mengetahui informasi itu, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (5/5/2026).

“Pantai selatan Selat Hormuz di dekat dua pulau Musandam dan al-Khail tidak memiliki kemampuan geografis untuk menjadi koridor maritim," sambungnya.

Menurut sumber itu, lalu lintas kapal melalui daerah selatan yang berbatu dan dangkal sangat berisiko.

Baca juga: Hormuz Memanas, Iran Sebut Operasi AS Ilegal

AS kawal kapal lewati Selat Hormuz

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz.

Menurutnya, operasi maritim baru dengan nama "Proyek Kebebasan" ini adalah tindakan kemanusiaan untuk para awak kapal yang terjebak blokade dan kekurangan makanan.

Ia mengeklaim, banyak negara telah meminta AS untuk membebaskan kapal-kapal mereka yang terjebak di Selat Hormuz.

“Mereka hanyalah pihak yang netral dan tidak bersalah!” tulisnya di Truth Social, dikutip dari CNN, Senin (4/5/2026). 

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” sambungnya.

Baca juga: Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Eropa jika Dikendalikan AS

Kapal di Selat Hormuz tak terlibat konflik

Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.

Trump menuturkan, kapal-kapal itu berasal dari negara yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik Timur Tengah.

“Ini adalah isyarat kemanusiaan atas nama Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah, tetapi khususnya negara Iran,” tulisnya.

Ia menambahkan, jika proses tersebut diganggu, gangguan tersebut harus ditangani dengan tegas.

Merespons hal itu, seorang pejabat senior Iran pada Senin (4/5/2026) memperingatkan, Teheran akan menganggap setiap upaya AS untuk campur tangan di Selat Hormuz sebagai pelanggaran gencatan senjata.

"Segala bentuk campur tangan AS dalam rezim maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata," tulis Kepala Komisi Keamanan Nasional Iran, Ebrahim Azizi di X, dikutip dari AFP, Senin. 

Tag:  #kapal #sudah #terjebak #iran #sebut #rute #baru #selat #hormuz #berbahaya

KOMENTAR